Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Dimusuhi Temannya

Dunia anak-anak adalah tempat mereka belajar proses sosialisasi sebelum mereka berkembang menjadi orang dewasa. Dalam proses belajar sekali-kali terjadi pergulatan memenangkan tempat, sahabat, permainan, dan lain-lain sehingga permusuhan terjadi.

5,918 views   |   18 shares
  • Beberapa anak lahir dengan kecenderungan bawaan. Anak-anak yang lahir dengan asperger syndrome misalnya, mungkin paling sering dijadikan sasaran ejekan atau permainan anak-anak lain dan tidak jarang dimusuhi atau dijauhi teman-temannya. Salah satu sifat yang menyolok anak-anak aspie ini adalah tidak dapat menyaring kata-katanya. Apa yang dipikirkan diucapkannya dengan terus terang bahkan di depan orang banyak. Sering kali kata-katanya sangat tajam dan menyakitkan. Baginya itu adalah sebuah fakta, tetapi dalam pergaulan sering kali hal tersebut tidak dapat diterima, sehingga menimbulkan permusuhan.

  • Kalau anak Anda termasuk yang menderita asperger syndrome, maka dia perlu dilatih secara intensif (dengan bantuan profesional) bagaimana bergaul dengan teman-teman sebayanya. Anak-anak demikian tidak dapat bergaul dengan teman-temannya karena kelainan respon neuro mereka.

  • Anak-anak adalah insan yang mulai belajar hidup secara sosial. Ada anak yang 'berambisi' untuk menjadi kepala kelompok. Anak-anak semacam ini tentu saja tidak menghendaki ada persaingan, sehingga dia akan mengajak kelompoknya untuk menyisihkan saingannya. Dia pun berusaha untuk mempertahankan karismanya di antara kelompoknya dengan mencari mangsa dari anak-anak yang 'lemah'. Dengan demikian, maka dalam masyarakat mikro anak-anak itu sudah terjadi pilihan alamiah yang paling kuat akan bertahan 'hidup'.

  • Tetapi bila anak Anda normal, maka berikut ini adalah beberapa saran:

    • Anak Anda tidak akan sama sekali bebas dari dimusuhi teman-temannya. Anak-anak yang tidak sependapat dengannya akan selalu ada hingga dia dewasa. Oleh karena itu, tidak ada satu senjata ampuh untuk mensterilkan lingkungan pergaulannya. Ini yang perlu diingat oleh orang tua.

    • Kalau anak Anda mengeluh karena dimusuhi teman-temannya, pertanyaan yang pertama jangan, "Apa yang kamu lakukan?", tetapi, "Bagaimana (atau sejauh mana) mereka memperlakukan kamu?"

    • Langkah yang paling baik adalah mengajar anak-anak Anda tabah (sisi defensif) dan tegas (sisi ofensif) dalam menghadapi 'penindasan' atau 'intimidasi' atau 'permusuhan'.

  • Agar anak-anak tabah:

    • Besarkan anak-anak dalam lingkungan yang penuh kasih, saling menghormati. Ya, anak-anak memang butuh hukuman dan ganjaran, tetapi waktu memberi hukuman dan ganjaran seharusnya merupakan suatu disiplin yang akan membangun wataknya. Kalau Anda suka emosional dan kekerasan dalam menghukum anak-anak, maka anak-anak akan mengira kekerasan adalah jalan keluar terbaik untuk memecahkan masalah.

    • Anak-anak yang memiliki keluarga saling mengasihi dan menghormati dan segala perbedaan pendapat diselesaikan secara verbal dan pembahasan tanpa kekerasan atau kemarahan, maka anak-anak akan memiliki benteng pertahanan mental yang kuat bila sedang menghadapi masalah. Paling sedikit mereka memiliki tempat untuk 'berteduh' dan menenangkan pikiran di rumah.

    • Dalam mendidik anak-anak yang terpenting adalah hubungan (90%) dan bimbingan (10%). Bimbingan atau nasihat akan diterapkan bila hubungan antara orang tua dan anak sangat baik. Oleh karena itu, biasakan memiliki komunikasi terbuka yang saling mempercayai, sehingga anak-anak tidak segan menceritakan apa saja yang terjadi dalam kehidupan mereka.

  • Advertisement
  • Agar anak tegas:

    • Semua pendidikan di rumah dimulai dari orang tua. Kalau orang tua suka mengalah, maka anak Anda pun tidak akan menjadi anak yang tegas. Dia akan takut konfrontasi dalam hal ini bukan berarti melakukan kekerasan. Anak Anda hendaknya memiliki kebiasaan menatap seseorang dengan tegas bila berhadapan dengan ketidakadilan, intimidasi, dan yang sejenisnya, dan mengatakan, "Jangan sentuh aku", atau "Itu giliran saya", atau "Stop, jangan diteruskan", atau "Saya tidak suka disebut … " dan semacamnya.

    • Memang budaya Indonesia tidak seperti itu, tetapi generasi muda patut diajari untuk bersikap tegas. Tidak selalu ungkapan 'sing ngalah waras' (yang mengalah adalah yang sehat jiwanya) adalah benar untuk setiap keadaan. Itulah sebabnya dalam mengajar ketegasan hendaknya dilakukan dalam bentuk 'role play' atau praktik berkali-kali di depan Anda, sehingga dia dapat mengatakannya dengan tegas tanpa disertai emosi kemarahan, atau ucapan tegas tersebut keluar secara wajar.

    • Ajar anak-anak dasar kemampuan sosialisasi. Anak-anak pemalu dan pendiam sering kali menjadi sasaran permainan dan ejekan teman-temannya. Hendaknya anak-anak itu tahu dan sadar bahwa 'pemalu' dan 'pendiam' bukan suatu kesalahan. Tetapi rupanya bergaul dengan anak-anak sebaya harus mereka pelajari. Kemampuan tersebut tidak datang secara alami bagi mereka. Oleh karena itu, biasakan anak-anak tetangga bermain di rumah, atau undanglah beberapa anak sebayanya untuk menghadiri pesta ulang tahun atau acara lain, atau sertakan dia dengan kelompok kecil yang relatif lebih bersahabat, seperti kegiatan gereja atau kepramukaan, sehingga anak Anda terbiasa bergaul dengan anak lain selain saudaranya. Untuk anak-anak dengan kelainan maka mungkin butuh bantuan profesional agar mereka dapat bergaul dengan 'normal'.

    • Ajar anak Anda agar suka 'campur tangan' bila ada temannya yang dimusuhi oleh anak-anak lain, karena biasanya 'campur tangan' teman akan menghentikan gangguan tersebut dan sekaligus melatih anak Anda untuk bersikap tegas. 'Campur tangan' tersebut tidak selalu harus menghadapi 'musuh-musuh'-nya secara langsung, boleh jadi dapat memanggilnya, "Hei Ali, saya butuh bantuanmu". Dengan begitu temannya memiliki alasan untuk meninggalkan teman-teman yang memusuhinya tanpa kehilangan muka.

    • Bila perlu, carilah bantuan pihak luar, seperti guru, wali kelas, atau penasihat sekolah. Yang penting jangan menjanjikan kepada anak Anda bahwa Anda tidak akan campur tangan atau meminta bantuan resmi. Yakinkan bahwa semua itu akan dilakukan dengan tujuan mencari solusi terbaik sehingga tak seorang pun terganggu olehnya.

    • Jangan pula ada kesan bahwa anak Anda harus menghadapi musuh-musuhnya sendirian. Oleh karena itu, setiap keluhan anak harus ditanggapi dengan serius dan ditindaklanjuti (Sumber ahaparenting.com).

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Apa yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Dimusuhi Temannya

Dunia anak-anak adalah tempat mereka belajar proses sosialisasi sebelum mereka berkembang menjadi orang dewasa. Dalam proses belajar sekali-kali terjadi pergulatan memenangkan tempat, sahabat, permainan, dan lain-lain sehingga permusuhan terjadi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr