Pelajaran yang Bisa Kita Petik dari Setiap Kesalahan

Belajar dari kesalahan kita agar kita menjadi lebih baik dalam arti memahami diri kita seolah-olah kita memiliki buku petunjuk operasi dan perawatan diri. Dengan demikian kita menjadi orang yang lebih bahagia walaupun tidak sempurna.

2,829 views   |   3 shares
  • Ada seorang bapak merasa jengkel dengan anaknya yang nakal. Dia menegurnya dengan bercerita, "Nak, lihat rambut bapak yang ubanan ini. Ini gara-gara kamu sangat nakal." Setelah mengamati rambut ayahnya, anak itu menyahut, "Kalau begitu bapak lebih nakal dari saya dong, karena kakek lebih banyak ubannya!" "Oops, salah ngomong", pikir ayahnya.

  • Budaya kita mengajar kita menghindari kesalahan. Misalnya, dalam sekolah kita diajar agar tidak salah mengisi jawaban dalam ulangan. Kesalahan dalam menjawab berarti kegagalan kita dalam sekolah. Itulah kesan yang diperoleh kaum remaja di sekolah. Oleh karena itu, mereka berusaha tidak mengambil risiko dan belajar dari kesalahan, tetapi berusaha dengan berbagai upaya agar tidak berbuat salah. Akhirnya, ketika tumbuh dewasa, mereka menjadi seseorang yang tidak 'berani' mengakui kesalahan, tetapi justru menghindarinya atau menyalahkan orang lain. Padahal dalam kenyataan hidup, seorang yang sukses adalah seseorang yang berhasil mengatasi setiap kesalahannya. Kegagalan bukan kesalahan jika Anda berusaha melakukan sesuatu yang dikira 'tidak mungkin' (Sumber scottberkun.com).

  • Ingin tahu mengapa setiap orang membuat kesalahan dalam hidup mereka? Karena kita lahir ke dunia tidak disertai buku petunjuk operasi maupun perawatan, padahal setiap individu itu unik. Di dunia ini ada sekitar 7 miliar umat manusia. Kalau seandainya ada buku petunjuk, maka jumlah buku tersebut akan sebanyak jumlah umat manusia itu dan kira-kira dalam 6.500 bahasa. Setiap orang membuat reaksi yang berbeda terhadap stimuli yang sama. Itulah sebabnya setiap orang selalu membuat kesalahan dan harus belajar dari kesalahan mereka.

  • Karena orang tua kita juga tidak memiliki buku petunjuk khusus untuk kita waktu kita lahir dulu, mereka pun harus belajar lagi untuk setiap anak mereka. Dalam proses belajar tentu seseorang akan membuat kesalahan. "Hanya orang yang berjiwa cukup besar akan mengakui kesalahannya, cukup pandai untuk mengambil manfaat dari kesalahan, dan cukup kuat untuk memperbaiki kesalahannya" (John C, Maxwell).

  • Di samping alasan umum tersebut di atas, ada dua hal penting mengapa kita belajar dari kesalahan kita:

  • 1. Kita ingin lebih baik, sehingga kita memahami diri kita sendiri seperti kita memiliki buku petunjuk operasi khusus untuk kita sendiri. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita gali:

    • Kekuatan atau kelebihan yang membangun kita

    • Kelemahan yang membuat kita frustrasi

    • Tujuan-tujuan yang memberi semangat

    • Hubungan yang mengilhami

    • Kebiasaan yang baik

    • Godaan yang sering membuat Anda jatuh

  • Advertisement
  • 2. Dengan demikian kita dapat lebih bahagia, walaupun tidak sempurna. Carilah kebahagiaan bukan kesempurnaan. Mungkin saja kita tidak sempurna, kesalahan masih tetap dibuat, tetapi kita bahagia.

  • Kesalahan akibat ketidaktahuan

  • Kesalahan tidak akan diketahui sampai kesalahan itu terjadi. Disebut kesalahan karena pada awalnya seseorang yang melakukannya tidak mengira bahwa perbuatannya itu salah. Itulah sebabnya setelah penyesalan atau duka, maka seseorang harus mulai mengkaji kesalahannya sehingga meminimalkan pengulangan kesalahan yang sama.

  • Contoh:

  • Pada tanggal 2 Oktober 1996, pesawat Boeing 737 jatuh ke laut karena kesalahan altimeter atau alat pengukur ketinggian terbang pesawat. Karena terbang di malam hari, maka pilot tidak tahu bahwa pesawatnya telah dekat sekali dengan permukaan laut, sehingga berakibat fatal. Semua 70 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

  • Setelah dilakukan penyelidikan dengan teliti, ditemukan bahwa penyebab kacaunya altimeter pesawat itu adalah kesalahan teknisi yang merawat pesawat tersebut. Dia menutup sensor altimeter yang ada di luar badan pesawat dengan duct tape selama melakukan perawatan dan lupa melepasnya.

  • Kesalahan akibat mengambil keputusan bodoh

  • Kadang-kadang dalam kasus tertentu seseorang tahu dan sadar bahwa yang dilakukan itu salah, tetapi karena dorongan emosi atau imbalan berbuat salah terlalu menggoda, maka seseorang itu melakukannya juga.

  • Contoh:

  • Pernikahan yang dilakukan secara tergesa-gesa dan emosional sering kali berakhir dengan perceraian. Semoga mereka yang terlibat mengakui kenyataan 'kebodohan' mereka dan belajar agar pernikahan selanjutnya tidak diputuskan dengan melakukan kesalahan yang sama.

  • Merampok bank adalah keputusan yang bodoh, tetapi imbalannya sangat menggiurkan, sehingga orang-orang yang terlibat mempertimbangkan risiko tertangkap dengan imbalan tersebut paling tidak seimbang atau lebih besar.

  • Langkah-langkah memanfaatkan kesalahan untuk membangun diri kita:

    • Mengambil tanggung jawab sehingga memungkinkan belajar dari kesalahan. Selama seseorang cenderung membenarkan atau mencari rasionalisasi kesalahannya dan menyangkalinya, maka orang itu tidak mungkin belajar dari kesalahannya. Jadi, langkah pertama adalah menyadari dan mengakui kesalahan telah dibuat dan siap membayar 'ongkos' seberapa mahal pun.

    • Jangan memperbaiki kesalahan dengan membuat kesalahan lain atau kesalahan yang lebih besar. Misalnya, seseorang yang gagal dalam pernikahan, kemudian memutuskan untuk tidak menikah dengan siapa pun dan kapan pun atau menjadi anti pernikahan.

    • Anda tidak dapat mengubah kesalahan, tetapi Anda dapat memilih tanggapan Anda terhadap kesalahan Anda. Sikap kita terhadap kesalahan akan menentukan kita belajar daripadanya atau tidak. Belajarlah dari para investigator kecelakaan penerbangan. Kematian penumpang tidak dapat diperbaiki. Mereka melihat kembali peristiwanya dengan objektif sehingga kecelakaan yang sama dapat diperkecil atau tidak terulang kembali bila mungkin.

    • Anda tumbuh ketika Anda melihat kesempatan untuk belajar. Kesalahan biasanya menyangkut keputusan yang diambil. Setiap keputusan selalu menciptakan masalah baru. Keputusan yang baik adalah keputusan dengan masalah yang sanggup Anda hadapi atau lebih baik lagi yang sanggup Anda atasi.

    • Ada tiga hal di sini, jangan bersembunyi di balik istilah 'manusia tidak sempurna' kemudian bertindak serampangan dan sembrono sehingga kesalahan terus menerus terjadi karena tidak mau belajar memperbaikinya. Jangan menuntut menjadi sempurna, karena tidak mungkin dicapai, karena kesempurnaan macam apapun tidak ada di dunia ini. Jangan juga membenarkan kesalahan dan menyangkalnya.

  • Advertisement
  • Daftar pertanyaan untuk menganalisis kesalahan:

    • Seberapa sering peristiwa itu terjadi?

    • Adakah banyak kesalahan kecil yang memicu kesalahan besar?

    • Adakah asumsi menyesatkan yang pernah diambil?

    • Adakah informasi yang kita miliki sekarang yang dapat berguna pada waktu kejadian itu?

    • Apa yang akan kita lakukan bila menghadapi situasi yang sama?

    • Bagaimana kita dapat menghindari situasi semacam itu?

    • Apakah ini adalah keadaan yang sama sekali tak terhindarkan?

    • Informasi apa yang dapat menghindarkan diri dari berbuat salah?

    • Adakah alternatif yand hendaknya dipertimbangkan atau tidak?

    • Perubahan macam apakah yang dibutuhkan untuk menghindari kesalahan yang sama?

    • Perilaku atau sikap apa yang perlu diambil bila menghadapi situasi yang sama?

  • Kata Bill Clinton, mantan Presiden AS, "Jika Anda hidup cukup lama, Anda pasti berbuat salah. Tetapi, kalau Anda belajar dari kesalahan itu, Anda akan menjadi orang yang lebih baik. Kini adalah saatnya menangani tantangan itu, bukan membiarkan tantangan itu mengubah Anda. Yang penting adalah jangan pernah menyerah."

Baca, hidupkan, bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Pelajaran yang Bisa Kita Petik dari Setiap Kesalahan

Belajar dari kesalahan kita agar kita menjadi lebih baik dalam arti memahami diri kita seolah-olah kita memiliki buku petunjuk operasi dan perawatan diri. Dengan demikian kita menjadi orang yang lebih bahagia walaupun tidak sempurna.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr