Lebih Baik Tidak Berciuman: Cara Menangani Penyakit Mono dalam Keluarga Anda

Virus mononukleosis atau “Penyakit Ciuman,” bukan masalah yang perlu ditertawakan. Ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk mendidik dan melindungi keluarga Anda dari penyakit yang tidak menyenangkan ini.

4,725 views   |   7 shares
  • Saat putri saya terjangkit penyakit mono saat berumur dua belas, saya terkejut. Saya menyangka penyakit mono terkait dengan kebersamaan dengan lawan jenis—-berciuman! Ternyata infeksi mononukleosis dapat menjangkiti di usia berapa pun—-dan tidak ada hubungannya dengan berciuman. Umumnya memang terjadi di kalangan remaja, namun tiga tahun yang lalu, saya pun terserang, jadi penyakit itu dapat menyerang siapa saja, umur berapa pun. Penyakit itu pun menular, jadi berhati-hatilah.

  • Penyakit menular mononukleosis disebabkan oleh virus. Sama seperti virus flu, Anda dapat meminum antibiotik dan penyakit mono akan hilang. Mengobati gejala adalah satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan sampai penyakit mono sembuh sendiri. Penyakit mono disebabkan oleh Virus Eptain-Barr, virus yang sama yang menyebabkan yang adalah anggota keluarga virus herpes, menurut MedicineNet.com.

  • Penyakit mono dapat ditularkan melalui air liur

  • Inilah asal dari namanya yang terkenal sebagai “Penyakit Ciuman.” Karena itu, jika seorang anak meminum dari cangkir yang sama dengan temannya, dia dapat terjangkit dengan mudah. Jika anggota keluarga Anda menderita penyakit ini, pastikan mereka memakai cangkir sendiri, paling baik yang berbahan plastik, supaya bisa langsung dibuang. Meskipun demikian cangkir biasa yang dicuci bersih juga tidak masalah. Ini juga berlaku bagi semua peralatan dapur.

  • Masa inkubasi adalah 4 hingga 8 minggu

  • Dari hari Anda mengalami gejala, penyakit mono dapat berada di dalam tubuh Anda hingga 8 minggu dan dapat menyebar. Mengisolasi semua benda-benda yang bersentuhan dengan mulut adalah kunci untuk tidak menyebarkan penyakit tersebut. Jangan biarkan anak-anak kecil mencium pipi siapa saja atau memasukkan jari mereka ke dalam mulut mereka.

  • Gejala-gejala penyakit mono meliputi

    • Sakit tenggorokan

    • Demam

    • Pembengkakan kelenjar getah bening

    • Pegal-pegal

    • Perasaan tidak enak

    • Pembengkakan limpa (kadang-kadang)

    • Radang hati (kadang-kadang)

  • Sangat penting untuk tidak turut serta dalam kegiatan olahraga berat dan bersentuhan dengan lawan saat virus masih aktif dan masa pemulihan. Selama waktu ini benturan pada limpa (meskipun jarang) dapat menyebabkannya menjadi pecah.

  • Advertisement
  • Kebanyakan orang dewasa memiliki antibodi terhadap penyakit mono

  • Hingga 95 persen orang dewasa usia 35-40 tahun membawa antibodi dalam darah mereka. Ini berarti bahwa pada waktu tertentu mereka telah terjangkit oleh virus tersebut di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention). Sistem kekebalan tubuh mereka menghasilkan antibodi yang akan menyerang virus tersebut.

  • Diperkirakan 10 persen anak-anak terserang penyakit mono

  • Dari anak-anak ini, kebanyakan tidak tampak gejala, artinya mereka mungkin terserang tapi tidak mengetahuinya. Sebagai orang dewasa, mereka sudah terlindung. Rentang usia yang terjangkit pada umumnya sekitar 15-24 tahun, karena itu disebut “Penyakit Ciuman.” Usia puncak adalah 15-17 tahun. Pada anak-anak serangan virus ini lebih ringan daripada orang dewasa.

  • Pemeriksaan darah dapat memastikan jenis virusnya

  • Jika antibodi terdeteksi dalam darah, Pemeriksaan darah secara khusus yang disebut pemeriksaan mono spot, dapat memastikan diagnosis. Uji antibodi adalah metode lain yang dapat diandalkan untuk memastikan virus, berdasarkan sistem kekebalan yang menghasilkan antibodi untuk menyerang dan menghacurkan virus.

  • Penyakit mono tidak dapat dicegah, namun penyebarannya dapat dihentikan dengan menggunakan keterampilan higiene yang baik dan menjaga anggota keluarga yang terserang jauh dari sentuhan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa penyakit mono dapat aktif kembali pada individu, jadi berkati-hatilah dengan tanda-tanda dan gejala. Kadang-kadang, tidak ada gejala, sehingga sangat sulit untuk benar-benar menghindari virus tersebut.

  • Jika Anda atau salah seorang anggota keluarga terjangkit penyakit mono, hal terbaik adalah beristirahat, menghindari olahraga, minum banyak cairan, obat-obatan untuk meringankan gejala, juga vitamin C untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Setelah pemulihan, beraktivitaslah perlahan-lahan hingga kesehatan sudah benar-benar pulih.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Kissing it better not suggested: How to deal with mono in your family” karya Julia Nielsen.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Julia Nielsen is currently parenting three kids with pitfalls and pleasures. She is the co-author of two published books in "The Crystal Locket" series, with her father, and has freelanced for 15 years. check out her blog: http://jewelswrites.blogspo

Lebih Baik Tidak Berciuman: Cara Menangani Penyakit Mono dalam Keluarga Anda

Virus mononukleosis atau “Penyakit Ciuman,” bukan masalah yang perlu ditertawakan. Ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk mendidik dan melindungi keluarga Anda dari penyakit yang tidak menyenangkan ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr