Perselisihan Memperkuat Perkawinan

Dua orang yang berbeda pasti mempunyai pendapat berbeda dalam beberapa hal. Ini adalah lumrah dan tidak dapat dihindari.

8,155 views   |   6 shares
  • Tidak ada rumah tangga di mana tidak pernah ada perselisihan. Dua orang yang berbeda pasti mempunyai pendapat berbeda dalam beberapa hal. Ini adalah lumrah dan tidak dapat dihindari selama perselisihan itu tidak mengandung kekerasan hal itu dapat memperkuat rumah tangga. Bagaimana berselisih dengan baik? Berikut adalah beberapa saran yang dapat Anda pertimbangkan:

  • 1. Tidak terlalu sering

  • Bila setiap hari berselisih berarti terlalu banyak perbedaan. Hal ini sulit diatasi, karena mungkin ada alasan lain yang menyebabkan perbedaan-perbedaan itu.

  • 2. Tidak mengandung kekerasan

  • Melempar bakiak, menyambit dengan piring, menampar, dan mencekik adalah beberapa cara yang termasuk kekerasan. Tidak saja pria yang melakukan kekerasan, ada pula wanita yang kasar dan memperlakukan pasangannya seperti keset, diinjak-injak hanya untuk membersihkan sepatunya. Tetapi lebih sering kaum pria yang bertindak kasar terhadap wanita. Karena dianggap mahluk lemah wanita sering dianiaya dan ditindas. Perselisihan tidak boleh dilakukan dengan kekerasan.

  • 3. Tidak berteriak

  • Ketika berselisih paham, penyelesaian hendaknya dilakukan dengan baik-baik. Jangan berteriak-teriak. Hal ini terutama akan membingungkan anak-anak. Jika ada perbedaan pendapat, dengarkan dengan saksama apa yang dikatakan pasangan Anda. Bergiliran menyampaikan pendapat untuk mendapatkan jalan tengah.

  • 4. Jangan sakit hati

  • Janganlah perbedaan pendapat disimpan dalam-dalam. Jangan diungkit-ungkit di masa depan. Bila Anda sudah mengambil keputusan untuk menerima jalan keluarnya, berarti masalah itu sudah selesai. Tidak boleh dibawa-bawa lagi di perselisihan berikutnya. Ada orang yang tidak menyebut-nyebut kembali persoalan yang sudah lewat tetapi masih menjadi ganjalan di dalam hati. Hal seperti ini tidaklah membantu menyelesaikan masalah. Bila masih tidak puas, bahaslah sekali lagi dan cobalah menyelesaikannya sampai tuntas.

  • 5. Jangan membisu

  • Ada pula yang berdiam diri menyimpan persoalan dalam hati dengan anggapan waktu akan menyelesaikan ternyata malah menjadi panas yang terpendam di dalam. Suatu hari seperti gunung meletus lahar panas meluap keluar menerjang apa saja yang ada di hadapannya. Keadaan seperti ini lebih sulit diatasi. Ibarat bom meledak, menghancurkan segalanya. Bahtera perkawinan pun kandas.

  • Pasangan suami istri yang tidak pernah berselisih tidak bisa menguji apakah hubungan mereka kuat. Bila mereka dapat mengatasi perselisihan berarti cinta mereka lebih kuat daripada perbedaan pendapat mereka. Sebaliknya bila sebuah perselisihan menjadi awal dari perceraian, berarti cinta sudah pudar. Ada contoh tentang hal ini. Seorang suami marah karena istrinya tertarik kepada teman kerjanya. Sebaliknya dari membahas hal itu baik-baik, si istri meninggalkan suaminya, pulang ke rumah orang tuanya bersama anak-anaknya. Si suami yang masih mencintai istrinya berusaha sebaik mungkin memenangkan hati istrinya kembali. Dia juga iba kepada anak-anaknya yang masih kecil. Mereka tidak mengerti mengapa orang tuanya harus berpisah. Tetapi cinta yang bertepuk sebelah tangan tidaklah akan berhasil. Akhirnya mereka bercerai tanpa dapat menyelesaikan masalah itu dengan baik. Cinta si istri pudar ketika dia mengikuti keinginan hatinya.

  • Advertisement
  • Ada lagi contoh lain. Seorang suami berselingkuh dengan wanita lain. Istrinya menangis dalam hati namun dia tegar di luar. Dibahasnya masalah itu dengan sabar dan lapang dada. Dia menunjukkan kepada suaminya jalan pikirannya yang logis namun tegas. Bersama-sama mereka mengambil keputusan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Awalnya alasan si suami adalah demi kepentingan anak-anak mereka. Walaupun awalnya sulit untuk mengusir trauma yang mengganggunya, si istri menyibukkan diri untuk melupakan semua itu. Lambat laun mereka berhasil mengembalikan keharmonisan rumah tangga mereka.

  • Kedua contoh di atas menunjukkan hasil yang berlawanan. Bila kita memakai cara berselisih yang benar, rumah tangga akan selamat. Tetapi bila kita menurutkan hasrat kita sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan pasangan kita dan anak-anak kita, hancurlah biduk yang semula dibangun dengan cinta kasih. Sebetulnya pudar atau tidaknya api cinta sepasang pasutri dapat dikendalikan dengan kepala yang dingin dan pikiran yang jernih. Sayangnya ada orang yang tidak mempedulikan perasaan orang lain asalkan hatinya sendiri senang. Berdoalah bersama untuk mengatasi perselisihan dan untuk mengingatkan bahwa perkawinan adalah sakral.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Perselisihan Memperkuat Perkawinan

Dua orang yang berbeda pasti mempunyai pendapat berbeda dalam beberapa hal. Ini adalah lumrah dan tidak dapat dihindari.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr