Berbagai Cara Mencari Jodoh

Di zaman ini tidak saja orang dapat mencari jodoh dengan cara berkenalan secara langsung, tetapi juga melalui dunia maya.

6,763 views   |   shares
  • Bila usia sudah kepala tiga dan masih sendiri pasti ada kerisauan dalam hati karena belum juga bertemu jodoh yang didambakan. Hari ulang tahun dan tahun baru membawa stres, selain karena masih merayakannya seorang diri juga karena usia makin bertambah dan was-was jika harus menjalani hidup ini sendirian selamanya. Orang tua, saudara, kemenakan kecil-kecil yang mengelilingi dengan kasih sayang tidak dapat sepenuhnya menggantikan teman hidup. Banyak cara berkenalan dengan seseorang yang mempunyai kemungkinan menjadi pasangan. Di zaman ini tidak saja orang dapat mencari jodoh dengan cara berkenalan secara langsung, tetapi juga melalui dunia maya.

  • Di sekolah

  • Karena bertemu setiap hari tentu saja muda-mudi mempunyai kesempatan besar untuk menemukan pacar. Ada pasangan yang bertemu sejak sekolah dasar. Mereka berteman akrab, ke mana-mana bersama, akhirnya sesudah dewasa berpacaran dan menikah. Banyak pula yang berkenalan di perguruan tinggi, akhirnya menikah dan membina masa depan bersama.

  • Di klub

  • Banyak perkumpulan muda-mudi yang tidak saja memberikan ajang untuk kegiatan-kegiatan bersama seperti olah raga dan mengembangkan hobi tetapi juga untuk berkenalan dengan banyak teman. Dari sini orang-orang yang mempunyai minat dan kegemaran yang sama dapat bertemu dan mungkin menemukan persamaan-persamaan yang lain.

  • Di tempat kerja

  • Tidak jarang orang menemukan jodoh antara sesama teman kerja. Bertemu setiap hari membuat peribahasa orang Jawa "witing tresno jalaran soko kulino" (jatuh cinta karena sering bertemu) berlaku di sini. Ditambah pengalaman yang sama sehingga banyak bahan pembicaraan yang dapat dibahas.

  • Kencan buta

  • Melalui teman-teman atau bahkan orang tua, orang berkenalan dengan seseorang lain dan pergi berkencan. Ini pengalaman anak lelaki saya. Sehabis SMA teman-teman sekolahnya tersebar di berbagai kota. Dia merasa kehilangan mereka dan kesepian. Suatu hari ketika ke toko tempat saya bekerja dia melihat seorang gadis yang menarik. Dia menyatakan kepada saya keinginannya untuk berkenalan dengan gadis itu. Tetapi karena gadis itu dipindahkan ke departemen yang lain saya jarang dapat bertemu dia lagi. Sebaliknya di departemen saya ada seorang gadis yang baru masuk. Dia tak kalah menariknya dengan gadis yang pertama. Suatu hari secara iseng saya bertanya apakah dia mau pergi bersama anak saya sebagai teman. Tentu saja dengan tambahan "Dia anak yang baik." Pada hari yang ditentukan mereka pergi menonton dan makan. Tidak saya sangka-sangka hubungan mereka akhirnya menjadi serius dan dilanjutkan ke ajang perkawinan sampai lahir kedua cucu saya.

  • Advertisement
  • Di dunia maya

  • Orang-orang sekarang mencari jodoh di internet. Sebetulnya sama seperti dulu orang-orang menemukan teman koresponden melalui koran atau majalah. Bedanya dengan dunia maya orang dapat lebih cepat membina hubungan. Surel dapat melayang dalam sekejap walau tempat tinggal berbeda belahan dunia. Tidak seperti dulu harus menunggu pak pos beberapa hari. Bahayanya banyak orang yang tidak bertanggung jawab, hanya iseng, dan bahkan berniat jahat. Tidak sedikit pula yang berhasil mempertemukan sepasang manusia yang berbeda bangsa. "Asam di gunung, garam di lautan, akhirnya bertemu juga di belanga", kata pepatah dulu.

  • Melalui comblang

  • Ini kebiasaan orang zaman dulu yang menyerahkan pencarian jodoh anaknya melalui mak comblang. Si comblang inilah yang tugasnya memata-matai di mana ada anak perempuan atau anak lelaki yang cocok. Sesudah dia melaporkan penemuannya dan kedua pihak setuju, dibayarlah detektif jodoh ini. Di India ini menyangkut emas kawin dari pihak wanita yang harus dikompromikan lebih dulu sebelum kedua mempelai dapat bersanding di pelaminan.

  • Di mana saja orang dapat bertemu seseorang yang ternyata cocok untuk dijadikan teman hidup. Baik itu di tempat main bowling, maupun di warung kopi. Saya bertemu suami ketika mencari penghasilan tambahan dengan mengerjakan terjemahan komik-komik Marvel dan DC. Saya datang dan pergi menyerahkan terjemahan sementara dia bekerja di kantor penerbit itu sebagai penata letak dan penulis teks. Karena itu saya selalu berkata bahwa kami dipertemukan oleh Superman.

Bantu kami menyebarkan

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Berbagai Cara Mencari Jodoh

Di zaman ini tidak saja orang dapat mencari jodoh dengan cara berkenalan secara langsung, tetapi juga melalui dunia maya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr