Mau Nikah? Selesaikan Dulu Urusan yang Belum Selesai

Banyak hal yang harus Anda selesaikan sebelum menikah. Hindari mencuatnya pengalaman masa lalu yang belum selesai di awal biduk rumah tangga Anda nantinya.

10,483 views   |   8 shares
  • Pernikahan antara dua pribadi yang berbeda latar belakang harus dibangun secara matang. Banyak hal yang harus Anda selesaikan sebelum menikah, termasuk menyelesaikan urusan Anda dengan mantan pacar. Bila tidak sekarang, kapan lagi masalah yang ada harus diselesaikan? Sudah menjadi kewajiban Anda berdua untuk mengatasi masalah tersebut sampai tuntas, supaya tidak menjadi duri dalam daging di dalam pernikahan Anda. Menyelesaikan masalah dengan mantan pacar hanya salah satu dari beberapa masalah lain yang perlu Anda bereskan. Hindari mencuatnya pengalaman masa lalu yang belum selesai di awal biduk rumah tangga Anda nantinya. Simak uraian di bawah ini agar persiapan pernikahan Anda benar-benar prima.

  • 1. Masa lalu dengan mantan pacar

  • Sebelum membuat komitmen yang serius untuk menikah, pastikan Anda dan pasangan bersih dari hubungan cinta masa lalu. Termasuk di dalamnya bila ada pinjam-meminjam baik barang maupun uang. Tidak jarang pula di saat masih bersama, ada janji-janji yang belum terpenuhi, selesaikanlah dengan baik. Beberapa pasangan yang mampu secara finansial sering kali membuat tabungan bersama. Beberapa lainnya mulai mengambil kredit rumah ketika berpacaran. Sering kali, ketika keputusan untuk menabung bersama atau kredit rumah dibuat, tidak pernah dibahas apa yang harus dilakukan bila hubungan cinta mereka kandas di tengah jalan. Bila hal ini benar adanya, maka penyelesaiannya bisa menjadi rumit. Seberapapun sulitnya persoalan itu, Anda berdua harus membereskannya. Mungkin saja akan timbul kerugian materi dalam prosesnya, tetapi itu lebih baik daripada membiarkannya tanpa solusi.

  • 2. Ungkapkan apa adanya

  • Kejujuran adalah hal utama dalam hubungan. Pastikan Anda dan pasangan mengetahui luar dalam pribadi masing-masing tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika ada hal yang harus diungkapkan pada pasangan segera katakan. Pergaulan di zaman modern seperti sekarang ini ada banyak kemungkinan dapat terjadi dalam proses perkencanan mereka. Pemahaman yang dangkal tentang nilai-nilai moralitas serta pendidikan seksual yang minim sering berakibat terjadinya hubungan seks sebelum menikah. Tidak jarang kejadiannya bahkan lebih serius lagi yaitu adanya pengguguran kandungan. Nah, bila hal-hal tersebut terjadi pada Anda, masihkah Anda harus jujur? Jawabannya jelas "YA". Kejujuran memiliki nilai yang sangat tinggi dan semua orang mengakuinya. Mereka yang berani jujur sebenarnya telah bergumul dalam jiwanya dan merasakan penyesalan yang mendalam. Bukanlah sesuatu hal mudah mengungkapkan masa lalu yang buruk dengan orang yang sangat dicintai dengan risiko hubungan percintaan mereka akan kandas. Dalam banyak kasus, kejujuran akan menghasilkan harapan yang indah di mana hubungan keduanya berakhir di pelaminan.

  • Advertisement
  • 3. Bahaslah profesi masa depan

  • Anda sering mendapati bahwa ada jenis-jenis pekerjaan yang menyita banyak waktu, tingkat stres yang tinggi sekaligus pendapatan yang diterimanya. Profesi di bidang hukum, perbankan, manufacturing, hotel, film, dan beberapa lainnya membutuhkan jam kerja yang panjang. Profesi di bidang marketing mempunyai tingkat stres yang tinggi. Kenali dan pahami keadaan ini. Bila ada kesepakatan untuk mencoba profesi yang lain setelah menikah, persiapkan segala sesuatunya agar mampu bersaing di bursa kerja. Perhatikan, selain skill, usia merupakan unsur yang penting dalam pasar kerja di Indonesia. Bila calon Anda adalah seorang wirausahawan, perhatikan pola kerjanya. Banyak orang sering beranggapan bahwa mengelola usaha sendiri akan menyisakan banyak waktu untuk keluarga, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Justru wirausahawan mempunyai 24 jam kerja, tidur pun dia memikirkan bagaimana dia dapat membangun usahanya menjadi berhasil. Bahas profesi masing-masing setelah menikah dan terimalah apapun pilihan profesi pasangan hidup Anda.

  • 4. Tanggung jawab keuangan

  • Masalah keuangan sangat sensitif. Selesaikan segala utang piutang Anda dengan pihak lain sebelum menikah. Seandainya tidak bisa diselesaikan segera, buatlah kesepakatan dengan pasangan mengenai siapa penanggung jawabnya. Masalah keuangan ini juga menyangkut tabungan sebelum dan sesudah menikah, penghasilan pasangan dan sebagainya.

  • 5. Lingkupan keluarga

  • Ketika menikah Anda tidak hanya menikahi pasangan tetapi juga keluarganya. Karena itu hubungan Anda dengan keluarga pasangan atau sebaliknya sangat penting. Jika ada masalah mengganjal segera selesaikan dengan jalan terbaik. Restu keluarga sangat menentukan jalan Anda berdua menuju pelaminan.

  • 6. Catatan kesehatan

  • Jujur mengenai riwayat kesehatan Anda akan membuat sepasang kekasih siap sedia menerima segala risiko setelah menikah. Anda pun tidak terbebani dan dapat melangsungkan pernikahan dengan persiapan yang matang luar dalam.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Mau Nikah? Selesaikan Dulu Urusan yang Belum Selesai

Banyak hal yang harus Anda selesaikan sebelum menikah. Hindari mencuatnya pengalaman masa lalu yang belum selesai di awal biduk rumah tangga Anda nantinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr