Pentingnya Pemberian ASI dan MPASI pada Bayi

Ketika menyusui para ibu tidak hanya sekadar memberikan makanan terbaik untuk bayinya, tetapi juga memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayinya.

4,110 views   |   8 shares
  • Semua orang sudah banyak yang mengetahui bahwa makanan terbaik untuk bayi adalah ASI, tidak ada yang dapat menggantikan ASI meskipun susu formula kualitas terbaik sekalipun. Ketika menyusui para ibu tidak hanya sekadar memberikan makanan terbaik untuk bayinya, tetapi juga memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayinya.

  • Pemberian ASI sebaiknya dilakukan kurang dari 1 hari setelah kelahiran, ASI yang pertama keluar harus langsung diminumkan kepada bayi karena cairan berwarna kuning (colostrum) berfungsi sebagai nutrisi bagi sistem kekebalan tubuh bayi supaya tahan terhadap berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus.

  • Dari sekian banyak fakta menjelaskan bahwa bayi yang terbiasa mengonsumsi ASI sejak lahir akan tumbuh menjadi lebih pintar, cerdas, cekatan, dan lebih sehat daripada bayi lainnya yang hanya terbiasa dengan susu formula. Perlu diketahui pula, jika bayi diberikan ASI eksklusif sejak lahir, maka ketika dia mengalami sakit akan lebih cepat proses penyembuhannya daripada bayi tanpa ASI.

  • ASI sebaiknya diberikan secara eksklusif kepada bayi sampai usia enam bulan tanpa ada makanan tambahan apapun. Setelah itu, biasanya zat nutrisi dan kebutuhan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak bisa mencukupi lagi, dan pada kesempatan inilah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) boleh diperkenalkan.

  • Perlu diketahui bersama pula bahwa terlambat dalam memperkenalkan MPASI kepada bayi juga memiliki beberapa risiko. Dikutip dari tabloid ibu dan anak, berikut ini adalah beberapa hal yang sering kali terjadi apabila terjadi keterlambatan dalam pengenalan MPASI kepada bayi, yaitu:

    1. Gangguan fungsi pencernaan pada mulut, kesulitan menghisap, mengunyah, menelan sehingga waktu makan jadi lebih lama.

    2. Gangguan fungsi saraf, terjadi keterlambatan dalam berbicara.

    3. Menjadikan kebiasaan secara tidak sadar, anak menjadi suka pilih-pilih makanan atau susah makan.

    4. Pengeluaran air liur secara berlebihan.

  • Sedangkan fungsi pengenalan MPASI secara dini:

    1. Mampu mendukung perkembangan penginderaan mulai dari pengecapan, peraba, penciuman, pendengaran, penglihatan.

    2. Mengenal makanan dengan berbagai macam variasi warna, rasa, tekstur, dan suhu.

    3. Dengan pengenalan makanan secara tepat, dapat mendukung tumbuh kembang dan kematangan sistem otak, kematangan sosial, kemandirian, dan kedisiplinan anak.

  • Selanjutnya bayi yang berumur lebih dari 6 bulan sudah sanggup memakan makanan dengan bahan yang agak kasar, menggunakan sendok serta dengan mudah minum dari gelas.

  • Advertisement
  • Dianjurkan kepada para ibu supaya tetap memberikan ASI selama 2 tahun secara penuh meskipun bayi sudah bisa makan makanan bernutrisi selain ASI, untuk itu demi menjaga kandungan nutrisinya para ibu menyusui hendaknya memakan makanan bergizi setiap hari dan yang dapat melancarkan ASI untuk mengimbangi nutrisi yang diperlukan ibu dan bayi. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan yang dapat memperlancar ASI yaitu ikan lele, patin, daun katuk, dan jagung. Sedangkan untuk menghasilkan ASI yang berkualitas para ibu harus banyak makan buah dan sayuran, serta para ibu juga dianjurkan untuk melengkapinya dengan nutrisi tambahan seperti multivitamin dan susu khusus ibu menyusui.

  • Pengenalan nutrisi kepada setiap orang tua harus diutamakan supaya tetap memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Berikut ini beberapa contoh nutrisi yang wajib terkandung didalam setiap makanan bayi, diantaranya:

    1. Tinggi kalsium, berfungsi sebagai nutrisi untuk pemadat dan pertumbuhan tulang sehingga anak akan tumbuh tinggi dengan tulang yang kuat.

    2. Prebiotik FOS mudah cerna, berfungsi sebagai pembantu perkembangan fungsi saluran cerna yaitu membentuk fungsi pencernaan supaya lebih optimal, mulai dari menghancurkan hingga menghisap sari-sari makanan yang berguna untuk tubuh.

    3. Zat besi, kolin, omega 3, dan omega 6 berfungsi untuk menstimulasi perkembangan otak, sehingga bayi bisa mulai memperkerjakan otaknya untuk berpikir, dan mengenali lingkungan sekitar dengan baik.

    4. Vitamin dan mineral yang mendukung tumbuh kembang fisik, berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh supaya tidak mudah terserang penyakit akibat kekurangan vitamin.

  • Dan berikut ini contoh MPASI yang telah pernah dipraktikkan, yang di dalamnya banyak terkandung nutrisi penting untuk bayi, sediakan brokoli, bayam, wortel, tomat, jagung, daging sapi, ikan salmon, teri, dan nasi. Seluruh bahan makanan tersebut diolah dengan cara di-tim supaya kandungan nutrisinya tidak hilang. Kemudian untuk buah-buahan yang aman dan baik untuk pencernaan bayi adalah pisang dan alpukat karena mempunyai tekstur yang lembut juga kaya nutrisi.

  • Bayi kita adalah karunia terindah yang pernah kita terima. Oleh karena itu, proses pemberian nutrisi terbaik sebaiknya dilakukan sejak dini bahkan dimulai dari awal masa kehamilan sampai lewat usia balita. Dengan pemberian perhatian tersebut akan membuat anak dapat tumbuh dengan pola pikir yang seimbang, lebih cerdas, dan tubuh anak bisa tumbuh dengan baik. Semua orang tua pasti mengharapkan hal ini, maka dari itu orang tua hendaknya memperhatikan asupan gizi untuk ibu dan bayinya secara teliti dan tepat.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Pentingnya Pemberian ASI dan MPASI pada Bayi

Ketika menyusui para ibu tidak hanya sekadar memberikan makanan terbaik untuk bayinya, tetapi juga memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr