6 Tips untuk Mencegah Bocornya Keuangan Anda

Belum juga akhir bulan saldo di rekening bank sudah ludes. Ingatkah Anda ke mana larinya uang? Anda harus mendisiplinkan diri untuk merekam jejak arus uang yang keluar sehari-hari, agar bisa mengerem bocornya keuangan Anda.

28,679 views   |   37 shares
  • Belum juga akhir bulan saldo di rekening bank sudah ludes. Ingatkah Anda ke mana larinya uang? Wah gawat, penghasilan rasanya seperti hanya 'numpang lewat' saja. Barulah disadari bahwa pengeluaran lebih besar dari gaji yang diperoleh selama ini. Bagaimana caranya agar semuanya bisa dikendalikan? Tidak ada cara lain kecuali harus segera mengubah cara mengatur keuangan guna menghindari penghasilan yang hanya numpang lewat.

  • Anda harus mendisiplinkan diri untuk merekam jejak arus uang yang keluar sehari-hari, agar bisa mengerem bocornya keuangan Anda. Mencatat pengeluaran Anda selama 30 hari memang tidak mudah tapi ini menjadi tantangan bagi Anda. Bila berhasil melakukannya akan memberi dampak positif. Keuangan Anda akan membaik dan sekaligus tidak ada lagi rasa bersalah atas pengeluaran yang tidak terkontrol.

  • 1. Rajin mencatat pengeluaran

  • Sebenarnya mengelola keuangan itu dimulai dari rajin mencatat pengeluaran rutin selama sebulan. Dengan cara ini Anda akan memiliki potret pengeluaran lengkap sehingga bisa membuat anggaran yang disesuaikan dengan penghasilan Anda. Setelah Anda mendapat gaji perlu sisihkan terlebih dahulu untuk pengeluaran rutin karena itu adalah kewajiban yang harus dibayar setiap bulan. Kemudian Anda dapat merencanakan menabung atau membayar hutang. Kedua hal itu Anda bisa rancang sesuai dengan kemampuan penghasilan setelah dikurangi pengeluaran rutin. Ketekunan Anda mencatat pengeluaran harian akan mencegah gaya hidup yang terlalu berlebihan. Mulai sekarang lebih tekadkan diri Anda untuk mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan alihkan menjadi tabungan.

  • 2. Bijaksana memilih investasi atau tabungan

  • Sebelum Anda mengambil keputusan untuk berinvestasi sebaiknya bicarakan dahulu dengan pasangan, bila Anda sudah menikah. Banyak orang sering melakukan kesalahan fatal karena tidak memahami pos anggaran yang tepat, akhirnya hanya meraba-raba untuk tabungan dan investasi. Contohnya ketika Anda memilih untuk berinvestasi di properti yang dapat menghabiskan hampir separuh dari penghasilan Anda untuk membayar KPR hingga akhirnya tidak ada lagi uang untuk tabungan Anda. Dalam hal ini Anda perlu bersikap fleksibel dalam mengelola keuangan Anda. Berapa pun penghasilan Anda sebetulnya bisa menabung asalkan mau menyesuaikan gaya hidup Anda dan selalu menentukan prioritas pembelian berdasarkan kebutuhan.

  • 3. Hindari gaya hidup konsumtif

  • Karena dalam kenyataannya meskipun Anda mengetahui pos mana yang harus diperkecil, sering kali Anda justru 'kebobolan' lantaran tidak bisa mengatasi dorongan emosi untuk belanja hal-hal yang kurang penting. Dalam kehidupan saat ini perlu Anda waspadai sikap belanja secara jor-joran yang biasanya dipicu oleh kurangnya rasa bersalah setelah berbelanja. Seseorang bisa sewenang-wenang membelanjakan uangnya jika merasa mendapatkannya dengan mudah. Acapkali ada orang yang mencari uang dengan susah payah biasanya ia cenderung lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uangnya. Perlu pengendalian diri Anda untuk tidak boros dan berlebihan yang lebih mengutamakan keinginan dari pada kebutuhan. Perilaku ini bisa menjebak Anda dalam kehidupan yang hedonis yaitu gaya hidup yang mementingkan materi dan kemewahan.

  • Advertisement
  • 4. Pendidikan dalam penggunaan uang

  • Di dalam keluarga Anda, ada baiknya mendidik anak pada masa kecilnya untuk bijaksana dalam mengatur uang dan budaya menabung. Perilaku hemat dan sederhana penting diajarkan sejak dini agar anak tahu membelanjakan uangnya. Dengan begitu anak Anda bila sudah dewasa dia tahu prioritas dalam menggunakan uang yang dimilikinya.

  • 5. Bagaimana seharusnya belanja yang sehat

  • Dalam hal ini Anda harus sadar bagaimana belanja yang menggunakan akal sehat. Maksudnya Anda bisa membedakan mana yang lebih penting, keinginan atau kebutuhan. Adalah perlu bagi Anda untuk tahu bahwa keinginan itu diciptakan oleh diri Anda sendiri dan distimulasi oleh pramuniaga atau si penjual lewat iklan atau pergaulan dengan teman-teman Anda. Jadi sebaiknya membeli dengan kesadaran tinggi agar tidak menyesalinya.

  • 6. Perlu untuk tahu prioritas

  • Sebagai orang berpenghasilan agar kantong tidak ludes Anda perlu mengerem keinginan dan melihat prioritas agar Anda bisa menyesuaikan diri dengan kemampuan keuangan. Jika keuangan belum mencukupi harus ada kemauan untuk menurunkan pilihan pada barang alternatif lain yang lebih terjangkau bagi kantong Anda.

  • Bila Anda dapat melakukan hal-hal tersebut di atas niscaya hidup Anda dapat bersenang-senang tanpa rasa bersalah karena telah melakukan yang benar dan terbaik. Ingat sebuah peribahasa mengatakan 'berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian' Anda perlu bersusah-susah dahulu dan menikmati kesenangan di kemudian hari.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

6 Tips untuk Mencegah Bocornya Keuangan Anda

Belum juga akhir bulan saldo di rekening bank sudah ludes. Ingatkah Anda ke mana larinya uang? Anda harus mendisiplinkan diri untuk merekam jejak arus uang yang keluar sehari-hari, agar bisa mengerem bocornya keuangan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr