Bila Remaja Putri Anda Stres

Bukan hanya orang dewasa yang dapat merasa stres.

2,229 views   |   shares
  • Bukan hanya orang dewasa yang dapat merasa stres. Di mulai dari usia sekolah anak-anak dapat merasa stres. PR yang terlalu banyak, pergaulan di sekolah, tugas-tugas di rumah, semua itu dapat membebani anak-anak sehingga merasa stres. Mungkin suatu hari putri Anda mengeluh dia stres. Setengah tidak percaya Anda bertanya dalam hati, "Di usia 13? Dia masih terlalu muda untuk mengenal stres!" Namun sebelum Anda mencetuskan pendapat itu, pertimbangkan beberapa alasan mengapa seorang anak gadis yang masih belia dapat merasa stres.

  • Apa yang terjadi?

  • Perubahan jasmani

  • Pertumbuhan yang pesat di masa awal remaja bisa menyebabkan seorang gadis merasa cemas. Terutama kalau dia lebih awal dari teman-teman sebayanya. "Dulu saya gadis pertama yang harus memakai kutang, dan saya merasa kurang nyaman dengan diri saya sendiri," kata Ana yang kini berusia 20 tahun. "Dibanding teman-teman sebaya, saya menganggap diri saya aneh." Begitu pun remaja putri yang terlambat perkembangannya, dia mungkin akan merasa tidak normal. Sementara teman-temannya mulai menunjukkan kegenitannya, dia masih suka bermain congklak.

  • Perubahan emosi

  • Karen, yang kini berusia 17, mengenang, "Sungguh tidak menyenangkan, saya tidak tahu mengapa saya merasa bahagia sepanjang hari, dan kemudian di malam hari saya menangis sedih. Saya tidak tahu apa yang salah pada diri saya. Sepertinya emosi saya tidak terkendali." Karen tidak menyadari bahwa hormonnya mengalami perubahan. Terutama menjelang menstruasi seorang wanita dapat mengalami gejolak emosi yang diakibatkan perubahan hormonnya. Hal ini disebut PMS kependekan dari Pre-Menstrual Syndrome atau gejala menjelang menstruasi.

  • Menstruasi

  • "Walaupun ibu sudah memberitahu saya, ketika saya pertama kali mendapat menstruasi saya bingung," kata Kasha seorang remaja, "Saya mandi tujuh kali sehari karena saya merasa kotor. Belum lagi ditambah oleh ketiga kakak lelaki saya yang akan menggoda saya habis-habisan. Mereka menganggap penderitaan saya itu sesuatu yang lucu."

  • Tekanan sosial

  • Maria, yang kini berusia 18, mengatakan, "Waktu saya berusia 12 sampai 14 tahun, tekanan teman-teman sebaya sangat kuat. Anak-anak di sekolah saya bersikap jahat kepada siapa pun yang tampak berbeda." Anita yang berusia 14 berkata, "Seusia saya ini, merasa diterima oleh kelompok teman-teman sangatlah penting, dan jangan sampai merasa dibedakan karena perasaan itu sangat mengganggu."

  • Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Advertisement
    • Anjurkan anak Anda untuk berbicara tentang pikiran dan perasaan yang mengganggunya. Mula-mula dia mungkin enggan berbicara. Tetapi bersabarlah dan dengarkan baik-baik bila dia berbicara, jangan banyak berkomentar.

    • Anggap stres anak Anda serius. Ingat, dia tidak berpengalaman sebanyak Anda, dan karena itu dia tidak bisa membandingkannya dengan pengalamannya yang lain, apa lagi menggunakan keterampilan untuk mengatasinya.

    • Jangan membebani putri Anda dengan terlalu banyak kegiatan di luar sekolah. Les balet, kursus menjahit, latihan menyanyi, paduan suara, memang sangat baik untuk dipelajari. Namun PR dari sekolah saja sudah bertumpuk memenuhi waktunya. Anak-anak remaja yang mempunyai jadwal kegiatan terlalu padat menunjukkan gejala stres seperti sakit kepala dan sakit perut.

    • Pastikan putri Anda cukup istirahat. Hal nomor satu yang dilalaikan putri Anda adalah tidur yang cukup. Sayangnya dengan kurang tidur, kemampuan putri Anda untuk berpikir dan juga untuk mengusir stres akan berkurang. Biasakan dia tidur pukul 10 malam paling larut supaya mendapat 8 jam tidur yang diperlukan tubuh dan otaknya.

    • Bantulah putri Anda mencari jalan untuk menghilangkan stres. Bagi sebagian gadis, gerak badan dapat mengurangi stres. Sebagian lainnya menulis buku harian untuk mengendalikan stres. "Semasa remaja," kenang Riri, "Saya suka menulis tentang masalah yang tidak dapat saya pecahkan. Ini membantu saya memahami bagaimana sesungguhnya perasaan saya tentang masalah itu. Sesudah itu mudah rasanya untuk memecahkannya atau melupakannya." Ajaklah remaja putri Anda berolahraga di akhir pekan bersama keluarga.

    • Berikan teladan. Bagaimana cara Anda menghadapi stres? Apakah Anda berusaha menanggulangi lebih dari yang dapat Anda tangani dan kemudian panik ketika tidak dapat menyelesaikannya? Apakah Anda lelah karena bekerja terlalu banyak, sehingga melalaikan hal-hal yang lebih penting dalam hidup ini? Ingatlah remaja Anda mencari panutan pada diri Anda, dalam hal baik maupun dalam hal yang buruk.

Bantu kami menyebarkan

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Bila Remaja Putri Anda Stres

Bukan hanya orang dewasa yang dapat merasa stres.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr