15 Gagasan untuk Menjadi Orang Tua bagi Anak Remaja Dewasa yang Masih Tinggal di Rumah

Anak remaja yang sudah dewasa bukanlah anak kecil lagi, tetapi orang dewasa yang masih tinggal di rumah. Apakah mereka akan kuliah full-time atau bekerja, anak remaja dewasa perlu merasa bahwa mereka dapat menegaskan kebebasan mereka sendiri.

2,272 views   |   8 shares
  • Memiliki anak yang sudah dewasa dan masih tinggal di rumah adalah suatu masa transisi baik untuk orangtua dan juga untuk anak. Berikut adalah lima belas gagasan yang dapat membantu.

  • Anak remaja yang sudah dewasa bukanlah anak kecil lagi, tetapi orang dewasa yang masih tinggal di rumah. Apakah mereka akan kuliah atau bekerja, anak remaja dewasa perlu merasa bahwa mereka dapat menegaskan kebebasan mereka sendiri. Tapi mereka masih harus tetap memegang tanggung jawab dan akuntabilitas mereka untuk menjadi bagian dari keluarga. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa 53 persen remaja dewasa usia 18-24 masih tinggal di rumah, dari situs

  • Berikut adalah 15 gagasan untuk membantu orang tua dalam masa transisi dalam kehidupan remaja dewasa.

  • Perlakukan dia seperti orang dewasa

  • Dia bukan lagi seorang anak kecil dan melakukan hal-hal yang lebih penting seperti kuliah dan bekerja. Dia belum dewasa secara matang dan jangan diperlakukan seperti orang dewasa. Dia perlu merasa seperti dia bisa bertindak selayaknya anak seumurnya dan masih memiliki kebebasan.

  • Biarkan dia punya aturan sendiri

  • Sebagai orang tua, ini adalah hal yang paling sulit saya terima dengan putri saya sendiri yang berusia 19 tahun. Jika putra atau putri Anda tinggal di rumah, biarkan dia menetapkan aturannya sendiri. Bukan berarti dia bisa memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi berarti memberikan kesempatan untuk menggunakan kebebasannya dengan bertindak seperti orang dewasa dengan mengatur tugas, jam malam, dan pekerjaan rumahnya sendiri.

  • Libatkan dia dalam keluarga

  • Anak remaja dewasa memiliki kehidupan sendiri, tetapi karena mereka masih tinggal di rumah, adalah ide yang bijaksana untuk tetap melibatkan dia dalam acara keluarga. Mungkin dia punya rencana lain, tapi ini menunjukkan bahwa dia masih bagian dari keluarga.

  • Beri dia tugas rumah

  • Jika dia tinggal di rumah, dia masih bagian dari keluarga Anda, yang berarti dia memiliki sebuah ruangan, menggunakan kamar mandi, makan di dapur dan menonton televisi. Karena itu, dia harus tetap diberikan tugas. Duduk dan berbicara dengannya tentang sekolahnya atau jadwal kerja adalah ide yang baik, sehingga Anda berdua tahu apa yang dapat dia capai secara realistik tanpa membebaninya.

  • Mendorong dia

  • Tidak masalah mengapa dia masih tinggal di rumah, pujilah dia untuk etika kerjanya yang baik atau saat ia membuat pilihan yang baik yang sangat penting untuk pertumbuhannya. Mendorong perkembangannya untuk menjadi dewasa adalah cara yang baik untuk menanamkan rasa percaya diri dan harga diri saat dia berdiri sendiri.

  • Advertisement
  • Jangan biarkan dia mengontrol Anda

  • Anda masih orangtuanya. Jika Anda tidak ingin sekelompok anak-anak kuliah begadang sampai jam satu atau jam dua pagi, beritahu dia. Jika dia di rumah, pastikan bahwa dia melakukan suatu pekerjaan atau pergi kuliah dan bukan hanya numpang hidup.

  • Berikan dia sedikit kelonggaran dalam kebebasannya

  • Suatu hari, dia akan pergi, tapi berusaha untuk menahan dia di rumah karena Anda ingin mengontrol kebebasannya dapat merusak pertumbuhannya. Tugas Anda, sebagai orangtua, adalah untuk membesarkannya dengan baik dan kemudian membiarkan dia terbang untuk menciptakan kehidupan barunya- jauh dari rumah.

  • Biarkan dia membeli pakaian dan perlengkapannya sendiri

  • Jika ia memiliki pekerjaan, tidak ada alasan mengapa dia tidak bisa membeli perlengkapannya sendiri. Saat dia berdiri sendiri, ia harus membeli pakaian, makanan, perlengkapan sekolah dan keperluan lainnya sendiri. Jadi, biarkan dia bertanggung jawab untuk hal-hal itu.

  • Menuntut biaya sewa rumah darinya

  • Ini adalah topik yang sangat sensitif. Di satu sisi, Anda ingin dia hidup mandiri, menjalani hidup sendiri. Di sisi lain, Anda senang bahwa dia masih tinggal di rumah. Jika muncul situasi seperti dia tidak mau pergi sekolah, maka ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk memberinya ultimatum, menurut sekolah dan tinggal di rumah gratis, atau dia harus bayar sewa rumah. Jika dia tidak mau sekolah, mungkin sudah saatnya bagi dia untuk pindah dari rumah.

  • Beri dia jangka waktu

  • Jika ia tidak memiliki keinginan untuk pindah, mungkin ide yang baik untuk menetapkan jangka waktu. Tujuannya adalah untuk membantu dia untuk bisa mandiri. Biarkan dia menetapkan waktunya, dan ketika saatnya tiba, tegaskan perjanjian itu.

  • Tetapkan batasan-batasan

  • Jika dia menggunakan mobil keluarga, tetapkan batasan waktu kapan dan untuk alasan apa dia bisa menggunakan mobil itu. Jika dia memiliki pekerjaan, pastikan dia membantu untuk membayar bensin dan merawat kendaraan tersebut.

  • Sabar

  • Jika anak remaja dewasa Anda sudah berusia lebih dari 21 tahun dan masih tinggal di rumah, Anda mungkin sudah siap untuk menjambak rambut Anda sendiri. Bersabarlah. Jika Anda membiarkan dia untuk beralih transisi dari seorang anak ke seorang remaja dewasa dengan sendirinya, dia akan lebih siap untuk menangani dunia nyata. Hanya saja jangan biarkan dia tinggal di rumah untuk jangka waktu yang terlalu panjang.

  • Bantulah dia dengan bimbingan

  • Advertisement
  • Jika dia belum pindah, mungkin dia hanya perlu dorongan yang lembut. Bicaralah padanya tentang kekhawatirannya dan bantu dia untuk meringankan beberapa kekhawatirannya. Yakinkan dia bahwa mengambil langkah ini adalah hal terbaik untuknya.

  • Biarkan dia terbang

  • Jika dia masih tinggal dengan Anda saat dia sudah berusia 25 tahun, maka mungkin Anda, sebagai orangtua, harus memotong talinya dan membiarkan dia terbang. Jika dia diperbolehkan untuk tinggal di bawah sayap Anda, mungkin dia tidak akan pernah mau meninggalkan sarangnya. Sebuah getaran halus dari pohon mungkin satu-satunya cara untuk membuat dia dapat berdiri sendiri.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “15 tips for parenting young adults at home” karya Julia Nielsen.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Julia Nielsen is currently parenting three kids with pitfalls and pleasures. She is the co-author of two published books in "The Crystal Locket" series, with her father, and has freelanced for 15 years. check out her blog: http://jewelswrites.blogspo

15 Gagasan untuk Menjadi Orang Tua bagi Anak Remaja Dewasa yang Masih Tinggal di Rumah

Anak remaja yang sudah dewasa bukanlah anak kecil lagi, tetapi orang dewasa yang masih tinggal di rumah. Apakah mereka akan kuliah full-time atau bekerja, anak remaja dewasa perlu merasa bahwa mereka dapat menegaskan kebebasan mereka sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr