Membagi Waktu dengan Bijak

Orang kaya maupun miskin mempunyai waktu yang sama banyaknya.

4,095 views   |   1 shares
  • "Kalau saja aku punya waktu lebih banyak!" Kita sering mendengar keluhan seperti ini. Jika dipikirkan, waktu adalah sesuatu yang sama rata dimiliki orang sejagad raya. Orang kaya maupun miskin mempunyai waktu yang sama banyaknya. Tidak ada orang yang dapat menabung waktunya. Sekali waktu kita hilang, akan hilang selamanya. Karena itu kalau kita bijak, kita hendaknya pandai-pandai mengatur waktu. Bagaimana caranya? Pertimbangkan beberapa strategi di bawah ini yang sudah membantu banyak orang dalam mengatur waktu mereka dengan bijaksana.

  • Prioritas

  • Siapkan daftar untuk hal-hal yang penting atau mendesak. Ingatlah sesuatu yang penting, misalnya membeli makanan untuk makan malam, mungkin tidaklah mendesak. Dan sesuatu yang mendesak, misalnya saat dimulainya tayangan televisi yang kita gemari, mungkin tidaklah penting.

  • Pikirkan lebih dulu

  • Dengan merancang sebelumnya, kita dapat memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya. Kesampingkan atau hapuslah tugas-tugas yang kurang penting, yang hanya menghabiskan waktu dan tenaga. Jika kita mempunyai waktu karena tugas kita sudah selesai, mengapa kita tidak mengerjakan tugas yang selanjutnya. Dengan perencanaan, kita meningkatkan produktivitas.

  • Sederhanakan hidup

  • Belajarlah untuk mengatakan tidak bagi hal-hal yang kurang penting atau yang tidak ada artinya selain menghabiskan waktu. Misalnya duduk nonton televisi berjam-jam menghabiskan waktu. Harus ada batas untuk hal-hal seperti itu, mungkin satu atau dua jam sehari bila waktu memungkinkan. Terlalu banyak kegiatan dan janji dapat menambah stres yang tidak semestinya dan dapat merampas sukacita. Memang ada bagusnya mengisi waktu supaya kita tidak merasa iseng dan terlibat dalam kegiatan yang buruk, namun segala yang terlalu banyak tidaklah baik.

  • Kerjakan dua hal sekaligus

  • Sambil menyelam minum air, kata peribahasa kita. Lakukan dua kegiatan pada waktu yang sama. Misalnya kita harus menjaga anak, janganlah melakukannya sambil tidur, nanti anak jatuh kita masih tak sadar. Lebih baik kita bersenam atau yoga sambil mengawasi anak-anak. Atau bila kita harus menunggu lama di ruang tunggu dokter, bawalah rajutan atau kerjakanlah sesuatu di internet, entah membayar tagihan atau menghubungi teman lama. Tidak ada yang lebih menjemukan daripada menunggu berjam-jam tanpa berbuat apa-apa, waktu terasa makin lama berlalu. Begitu pun bila kita ingin menonton tayangan televisi kesayangan kita, jangan hanya tiduran di sofa, lakukan senam atau lebih praktis lagi taruhlah alat olahraga seperti sepeda statis atau treadmill di depan televisi. Kita akan terdorong berolahraga, karena tanpa terasa sambil mengikuti jalannya cerita tak disangka-sangka kita sudah lari 3 kilometer.

  • Advertisement
  • Jaga keseimbangan

  • Tanpa keseimbangan, antara bekerja, rekreasi, dan tidur, hidup kita akan kacau. Diperlukan tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan. Diperlukan rekreasi untuk mengurangi stres. Semua ini memerlukan pembagian waktu yang beres. Jangan karena bekerja terus menerus badan kita menjadi korban, keluarga kita terbengkalai.

  • Suka menunda-nunda

  • Kebiasaan menunda-nunda tugas merampas waktu dan produktivitas. Seorang petani yang menunggu sampai cuaca cerah dan indah tidak akan pernah menabur benih atau menuai panennya. Begitu pula kita tidak dapat membiarkan hal-hal yang tidak terduga dalam hidup ini membuat kita bimbang dan ragu. Atau kita mungkin merasa bahwa kita harus menunggu sampai kita memperoleh semua informasi sebelum kita mengambil keputusan. Supaya yakin semua keputusan yang penting membutuhkan penelitian dan pertimbangan. Tetapi kenyataannya banyak keputusan mencakup sedikit keraguan.

  • Perfeksionisme

  • Hindarilah membuang-buang waktu karena menuntut segalanya untuk menjadi sempurna. Tentu saja standar yang tinggi patut dipuji. Namun kadang-kadang kita menetapkan standar yang begitu tinggi sehingga kita mengundang kekecewaan dan kegagalan. Seseorang yang mempelajari suatu bahasa misalnya, harus mempersiapkan diri akan membuat kesalahan, menyadari bahwa dia akan belajar dari kesalahannya itu. Tetapi seorang perfeksionis akan gemetar takut bahwa dia akan mengatakan sesuatu yang salah, suatu sikap yang akan menghalangi kemajuannya. Alangkah baiknya kalau kita dapat menjadi rendah hati dan sederhana dalam menerapkan pengharapan kita. Dan biasanya orang yang rendah hati dapat menertawakan dirinya bila mengalami kegagalan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Membagi Waktu dengan Bijak

Orang kaya maupun miskin mempunyai waktu yang sama banyaknya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr