Hidup Tanpa Televisi

Pernahkah Anda berpikir, “Jika kita berhenti atau mengurangi waktu kita di depan televisi, apa yang akan kita lakukan sebagai keluarga?”

3,447 views   |   1 shares
  • Banyak orang tua merasa khawatir tentang kualitas program televisi yang ditayangkan akhir-akhir ini. Banyak program televisi yang seolah-olah mengajarkan bahwa bersikap kejam, memberontak dan perilaku menyimpang lainnya adalah hal yang normal dan bahkan patut ditiru.

  • Pernahkah Anda berpikir, "Jika kita berhenti atau mengurangi waktu kita di depan televisi, apa yang akan kita lakukan sebagai keluarga?" Berhenti sepenuhnya dari menonton televisi mungkin terdengar terlalu mustahil, tetapi mengurangi beberapa jam saja dalam sehari sudah merupakan suatu kemajuan besar bagi keluarga Anda. Anda akan terkejut melihat bahwa ada begitu banyak hal positif yang dapat memperkuat hubungan keluarga Anda ketika Anda sekeluarga berkomitmen untuk mengurangi waktu di depan televisi. Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat Anda gunakan sebagai kegiatan alternatif dari menonton televisi.

  • Tidur

  • Bagi orang tua yang masih memiliki bayi atau balita, tidur adalah suatu kemewahan tersendiri. Merawat anak-anak kecil yang masih sangat bergantung pada kita adalah pekerjaan penuh waktu yang walaupun sangat membahagiakan tetapi juga sangat melelahkan. Herannya banyak orang tua yang segera setelah bayinya tidur atau anaknya berhenti bersikap rewel, malah menghabiskan waktu di depan televisi alih-alih tidur. Jadilah teladan yang baik bagi anak-anak Anda dan kurangilah waktu Anda di depan televisi. Matikan televisi dan tidurlah. Pikirkan energi Anda yang akan dipulihkan setelah tidur yang cukup.

  • Bercakap-cakap

  • Berbicaralah dengan anak-anak Anda. Mungkin anak remaja Anda perlu curhat dengan Anda. Mungkin juga Anda sekeluarga perlu mendiskusikan rencana liburan keluarga di musim liburan nanti. Bahkan selain membicarakan hal-hal praktis di atas, ada harapan dalam hati kita dan pengalaman dalam kehidupan kita yang jarang kita bagikan dengan orang-orang terkasih. Mengapa? Karena kita terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing, karena kita merasa lebih nyaman dan dekat dengan teman-teman daripada dengan keluarga sendiri, dan karena kita tidak meluangkan waktu untuk saling bertukar pikiran dengan anggota keluarga kita. Ini sangat disayangkan sekali. Anak-anak kita bertumbuh dan berubah dengan cepat. Waktu yang kita habiskan bersama mereka semakin berkurang dan suatu hari nanti mereka akan pergi dari rumah kita dan menjalani kehidupan mereka masing-masing. Betapa menyedihkannya bagaimana televisi 'mencuri' waktu kualitas keluarga. Jika kita mau sesekali mematikan televisi, kita akan punya waktu untuk benar-benar mengenal anak-anak kita, mengajarkan mereka nilai-nilai moral dan keterampilan bertahan hidup, serta mengungkapkan betapa kita sangat mengasihi mereka.

  • Advertisement
  • Bermain

  • Kapan terakhir kali Anda bermain Monopoly dengan anak-anak Anda? Apakah anak-anak Anda tahu cara bermain permainan tradisional seperti congklak, petak umpat, atau lompat tali? Ciptakan waktu menyenangkan bersama sebagai keluarga. Pilihlah permainan yang dapat dimainkan oleh seluruh anggota keluarga dan tidak menimbulkan kebosanan bagi anak-anak yang agak lebih besar tetapi juga tidak membuat stres bagi anak-anak yang masih kecil. Sesekali, cobalah permainan beregu yang akan membantu Anda saling mengenal kepribadian satu sama lain dan melatih kekompakan, misalnya permainan tebak gambar atau petak benteng. Seperti televisi, bermain bertujuan untuk menghibur dan menghilangkan penat. Namun, tidak seperti televisi, bermain membangun hubungan baik antara anggota keluarga.

  • Membaca buku

  • Sebagian buku bersifat menghibur, sebagian lainnya bersifat mendidik. Ajarkan kebiasaan membaca buku kepada anak-anak Anda sedini mungkin. Buku pengetahuan tidak harus membosankan. Sekarang ini sudah banyak buku komik informatif yang memiliki karakter-karakter lucu dan menarik tetapi banyak disisipi oleh pengetahuan umum yang patut diketahui oleh anak-anak Anda. Bagi anak-anak yang sudah berusia remaja, bangkitkan minat membaca mereka dengan memberikan mereka buku-buku bacaan remaja yang kisahnya sudah banyak diadaptasi menjadi film remaja, misalnya buku The Chronicles of Narnia atau The Lord of the Rings. Lebih seringnya, versi buku jauh lebih menarik dan berkesan daripada versi filmnya. Sesekali cobalah membaca buku bersama sebagai keluarga. Imajinasi kolektif ketika membaca dan membahas buku bersama akan menjadi pengalaman menyenangkan yang akan selalu dikenang oleh anak-anak Anda.

  • Melakukan proyek keluarga

  • Apakah ada suatu proyek keluarga yang sudah lama Anda tunda karena Anda tidak sempat melakukannya? Apakah rumah Anda perlu dekorasi ulang atau perlu cat baru? Bagaimana dengan sepeda anak yang rantainya perlu diperbaiki? Atau mobil Anda yang perlu dicuci? Lakukan proyek keluarga bersama. Pekerjaan berat akan terasa ringan jika dilakukan bersama pasangan Anda. Tugas membosankan akan terasa menyenangkan jika dilakukan bersama anak-anak Anda. Dengan mematikan televisi, Anda akan punya waktu untuk menyelesaikan proyek dan tugas rumah tangga yang selama ini belum sempat Anda kerjakan.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Hidup Tanpa Televisi

Pernahkah Anda berpikir, “Jika kita berhenti atau mengurangi waktu kita di depan televisi, apa yang akan kita lakukan sebagai keluarga?”
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr