Mendengarkan dengan Saksama

Mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi, bukan hanya berbicara.

1,648 views   |   1 shares
  • "Bang, gimana sih, dengerin dong kalau Mira ngomong!" seru si istri jengkel. "Udah dengerin begini, maunya gimana?" sahut sang suami tak kurang mangkel. Kenyataannya apa yang didengar suami berbeda dari apa yang dikatakan si istri. Tak terelakkan lagi pertengkaran meletus. Mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi, bukan hanya berbicara. Anda dapat menghindari pertikaian bila Anda mau mendengarkan dengan saksama lawan bicara Anda. Namun pertama-tama Anda harus memahami mengapa hal-hal kecil yang penting dari perkataan pasangan Anda terlewatkan, walaupun Anda menganggap bahwa Anda benar-benar mendengarkan.

  • Anda merasa lelah dan perhatian Anda terbagi

  • Anak-anak berteriak, suara televisi bising sekali dan Anda memikirkan masalah yang Anda alami di tempat kerja. Istri Anda berbicara kepada Anda tentang tamu yang akan datang malam itu. Anda mengangguk tanda Anda tahu, tetapi apakah Anda mendengar apa yang dikatakannya? Pasti tidak.

  • Anda cuma menduga-duga

  • Inilah yang disebut "membaca pikiran" suatu bentuk mendengarkan yang bisa menimbulkan pertengkaran. Anda menduga bahwa ada pesan tersembunyi di balik perkataan pasangan Anda, padahal kenyataannya Anda cuma menduga-duga. Misalnya, pasangan Anda berkata, "Papa kerja lembur terus minggu ini." Mengira perkataan ini sebuah kritikan Anda langsung menyambar, "Bukan salah gue! Mama yang belanja terlalu banyak." Nah, kalau sudah begini suara masing-masing makin meninggi. "Gue bukan nyalahin elu!" (hilang sudah panggilan kesayangan). Kontes teriak sekarang bukan antara anak-anak lagi, melainkan antara orang tua. Padahal maksud pasangan Anda baik, dia hanya mengingatkan Anda perlu santai di akhir pekan.

  • Anda mencari pemecahan yang gampang

  • "Kadang-kadang saya cuma ingin berbagi perasaan," keluh Mira, "tetapi Benny langsung mengajukan pemecahannya. Padahal saya bukan mencari pemecahan. Saya cuma ingin dia tahu apa yang saya alami." Masalah ini terjadi karena pikiran Benny terpusat pada bagaimana persoalan Mira dapat dipecahkan. Akibatnya dia mungkin tidak mendengar sebagian atau bahkan semua yang dikatakan Mira.

  • Apapun yang menjadi masalahnya, bagaimana Anda dapat menjadi pendengar yang lebih baik?

  • Tumpahkan perhatian Anda sepenuhnya

  • Ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikan pasangan Anda, tetapi apakah Anda siap mendengarkan? Mungkin tidak. Pikiran Anda mungkin ada di tempat lain sekarang ini. Jika begitu, janganlah pura-pura mendengarkan. Bila mungkin, kesampingkan apa yang sedang Anda kerjakan dan tumpahkan seluruh perhatian Anda kepada pasangan Anda. Atau Anda dapat meminta pasangan Anda menunggu sampai Anda menyelesaikan pekerjaan Anda.

  • Advertisement
  • Berbicaralah bergantian

  • Bila tiba giliran Anda mendengarkan, jauhkan keinginan untuk memotong pembicaraan atau membantah. Giliran Anda untuk berbicara akan tiba. Sementara ini, dengarkan saja.

  • Ajukan pertanyaan

  • Ini akan membuat Anda lebih memahami apa yang dikatakan pasangan Anda. Kata Mira, "Saya senang bila Benny mengajukan pertanyaan. Itu menunjukkan bahwa dia menaruh minat kepada apa yang saya katakan."

  • Dengarkan pesannya, bukan cuma perkataannya

  • Perhatikan pesan apa yang disampaikan oleh bahasa tubuh, gerakan mata dan nada suaranya. "Baiklah," bisa juga berarti "Awas," tergantung cara mengatakannya. "Kamu tak pernah berusaha membantu aku," mungkin berarti, "Aku merasa kamu tidak menganggap aku penting." Cobalah menyaring pesannya, meskipun tidak diucapkan. Jika tidak, Anda berdua mungkin berdebat tentang apa yang dikatakan, bukannya memusatkan perhatian kepada apa yang diartikan.

  • Terus dengarkan

  • Jangan mengalihkan perhatian atau pergi menjauh, walaupun apa yang Anda dengar kurang menyenangkan bagi Anda. Misalnya, ketika pasangan Anda mengkritik Anda. "Teruslah dengarkan," nasihat seorang pria yang sudah menikah 60 tahun. "Berikan perhatian yang tulus kepada apa yang diucapkan pasangan Anda. Ini membutuhkan kebesaran hati, tetapi sangatlah bermanfaat."

  • Tunjukkan minat yang sungguh-sungguh

  • Mendengarkan dengan saksama, bukanlah sekadar cara, melainkan tindakan yang penuh kasih. Bila Anda menaruh minat yang sungguh-sungguh terhadap pasangan Anda, mendengarkan tidak lagi merupakan beban, tetapi menjadi sesuatu yang alami. Dengan cara ini Anda menunjukkan cinta kasih dan penghargaan Anda kepada pasangan Anda. Sebaliknya dia pun akan memberikan perhatian yang sama besarnya kepada Anda.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mendengarkan dengan Saksama

Mendengarkan adalah bagian penting dari komunikasi, bukan hanya berbicara.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr