Rumah Tahan Gempa

Ketika gempa bumi terjadi, banyak korban jiwa berjatuhan. Tetapi yang perlu diingat adalah bukan gempa yang membunuh orang, melainkan bangunan dan struktur yang lemah yang membahayakan jiwa manusia.

945 views   |   shares
  • Bumi Indonesia dikenal sebagai wilayah yang rawan gempa bumi. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia terdiri dari gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik terjadi di Indonesia karena letaknya yang merupakan pertemuan antara lempeng tektonik yang sangat aktif secara seismik, yaitu Lempeng Eurasia (Lempeng Sunda adalah bagian dari Lempeng Eurasia ini), Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sedangkan gempa vulkanik terjadi di Indonesia karena letaknya yang berada di dalam lintasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang terdiri dari gunung-gunung berapi yang berusia relatif muda dan aktif sehingga sering meletus. Salah satu contoh dari gunung ini adalah Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

  • Ketika gempa bumi terjadi, banyak korban jiwa berjatuhan. Tetapi yang perlu diingat adalah bukan gempa yang membunuh orang, melainkan bangunan dan struktur yang lemah yang membahayakan jiwa manusia. Risiko terbesar dari gempa bumi adalah kerusakan yang dapat diakibatkannya terhadap struktur bangunan buatan manusia dan segala isi di dalamnya yang dapat jatuh menimpa, melukai, bahkan membunuh manusia. Sering terjadi gempa besar yang menimbulkan sedikit kerusakan karena hanya menimbulkan sedikit kerusakan pada bangunan yang dirancang dan dibangun untuk tahan gempa bumi. Di sisi lain, sering juga terjadi gempa kecil yang memakan banyak korban jiwa karena menyebabkan kerusakan besar pada bangunan yang tidak dirancang atau dibangun untuk tahan gempa.

  • Tahukah Anda bahwa Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah mengeluarkan Buku Pedoman Teknis tentang Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa yang dapat digunakan sebagai acuan kita ketika membangun atau merenovasi rumah tinggal kita? Pedoman teknis ini berisi dasar-dasar perencanaan dan pelaksanaan serta metode dan cara perbaikan kerusakan bangunan baik rumah maupun gedung, terutama yang menggunakan bahan dasar kayu, beton bertulang, pasangan bata, dan bahan baja.

  • Menurut buku pedoman ini, sebuah bangunan dapat dianggap tahan gempa apabila memenuhi kriteria berikut:

    • Bila terkena gempa bumi berskala kecil, bangunan tersebut tidak mengalami kerusakan sama sekali.

    • Bila terkena gempa bumi berskala sedang, bangunan tersebut bisa saja mengalami kerusakan pada elemen non-strukturalnya, tetapi tidak mengalami kerusakan pada elemen strukturalnya.

    • Bila terkena gempa bumi berskala tinggi, bangunan tersebut tidak runtuh sebagian atau seluruhnya. Apabila bangunan tersebut mengalami kerusakan struktural, itu masih dapat diperbaiki dengan segera.

  • Advertisement
  • Adapun kerusakan pada bangunan pada umumnya disebabkan oleh:

    • Bangunan relatif berat.

    • Bangunan tidak daktil. Daktilitas adalah kemampuan struktur bangunan untuk mempertahankan kekuatan dan kekakuan (rigidity) yang cukup sehingga struktur bangunan tersebut tetap berdiri meskipun sudah berada dalam ambang keruntuhan.

    • Tidak ada angkur untuk mengikat antara dinding dengan elemen perkuatannya yaitu kolom dan balok.

    • Tidak ada elemen perkuatan untuk bidang dinding yang luasnya lebih dari 6 meter persegi.

    • Detail penulangan yang tidak benar pada pertemuan atau persimpangan elemen-elemen perkuatan.

    • Mutu beton konstruksi rangka balok dan kolom sangat rendah.

    • Diameter dan total luas penampang tulangan yang dipasang terlalu kecil, sedangkan jarak antar sengkang yang dipasang terlalu besar.

  • Ketika bangunan telah mengalami kerusakan akibat gempa bumi, hal yang sering dilakukan adalah merubuhkannya. Ini tidak selalu merupakan solusi terbaik. Selain merubuhkan bangunan, ada solusi lain yang dapat dilakukan yaitu melakukan retrofit bangunan. Retrofit adalah metode renovasi struktur bangunan dengan cara memperbaiki, merestorasi dan memperkuat bangunan sehingga menjadi tahan gempa. Kegiatan retrofit bangunan terbagi menjadi:

    • Perbaikan arsitektur, yaitu perbaikan elemen arsitektur bangunan sehingga dapat berfungsi kembali seperti sediakala. Yang termasuk dalam perbaikan arsitektur adalah menambal keretakan dinding, memperbaiki pintu dan jendela, mengganti kaca, memperbaiki kabel listrik, pipa air dan saluran pembuangan, dan mengecat ulang.

    • Restorasi, yaitu perbaikan pada elemen-elemen struktur penahan beban bangunan. Yang termasuk dalam restorasi adalah menginjeksi air semen atau bahan epoksi ke dalam retak-retak kecil pada dinding, balok dan kolom pemikul beban.

    • Perkuatan, yaitu perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur bangunan. Yang termasuk dalam perkuatan adalah menambah daya tahan terhadap beban lateral dengan cara menambah dinding atau kolom.

  • Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Namun, apabila kita sudah bersiap dan tinggal di rumah yang tahan gempa, maka kekhawatiran kita dapat berkurang secara signifikan karena kita dapat berlindung bersama orang-orang terkasih di dalam rumah yang tahan gempa.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Rumah Tahan Gempa

Ketika gempa bumi terjadi, banyak korban jiwa berjatuhan. Tetapi yang perlu diingat adalah bukan gempa yang membunuh orang, melainkan bangunan dan struktur yang lemah yang membahayakan jiwa manusia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr