Terlalu Memanjakan Cucu

Ingatlah, kakek nenek yang terbaik bukanlah yang memberikan mainan kepada cucu, melainkan yang bermain bersama cucu. Ini adalah satu tindakan memanjakan cucu yang pastinya tidak akan dikeluhkan oleh orang tua.

1,871 views   |   15 shares
  • Sudah menjadi kebiasaan kakek dan nenek untuk memanjakan cucu-cucu mereka, terlebih lagi ketika musim liburan tiba. Terkadang ada kakek nenek yang melakukan ini secara berlebihan karena mereka menganggap bahwa memanjakan cucu adalah hak istimewa mereka. Hal ini sering kali menimbulkan konflik dengan orang tua dari cucu-cucu mereka (yaitu anak dan menantu Anda). Jadi, apakah kakek nenek berhak memanjakan cucu-cucu mereka? Apa jenis perlakuan yang dapat dianggap sebagai terlalu memanjakan cucu dan bagaimana memanjakan cucu secara berlebihan dapat merusak hubungan keluarga?

  • Menurut Susan Adcox, seorang pakar hubungan keluarga, dalam artikelnya yang berjudul "Do Grandparents Have the Right to Spoil Grandchildren?", ada tiga jenis kesalahan dalam memanjakan cucu-cucu, antara lain:

  • Membelikan terlalu banyak barang

  • Ketika kakek atau nenek suka membelikan terlalu banyak barang kepada cucu-cucu mereka, reaksi orang tua dapat berkisar dari bersyukur sampai ke marah besar. Berikut adalah beberapa cara kakek atau nenek salah melakukannya.

    • Mereka membeli terlalu banyak barang untuk cucu-cucu mereka. Orang tua sampai tidak tahu lagi mau ditaruh di mana semua mainan dan pakaian yang dibelikan untuk anak-anak mereka.

    • Mereka membeli barang-barang yang tidak sesuai untuk cucu-cucu mereka, misalnya ukuran pakaian yang kebesaran atau mainan balita untuk anak yang padahal sudah berusia 8 tahun.

    • Mereka memberikan hadiah yang lebih bagus daripada hadiah orang tua. Ketika orang tua memberikan komik pendidikan untuk anak-anak mereka, kakek dan nenek malah memberikan video games atau smartphones.

    • Mereka membelikan barang-barang yang terlalu mahal untuk cucu-cucu mereka. Dan sering kali menyalahkan orang tua apabila mainan mahal yang mereka berikan rusak atau tidak terawat dengan baik. Oleh karena itu, daripada dicap sebagai orang tua yang tidak becus merawat barang, mainan yang diberikan oleh kakek nenek malah disimpan di rak lemari paling atas jauh dari jangkauan anak-anak.

    • Mereka membelikan barang-barang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin diajarkan orang tua, misalnya mainan senjata, video games yang berisi kekerasan (perang-perangan), dan lain-lain. Banyak orang tua yang berpikir, "Mengapa membelikan mainan mahal yang akan cepat rusak dan tidak bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan dan bakat anak-anak?" dan "Seandainya saja uang untuk membeli mainan mahal itu diberikan untuk membayar les piano anak." atau lebih parahnya lagi, "Seandainya uang itu digunakan untuk membayar tunggakan uang sekolah anak."

  • Advertisement
  • Memberikan terlalu banyak kudapan

  • Mengapa kakek nenek sering kali memberikan terlalu banyak permen, coklat, keripik, es krim atau kue kepada cucu-cucu mereka? Apakah karena cucu-cucu mereka manis-manis makanya mereka harus diberi makanan yang manis-manis?

  • Manusia sering kali menunjukkan rasa sayang kepada orang-orang yang dikasihi dengan memberikan makanan. Hal ini tentunya tidak salah, tetapi akan menjadi kesalahan besar apabila makanan yang diberikan tidak bernutrisi dan berbahaya bagi kesehatan anak, misalnya terlalu banyak coklat dan permen akan menyebabkan gigi anak menjadi berlubang.

  • Berikan cucu-cucu Anda makanan yang sehat dan bergizi. Ajarkan mereka untuk menyukai sayuran dan buah-buahan. Dan yang terpenting, hormati aturan diet dan pola makan sehat yang sudah ditetapkan oleh orang tua dari cucu-cucu Anda.

  • Membiarkan perilaku salah

  • Konflik sering kali terjadi karena kakek nenek tidak mengindahkan peraturan rumah tangga orang tua dari cucu-cucu mereka. Ketika sedang berkunjung, kakek dan nenek perlu mengingat bahwa ini adalah rumah tangga mereka, bukan rumah tangga Anda dan Anda harus menghormatinya. Ketika orang tua sedang mendisiplinkan cucu yang melanggar peraturan rumah tangga (seperti merebut mainan adik atau berkelahi dengan anak tetangga), kakek dan nenek tidak boleh menyela atau membenarkan perilaku salah cucu tersebut.

  • Peran Anda sebagai kakek dan nenek sangat dibutuhkan oleh orang tua (anak dan menantu Anda) dan cucu-cucu Anda. Jika sesekali Anda terlalu memanjakan atau memanjakan dengan cara yang bertentangan dengan keinginan orang tua, itu adalah hal yang wajar asalkan Anda mau menerima masukan dari orang tua dan memperbaiki kesalahan Anda. Jika memberikan cucu-cucu mainan, camilan dan perlakuan istimewa sering kali berujung pada konflik dengan orang tua, pertimbangkan untuk memanjakan cucu-cucu Anda dengan cara lain. Ingatlah, kakek nenek yang terbaik bukanlah yang memberikan mainan kepada cucu, melainkan yang bermain bersama cucu. Ini adalah satu tindakan memanjakan cucu yang pastinya tidak akan dikeluhkan oleh orang tua.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Terlalu Memanjakan Cucu

Ingatlah, kakek nenek yang terbaik bukanlah yang memberikan mainan kepada cucu, melainkan yang bermain bersama cucu. Ini adalah satu tindakan memanjakan cucu yang pastinya tidak akan dikeluhkan oleh orang tua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr