Mengendalikan Amarah

Orang yang sehat seharusnya dapat mengendalikan amarahnya.

12,661 views   |   3 shares
  • Anda tidak darah tinggi tetapi Anda gampang naik darah. Orang yang sehat seharusnya dapat mengendalikan amarahnya. Marah adalah emosi yang normal dan sehat. Namun bila Anda sering merasa tidak sabar dan mudah meledak-ledak tak terkendali, hal itu dapat berakibat buruk bagi hubungan keluarga, kesehatan, dan mental Anda.

  • Mungkin ada beberapa penyebab yang bisa Anda jadikan kambing hitam, seperti stres, penyakit, kebiasaan minum minuman keras, dan sebagainya. Dengan menyadari penyebabnya dan mengikuti beberapa cara untuk mengendalikan amarah, Anda dapat mencegah supaya amarah tidak merusak kehidupan Anda.

  • Memahami amarah

  • Perasaan marah tidaklah buruk atau baik. Adalah normal bila Anda merasa marah bila diperlakukan tidak adil. Yang jadi masalah bukanlah perasaannya, melainkan apa yang Anda lakukan dengan perasaan itulah yang membuat masalah. Persoalan timbul bila amarah menyakiti Anda atau orang lain. Bila Anda orang yang cepat naik darah Anda mungkin merasa perasaan itu tidak terkendali dan Anda tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengendalikannya. Anda dapat belajar menyatakan emosi Anda tanpa menyakiti orang lain. Jika Anda dapat melakukan itu Anda akan merasa lebih senang dan Anda akan mencapai apa yang Anda kehendaki dengan lebih mudah. Menguasai seni mengendalikan amarah membutuhkan usaha keras, namun makin sering dipraktekkan makin mudah. Hasilnya sungguh bermanfaat. Belajar mengendalikan amarah dan menyatakannya dengan semestinya dapat membantu Anda membina hubungan yang lebih baik, mencapai cita-cita dan menjalani hidup yang lebih sehat serta memuaskan.

  • Rasa hormat

  • Biasanya Anda tidak akan cepat marah bila orang yang Anda hadapi adalah orang yang Anda hormati. Pada umumnya orang lebih menghormati orang lain daripada keluarga sendiri. Padahal seharusnya Anda memperlakukan keluarga Anda lebih baik daripada orang lain karena mereka lebih dekat dengan Anda serta bersama Anda dalam susah maupun senang. Prioritaskan hubungan Anda bukan kemenangan dalam pertengkaran. Jangan mudah mengumbar amarah hanya karena Anda berhadapan dengan orang yang lebih lemah seperti wanita dan anak-anak. Sebaliknya Anda seharusnya melindungi mereka bila Anda seorang ksatria, karena hanya seorang pengecut yang menindas orang-orang lemah.

  • Stres

  • Bila stres penyebabnya, sebaiknya Anda mencoba mengurangi rasa stres itu sebelum masuk ke rumah. Seperti di tempat kerja Anda selalu diberitahu supaya meninggalkan semua persoalan rumah tangga begitu Anda memasuki pintu tempat kerja Anda. Demikian pun sebaliknya, tinggalkan semua persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan Anda di balik pintu begitu Anda menginjak lantai rumah Anda. Jika perlu sebelum pulang pergilah sebentar ke taman untuk menenangkan pikiran. Jangan singgah ke bar, karena minuman keras akan memperburuk keadaan. Mungkin Anda mengira bahwa unsur dari luar adalah yang memicu kemarahan Anda. Namun masalah Anda lebih berkaitan dengan cara Anda menanggapi dan menafsirkan kejadian itu. Pikiran negatif, kurang memaafkan, terlalu cepat menarik kesimpulan, senang menyalahkan orang, pikiran sempit, semua ini memicu kemarahan Anda.

  • Advertisement
  • Carilah bantuan profesional apabila:

    • Anda selalu merasa frustrasi dan marah dalam keadaan apapun.

    • Temperamen Anda menimbulkan masalah di tempat kerja maupun di rumah.

    • Anda menghindari orang karena merasa tidak mampu mengendalikan emosi Anda.

    • Anda bentrok dengan hamba hukum karena temperamen Anda.

    • Kemarahan Anda pernah menyebabkan baku hantam.

  • Petunjuk untuk mereka yang memiliki pasangan pemarah

  • Meskipun Anda tidak dapat mengendalikan emosi pasangan Anda, Anda dapat mengendalikan cara Anda menanggapinya, antara lain:

    • Tetapkan sebatas mana Anda bersedia atau tidak bersedia menerimanya.

    • Sesudah keadaan tenang, bicarakanlah tentang ini. Janganlah mengemukakannya ketika salah satu dari Anda masih marah.

    • Menjauhlah bila pasangan Anda tidak berhenti marah-marah.

    • Carilah nasehat atau konsultasi bila Anda merasa tidak mampu membela diri Anda.

    • Utamakanlah keselamatan Anda. Percayalah pada naluri Anda. Bila Anda merasa keselamatan Anda terancam, menyingkirlah ke tempat yang aman.

  • Perundungan

  • Kekerasan atau perundungan dalam rumah tangga bukanlah karena si perundung kehilangan kendali atas emosi dan perilakunya. Sebaliknya si pelaku sengaja memilih cara ini dengan tujuan menguasai Anda. Bila Anda dalam hubungan seperti ini, tidak ada gunanya melakukan konsultasi pernikahan. Pasangan Anda membutuhkan bantuan ahli jiwa untuk mengatasi masalahnya. Ingatlah selalu untuk tidak pernah menyalahkan diri Anda atas kemarahan pasangan Anda. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan perundungan secara jasmani maupun melalui perkataan. Anda berhak untuk diperlakukan dengan rasa hormat dan menjalani hidup ini tanpa rasa takut akan meledaknya kemarahan.

  • Sumber: Helpguide.org

Bagikan pada teman dan keluarga..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mengendalikan Amarah

Orang yang sehat seharusnya dapat mengendalikan amarahnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr