3 Cara agar Tetap Tenang Menghadapi Anak Pengidap ADHD

ADHD adalah penyakit yang menunda kemampuan untuk belajar. Anak dengan penyakit ini berjuang untuk belajar dan memahami informasi baru.

3,109 views   |   5 shares
  • Suatu pagi saya mendapati anak perempuan kami usia 9 tahun sedang menempeli dinding kamar mandi dengan stiker warna-warna penuh gaya. Stiker-stiker tersebut memang manis dan dekoratif, tetapi tidak sesuai dengan dekorasi yang ada di kamar mandi. Oleh karena itu pameran putri saya harus segera dihapus. Ketika dia saya tanya mengapa dia memilih dinding kamar mandi sebagai kanvas seninya, dia mengucapkan 3 kata yang membuat orang tua jadi ubanan dalam satu malam, “aku tidak tahu.”

  • Saya sudah tahu apa tanggapan dia bahkan sebelum saya bertanya. Dia hanya bertindak mengikuti dorongan hati dan benar-benar tidak tahu mengapa dia melakukannya. Dokter menyatakan dia mengidap ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder, gangguan ketidakmampuan memusatkan perhatian) pada saat usia 3 tahun. Hal ini menambah dinamika baru dalam pengalaman membesarkan anak kami. Perilaku impulsif adalah karateristik umum seseorang dengan ADHD. Pada anak-anak, hal tersebut bahkan lebih menantang karena mereka belum sepenuhnya berkembang menuju tingkat kebijaksanaan yang datang melalui pertambahan usia dan kedewasaan. Ada banyak hal terjadi dalam benaknya namun mereka tidak memahaminya sehingga mereka bertindak sesuai dengan proses perkembangan pikirannya. Dulu saya kadang-kadang tidak sabar dengan aneka tingkah laku putri kami. Sekarang saya sudah mampu mengontrol temperamen saya dengan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah 3 cara yang telah memperkuat kemampuan saya untuk menjaga kesabaran (dan kegelisahan saya).

  • Harapan Anda hendaknya didasari pada perilaku yang dipengaruhi kurangnya perhatian

  • Anda perlu mengingatkan anak Anda tentang sesuatu yang harus dia lakukan sedikitnya 100 kali (kadang-kadang bisa lebih) sebelum dia mencerna pesan dan menindaklanjutinya dengan perbuatan. Anak dengan ADHD memiliki kesulitan menerima dan memproses instruksi. Mereka juga berjuang untuk memulai dan tetap fokus pada tugas tertentu yang makan waktu lama untuk diselesaikan.

  • Anak dengan ADHD akan selalu bertindak atau menanggapi dengan cara yang berbeda dari yang Anda harapkan. Berdasarkan pengetahuan Anda tentang bagaimana perilaku anak ADHD, akan lebih mudah mengatasi persoalan yang menantang bersama anak Anda.

  • Pilih tantangan Anda

  • Sementara hal itu diperlukan setiap anak, Anda perlu lebih selektif dalam memilih apa yang akan Anda fokuskan pada anak Anda yang mengidap ADHD. Sebagai contoh anak-anak dengan ADHD pada umumnya memiliki ruangan yang berantakan. Mengatur atau membersihkan ruangan yang berantakan tersebut sering kali terlalu berlebihan bagi mereka dan mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka untuk menyelesaikan tugasnya. Menurut Dr. Thomas E. Brown. “A New Understanding of Attention Deficit Disorder (ADHD/ADD).” Ketidak mampuan seseorang untuk mengemban tugas tertentu seringkali dianggap sebagai kurangnya kemauan. Namun anak-anak dan remaja yang mengidap ADHD memiliki gangguan kimia dalam sistem manajemen otak mereka. Hal ini menghambat kemampuan mereka untuk melakukan tugas yang memakan waktu lebih dari 30 menit.

  • Advertisement
  • Tidak ada gunanya hilang sabar dalam terus mengingatkan anak dengan ADHD untuk melakukan tugas-tugas yang sederhana seperti merapikan kembali mainannya, menyingkirkan pakaian kotor atau mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Hal tersebut berguna karena dia akan mengembangkan fungsi otaknya di kemudian hari. Sebenarnya lebih baik berfokus pada kemampuan yang meningkatkan hidup seperti kemampuan sosial dan akademis. Dengan anak ADHD, lebih mudah mengabaikan tingkah laku seperti tidak merapikan tempat tidur setiap hari atau meninggalkan sepatu di mana-mana, bila Anda tahu mereka lebih berusaha mengembangkan kemampuan, nilai-nilai dan belajar menjadi anggota masyarakat yang produktif.

  • Berusahalah menghargai perkembangan yang mereka buat

  • ADHD adalah penyakit yang menunda kemampuan untuk belajar. Anak dengan penyakit ini berjuang untuk belajar dan memahami informasi baru. Namun, sementara kemampuan mereka belajar mungkin lamban bila dibandingkan anak-anak lain yang tidak menderita gangguan ini, mereka tetap belajar dan mengembangkan kemampuan setiap saat. Anda mungkin tidak segera mengenali kemajuan mereka karena anda bersama mereka setiap hari. Namun mereka tetap bertumbuh dan menjadi dewasa sampai akhirnya memiliki kemampuan lebih baik untuk memantau dan mengontrol perilaku impulsif mereka.

  • ADD (Attention Deficit Disorder, gangguan serupa tapi tidak separah ADHD) menginduksi tingkah laku tak terduga pada mereka yang sedang bergumul dengan gangguan ini. Tidak ada jaminan bahwa Anda tidak akan putus asa ketika terlibat dengan anak yang memiliki ADHD. Tetapi bila Anda mendidik diri Anda tentang penyakit tersebut dan menentukan pengharapan Anda berdasarkan pada kemampuan anak Anda dan keterbatasannya, Anda akan mampu untuk mengumpulkan tenaga untuk membantu anak Anda mengembangkan kemampuan hidup yang berharga.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “3 ways to keep your cool with your ADHD child” karya David Jensen.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Parent of two girls (16 and 9) both diagnosed with ADHD. Stay-at-home parent. Work as a freelance writer. Worked as a technical writer in the IT industry before deciding to leave the workforce to be home with my children.

3 Cara agar Tetap Tenang Menghadapi Anak Pengidap ADHD

ADHD adalah penyakit yang menunda kemampuan untuk belajar. Anak dengan penyakit ini berjuang untuk belajar dan memahami informasi baru.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr