Degas atau Picasso? Buatlah Mahakarya Anda Sendiri

Sewaktu Anda ingin keluarga Anda untuk terlihat dan berperilaku seperti lukisan Degas, daripada Picasso, adalah baik untuk mengikuti insting Anda. Berikut adalah beberapa kiat untuk menyemangati Anda dalam melakukan hal ini.

582 views   |   shares
  • Intuisi ibu tidak secara ilmiah dapat dibuktikan kebenarannya namun banyak ibu telah mengalaminya. Mengapa demikian, apakah kita membandingkan insting keibuan kita mengenai keunikan anak kita dengan insting orang lain, khususnya ibu lainnya?

  • Menjadi orang tua yang baik adalah gudangnya pengalaman, ujian dan kesalahan, kesuksesan dan kegagalan yang berkali-kali terjadi dalam norma-norma, peraturan dan kenangan keluarga tertentu. Sewaktu Anda ingin keluarga Anda untuk terlihat dan berperilaku seperti Lukisan Degas, daripada Picasso, adalah baik untuk mengikuti insting Anda ketika menjalankan keluarga. Berikut adalah beberapa kiat untuk menyemangati Anda dalam melakukan hal ini.

  • Lakukan cara yang berhasil bagi Anda

  • Edgar Degas, 1834-1917, sewaktu menjadi murid di sekolah seni Prancis mengajarkan, “Gambarlah garis … dan lebih banyak garis … dan Anda akan menjadi artis atau pelukis yang hebat.” (“Degas Pastels,” Alfred Werner). Degas menjadi impresionis terkenal. Pablo Picasso, 1881-1973, juga belajar seni di Prancis dan menggambar garis-garis namun menjadi terkenal. Kedua pelukis menggunakan garis untuk menciptakan mahakarya namun menerjemahkan garis-garis itu dengan sangat berbeda.

  • Hal yang sama juga benar dalam menciptakan norma-norma keluarga. Hari Minggu adalah hari yang paling stres dalam seminggu jadi daripada memasak makanan yang besar untuk keluarga, ibu memasak makanan biasa dan kami menikmatinya tiap minggu, kami telah memilih sarapan yang mudah disiapkan untuk makan malam hari Minggu. Kami masih menikmati hubungan kekeluargaan yang baik dan makanan namun menerjemahkan makan malam hari Minggu dengan berbeda. Menciptakan norma keluarga yang dapat berhasil bagi Anda dalam menuntun pada potret keluarga yang bahagia.

  • Percayalah firasat Anda

  • Anda memiliki firasat mengenai kesejahteraan anak Anda namun tidak ada yang percaya Anda. Lalu apa? Sebagai ganti dari keraguan akan intuisi ibu, milikilah kepercayaan diri dalam pengetahuan Anda.

  • Marie adalah ibu yang lembut hatinya namun bergumul dengan putranya yang berada di kelas 2 SD. Putranya memiliki kesulitan dalam membaca dan menulis. Marie mengetahui ada sesuatu yang salah dan memiliki firasat bahwa putranya memiliki disleksia atau kesulitan belajar. Pihak sekolah mengabaikan kekhawatiran Marie dan malah mencoba meredakan ketakutannya dengan memuji kerja keras putranya mengerjakan tugas-tugas sekolah. Setelah perenungan dan doa yang khusuk, Marie mengajak putranya ke dokter spesialis dalam hal membaca. Akhirnya, anaknya didiagnosa dengan disleksia. Jika Marie tidak memercayai instingnya, dengan menemukan seseorang yang memiliki jawaban dan menolong putranya, anak lelaki 7 tahun ini akan tidak akan menerima bantuan yang dia perlukan.

  • Advertisement
  • “Percayalah firasat Anda. Firasat tersebut biasa berdasarkan pada fakta yang memenuhi alam bawah sadar.” Dr. Joyce Brothers

  • Menggabungkan ide yang bagus dengan pantas

  • Anak tertua saya suatu kali bertanya, “Mengapa kita selalu mengubah hal-hal karena keluarga lain melakukannya? Mengapa kita tidak bisa melakukan apa yang kita sukai?” Saya terkejut bahwa dia memperhatikan semua penyesuaian dalam hal pengasuhan dan bahwa dia berpikir bahwa apa yang kami lakukan adalah baik. Ide yang baru dapat membantu dalam membuat dan memperkuat peraturan keluarga namun melakukan pembenahan dalam peraturan rumah tangga setiap kali Anda mendengar sesuatu hal berhasil dengan keluarga saudara Anda atau tetangga Anda menuntun pada ketidakkonsistenan cara pengasuhan dan dapat membuat anak-anak merasa tidak nyaman.

  • Para wanita suka membagikan cerita — ini bukan sifat alami kami — namun menghindari perdebatan dalam menentukan norma keluarga karena keinginan anggota keluarga lain. Melainkan, mendengarkan dengar cermat, merenungkan gagasan yang diutarakan sebelum memutuskan apakah ide itu akan cocok di rumah. Jika jawabannya adalah ya, langsung melakukan transisi untuk menerapkannya ke dalam rutinitas, sambil mengeluarkan kebiasaan lama.

  • Berhentilah meragukan

  • Seorang ibu dengan dua anak, meragukan keputusannya dalam hal pengasuhan ketika dia pulang mengunjungi orang tua dan saudaranya yang lebih tua. Itu seperti mengabaikan pengalamannya sebagai ibu selama bertahun-tahun karena dia kembali pada perannya sebagai adik dan mencari persetujuan kakaknya.

  • Jika Anda terjebak dalam situasi ini, ambil waktu sejenak dan ingatlah semua yang telah Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan anak Anda. Anda bukanlah orang yang salah karena Anda menerapkan disiplin atau menciptakan kenangan yang berbeda dengan anggota keluarga Anda lainnya. Mereka berpengalaman dalam mencari tahu apa yang berhasil dalam keluarga mereka dan Anda dapat melakukannya juga.

  • Setiap karya seni, seperti setiap keluarga, adalah lebih indah dengan cara kita sendiri. Lakukan apa yang berhasil bagi keluarga Anda, percayalah pada insting Anda, gabungkanlah ide dengan pantas dan berhentilah menjadi ragu. Inilah bagaimana Anda menciptakan mahakarya keluarga.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Sandiakira L. Pagalla dari artikel asli "Degas or Picasso? Be your own masterpiece" karya Jen Savage.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Jen Savage is a wife, mother and freelance writer who loves life in Arizona.

Degas atau Picasso? Buatlah Mahakarya Anda Sendiri

Sewaktu Anda ingin keluarga Anda untuk terlihat dan berperilaku seperti lukisan Degas, daripada Picasso, adalah baik untuk mengikuti insting Anda. Berikut adalah beberapa kiat untuk menyemangati Anda dalam melakukan hal ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr