5 Saran dalam Membantu Anak Agar Menjadi Orang yang Berhasil

Kita mungkin menginginkan agar anak-anak kita selalu menjadi “bintang” di antara teman-temannya di sekolah. Bila tidak berhati-hati, kecenderungan ini dapat menjadi beban yang justru tidak produktif bagi semangat belajar anak.

4,499 views   |   6 shares
  • Didorong oleh naluri kita sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anak kita. Kita peduli dan menaruh perhatian besar pada berbagai hal dalam kehidupan mereka. Sebisa mungkin kita memastikan agar kelak mereka dapat menjadi orang yang berhasil, baik dalam bidang karier maupun kehidupan keluarga.

  • Saat anak-anak kita masih berusia sekolah, kita berusaha mencari sekolah yang baik bagi mereka dan berusaha untuk memastikan agar mereka mengikuti semua proses pembelajaran di sekolah dengan baik. Kita memantau kinerja belajar mereka dan mendorong mereka agar selalu menyelesaikan semua tugas yang terkait dengan program pembelajaran di sekolah. Tidak hanya itu, saat menghadapi ujian di sekolah, kita ingin memastikan agar anak-anak kita mampu menjawab dengan benar semua soal yang diberikan dan mendapat nilai yang baik. Semua upaya ini kita lakukan dengan harapan agar anak-anak kita dapat meraih prestasi gemilang sebagai bekal mereka untuk memperoleh keberhasilan masa depan.

  • Akan tetapi keinginan semacam ini kadang-kadang dapat mengarah pada tuntutan obsesif dan berlebihan. Kita mungkin menginginkan agar anak-anak kita selalu menjadi "bintang" di antara teman-temannya di sekolah. Bila tidak berhati-hati, kecenderungan ini dapat menjadi beban yang justru tidak produktif terhadap semangat belajar dan upaya mencapai prestasi yang baik dalam diri anak.

  • 5 pandangan berikut ini dapat menjadi pertimbangan Anda dalam upaya membangun motivasi belajar dalam diri anak-anak Anda:

  • Tuntutan akan prestasi akademis

  • Sebagai orang tua, berhati-hatilah dalam hal tuntutan Anda terkait prestasi akademis anak-anak Anda. Selain dapat menjadi beban, tuntutan untuk selalu mendapatkan nilai atau peringkat yang tinggi di kelas dapat membuat orientasi belajar anak Anda meleset dari tujuan pembelajaran yang sesungguhnya. Kenalilah perbedaan antara dorongan yang dimotivasi oleh tuntutan rasa bangga Anda akan prestasi anak, dengan dukungan murni Anda sebagai orang tua demi keberhasilan anak Anda.

  • Perlu disadari pula bahwa angka-angka yang digunakan dalam sistem penilaian di sekolah hanyalah alat bantu untuk mengukur kinerja belajar. Oleh karena itu, dorong dan semangatilah anak-anak Anda untuk belajar secara positif dan tidak semata-mata berorientasi pada upaya pengejaran nilai tinggi. Bantulah mereka agar memiliki kinerja belajar yang progresif. Kenyataannya tidak semua orang besar dan sukses dalam kehidupan adalah para mantan juara di sekolah. Sadarilah bahwa kinerja belajar yang progresif jauh lebih baik daripada sekadar perolehan nilai fantastis.

  • Advertisement
  • Beban pelajaran

  • Secara umum muatan pembelajaran di sekolah sudah sedemikian membebani anak-anak Anda. Bijaksanalah dalam memberikan les tambahan bagi mereka. Bila dibutuhkan, berikan les tambahan untuk memperbaiki kinerja dalam bidang tertentu yang merupakan kelemahan mereka. Selebihnya, dukunglah anak-anak Anda untuk berhasil. Tumbuhkanlah dalam diri mereka rasa percaya diri, sikap giat, semangat belajar yang penuh perhatian namun tanpa beban.

  • Ruang bagi minat dan kesenangan

  • Jam-jam sekolah yang panjang setiap hari cukup melelahkan bagi anak-anak. Ajarilah anak-anak Anda agar bisa mengatur waktu dengan baik. Beri mereka ruang yang cukup untuk bermain dan menikmati hal-hal yang mereka senangi. Arahkan anak-anak Anda untuk menekuni minat dan kegemaran mereka, misalnya dalam bidang olahraga, musik, atau seni. Kenali bakat-bakat khusus yang secara alami terdapat dalam diri anak-anak Anda, bantulah mereka untuk melatih dan mengembangkannya. Di dunia ini tidak jarang orang yang akhirnya meraih kesuksesan, berawal dari sekadar hobi dan minat pada suatu bidang tertentu.

  • Untuk hal-hal yang terkait dengan minat dan kegemaran ini, usahakanlah agar anak-anak Anda tidak terpaku pada satu bidang saja. Bila hanya berfokus pada satu bidang minat yang tampaknya lebih digemari oleh anak, yang mungkin saja hanya karena sedang digandrungi oleh anak-anak seusia mereka, dapat mengakibatkan potensi di bidang lain menjadi terabaikan.

  • Perangkap keinginan orang tua

  • Dalam upaya untuk meraih masa depan, berhati-hatilah agar anak-anak Anda tidak terjebak dalam skema rencana hidup yang hanya berdasar pada keinginan Anda sendiri sebagai orang tua. Tanpa disadari perangkap semacam ini kadang-kadang dapat terbangun sedemikian rupa, sehingga anak-anak Anda seakan-akan telah "terprogram" pada arah dan tingkat mentalitas tertentu yang justru membatasi ruang gerak mereka untuk meraih keberhasilan sesuai dengan potensi diri mereka.

  • Ingatlah bahwa anak-anak Anda adalah individu yang memiliki kreativitas, potensi, serta bakat masing-masing, serta peluang untuk menjadi orang sukses sebagaimana yang barangkali belum pernah Anda bayangkan. Bantulah mereka untuk mengasah potensi yang ada dalam diri mereka hingga tingkat yang terbaik. Berikan keleluasaan kepada mereka untuk berbuat sesuatu yang produktif, menyenangkan, serta mengarahkan mereka pada kehidupan yang baik. Dukunglah mereka untuk mencapai cita-cita yang tinggi dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka.

  • Advertisement
  • Landasan karakter

  • Agar menjadi orang yang berhasil, prestasi akademis dan kecakapan teknis bukan merupakan penentu satu-satunya. Kepribadian yang kuat, budi pekerti, keluwesan secara sosial, keramahtamahan, optimisme, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara baik merupakan karakter-karakter unggul yang harus dibangun terlebih dahulu sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan. Keluarga Anda adalah lingkungan terbaik bagi tumbuhnya karakter-karakter tersebut dalam diri anak-anak Anda. Jangan mengalihkan fungsi ini kepada pihak lain termasuk pihak sekolah atau lembaga keagamaan sekalipun. Pembentukan karakter yang baik berawal dari rumah.

  • Anak-anak adalah pusaka kita, dan menjadi orang tua bagi mereka adalah hak istimewa kita. Melalui kita, anak-anak kita bagaikan anak panah yang melesat dari busurnya menuju kehidupan mereka sendiri. Kita dapat menolong dan mengarahkan mereka untuk mencapai sasaran keberhasilan. Sebagai orang tua, kita adalah inspirasi bagi mereka.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Setiaman Zebua is a native of Nias, Sumatra Utara,now living in Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, and working for a family owned catering business. He is a father of two.

5 Saran dalam Membantu Anak Agar Menjadi Orang yang Berhasil

Kita mungkin menginginkan agar anak-anak kita selalu menjadi “bintang” di antara teman-temannya di sekolah. Bila tidak berhati-hati, kecenderungan ini dapat menjadi beban yang justru tidak produktif bagi semangat belajar anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr