5 Kiat Mencegah Uang Menjadi Sumber Petaka

Tantangan untuk menjadi pasangan yang baik adalah bijaksana untuk mengubah status dari “saya” menjadi “kita” yang berarti tidak ada uang saya tetapi yang benar adalah uang kita.

5,472 views   |   2 shares
  • Kebanyakan orang bila mendengar kata uang pasti akan tersentak. Apakah karena uang begitu penting artinya? Selama kita masih bernafas, uang adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Kita menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan "sandang, pangan, papan dan tumpangan (transportasi)". Ada istilah yang mengatakan bila ada uang abang disayang bila tidak uang abang melayang. Jadi uang bisa jadi sumber petaka. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa uang menjadi sumber perceraian tertinggi dalam kehidupan suami istri. Dengan demikian bukan hanya adanya orang ketiga saja perceraian dapat terjadi, tetapi gara-gara meributkan soal uang bisa memicu pertengkaran dan perceraian di dalam keluarga.

  • 1. Pengelola uang yang berbeda

  • Alangkah baiknya dalam suatu rumah tangga pengelolaan uang bisa dirembuk bersama-sama. Seorang suami yang mempunyai pandangan yang bijak mengenai uang, cenderung akan mengatur kehidupan keluarganya dengan baik. Dan juga bila seorang istri yang penuh pengertian dan bertanggung jawab untuk apa yang harus dilakukannya ketika mendapat uang dari sang suami akan mengurus keluarganya dengan baik pula. Akan lain halnya yang terjadi bila mendapatkan seorang suami yang kikir penuh perhitungan sedangkan istrinya senang belanja alias boros dalam sebuah rumah tangga. Dipastikan akan terjadi perang mulut antara kedua belah pihak yang mencoba menutupi kekurangannya masing-masing. Hal ini kemungkinan disebabkan keduanya mempunyai kebiasaan tersebut sebelum menikah. Dan jelas pula bahwa bagaimana cara seseorang mengelola uang mengungkapkan siapa dia yang sebenarnya. Apakah dia si pemboros atau apakah dia seorang yang kikir dengan uang.

  • 2. Perlu kejelasan uang dalam keluarga

  • Dalam era modern dan konsumtif yang dibombardir iklan yang sangat menggoda dapat mendorong kebiasaan berbelanja tanpa mempedulikan pemasukan. Istilah dalam masyarakat lebih besar pasak dari pada tiang. Faktanya, biaya hidup memang makin meningkat tahun demi tahun. Kondisi ini terkadang memaksa banyak wanita ikut bekerja. Bila hal ini terjadi, pembagian biaya tagihan dalam keluarga harus dipikirkan. Perlu kejelasan dalam pemasukan uang dari suami dan istri serta disepakati dalam hal pengeluaran untuk keluarga. Keduanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama, tetapi apabila gaji suami lebih besar adakalanya pengeluaran keluarga ditanggung semua oleh suami.

  • 3. Status uang dalam keluarga

  • Banyak masalah keuangan dalam kehidupan suami istri bersumber dari gejolak perasaan salah satu pihak. Dia merasa mempunyai hak istimewa untuk menguasai, mengabaikan atau pun merendahkan pasangannya sedemikian rupa. Karena memiliki uang dari penghasilannya sendiri, dia bebas untuk melakukan berbagai hal yang diinginkannya. Padahal tantangan untuk menjadi pasangan yang baik adalah bijaksana untuk mengubah status dari "saya" menjadi "kita" dalam arti tidak ada uang saya tetapi yang benar adalah uang kita. Sebagian orang menganggapnya sebagai hal yang menakutkan karena mengira perubahan ini menghilangkan kekuasaannya di dalam keluarga.

  • Advertisement
  • 4. Pentingnya diskusi dalam keluarga

  • Bila hal seperti di atas terjadi dalam kehidupan Anda ada baiknya segera untuk ambil tindakan yang bijak guna menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Diskusikan hal-hal yang perlu diketahui oleh pihak suami atau istri dan sepakati bersama keputusan yang diambil. Bagi pihak suami istri yang keduanya bekerja, sepakati pula pembagian tugas melunasi kebutuhan rumah tangga. Perlu disadari bahwa kedua belah pihak memberikan andil secara ikhlas untuk keperluan keluarga. Sedangkan dalam contoh si pria kikir dan wanitanya boros ini adalah perbedaan yang perlu dilakukan banyak perubahan dalam mengelola keuangan keluarga. Kenapa tidak sesekali si pria kikir ini membeli barang yang dia senangi dan wanita boros ini mencoba menyisihkan sedikit pengeluarannya untuk ditabung.

  • 5. Pisahkan setiap jenis pengeluaran Anda

  • Untuk melatih disiplin dalam pengeluaran Anda, sediakan amplop secukupnya sesuai dengan jenis pengeluaran yang telah disepakati dalam diskusi keluarga. Masukkan sejumlah uang yang sudah dianggarkan ke dalam amplop tersebut. Bila memungkinkan, catatlah setiap pengeluaran dan simpan catatan tersebut dalam amplop. Pada akhir bulan, bawa catatan-catatan tersebut dalam diskusi keluarga untuk dievaluasi bersama.

  • Keberhasilan dalam mengelola keuangan keluarga dapat menjadi sumber kebahagiaan. Sebaliknya, pengelolaan yang "amburadul" dapat menjadi sumber petaka keluarga bahkan bisa lebih buruk dari itu.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

5 Kiat Mencegah Uang Menjadi Sumber Petaka

Tantangan untuk menjadi pasangan yang baik adalah bijaksana untuk mengubah status dari “saya” menjadi “kita” yang berarti tidak ada uang saya tetapi yang benar adalah uang kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr