Mengawali Keluarga Harmonis dari Diri Sendiri

Seburuk-buruknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi baik, begitupula sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi buruk.

3,503 views   |   2 shares
  • Kepada Anda semua yang telah menikah, coba tanyakan pada diri Anda masing-masing, apakah menurut Anda menjaga keharmonisan keluarga itu sulit? Bila iya, apa kendala yang menjadikannya sulit untuk terwujud? Apa yang telah Anda lakukan sehingga keharmonisan menjauhi Anda?

  • Anda tidak perlu menyalahkan orang lain. Sekarang coba tanyakan kepada diri Anda sendiri, "Kehidupan keluarga macam apa yang saya harapkan untuk saya jalani bersama pasangan saya? Apakah saya telah memperlakukan pasangan saya dengan baik? Apakah saya telah menjadi pasangan yang ideal untuknya? Apakah saya justru sering menyakiti perasaanya?" Dengan segala kerendahan hati, bersedialah untuk mengintrospeksi diri, buang jauh-jauh segala keegoisan diri, sehingga mata hati Anda dapat dibukakan, sehingga segala sesuatu yang berada di hadapan Anda dapat nampak jelas terlihat.

  • Menjaga kehidupan keluarga agar senantiasa harmonis memang tidak pernah dijanjikan untuk mudah dijalani, tetapi setiap orang awalnya telah diberi kesempatan yang sama untuk mengawali kehidupan mereka dengan penuh cinta, selanjutnya adalah tugas serta tanggung jawab setiap pasangan untuk mampu mempertahankannya atau tidak?

  • Kehidupan ini sangat singkat. Begitu singkatnya sehingga akan sia-sia saja bila kehidupan pernikahan diisi dengan hal-hal yang hanya menyakitkan hati serta perasaan. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki hasrat untuk mewujudkan keharmonisan tersebut serta menjaganya, beberapa hal berikut ini dapat Anda coba pertimbangkan untuk diterapkan pada diri Anda terlebih dahulu, dan bila Anda telah berhasil melakukannya, maka Anda pantas untuk menerapkannya pada orang lain.

  • Menyadari tidak ada seorang pun yang sempurna

  • Sadarilah bahwa setiap manusia diciptakan dengan penuh kelemahan serta ketidaksempurnaan, ketika seseorang telah menyadari hal ini serta dapat menerima ketidaksempurnaan orang lain, maka hati serta pikirannya akan dipenuhi dengan sikap toleran.

  • Memperbarui metode

  • Terlepas dari cara atau metode apa yang pernah digunakan oleh orang tua Anda dalam mendidik serta membesarkan Anda, kini setelah Anda dewasa, Anda berhak untuk memutuskan sendiri apakah Anda akan hidup dengan metode-metode tersebut atau tidak. Tak jarang metode yang dulu pernah digunakan oleh orang tua Anda sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan pada masa kini. Kini Anda telah memiliki keluarga sendiri, ini adalah tantangan bagi Anda, terserah pada Anda bagaimana memperlakukan anggota keluarga Anda termasuk pasangan Anda, karena keharmonisan keluarga dapat tercipta dari metode yang Anda gunakan. Oleh karena itu, jangan sampai salah dalam memilih metode.

  • Advertisement
  • Melatih kepekaan

  • Bagi para pria khususnya, disadari bahwa Anda memang tidak dirancang untuk bisa dengan mudah menerapkan hal ini dalam kehidupan Anda, namun itu bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Kepekaan sendiri meliputi tiga hal utama, yaitu kepekaan terhadap perasaan orang lain, peka terhadap cara berbicara dan peka terhadap perilaku. Oleh karena itu, berusahalah dengan segenap hati, disertai dengan niat yang tulus untuk berusaha selalu peka terhadap sekeliling Anda dan yakinkan diri Anda bahwa Anda termotivasi untuk melakukannya.

  • Melatih kepedulian dan solidaritas

  • Perlu diketahui bahwa bagian terindah dalam kehidupan rumah tangga adalah kepedulian terhadap pasangan serta solidaritas yang dijalani oleh suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran serta perjuangan luar biasa. Ketika istri berdiri di samping suaminya, maka suami dapat merasakan kekuatan luar biasa yang mendukungnya untuk menghadapi tantangan yang menghadang, begitu pula sebaliknya. Sisi inilah yang pada hakikatnya merupakan esensi dari pernikahan serta integrasi batin di antara kedua belah pihak.

  • Meneladani kearifan

  • Seburuk-buruknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi baik, begitu pula sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi buruk. Karena itu, belajarlah keteladan dari hal-hal baik yang dimiliki oleh orang lain, kemudian ambil serta terapkanlah hal-hal tersebut pada diri Anda. Seorang sejarawan besar pernah berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena ketidaksempurnaanku, juga jangan ayahku karena ketidaksempurnaannya, juga jangan mereka yang telah menulis sebelum dia, tetapi lebih baik mengucap syukur kepada Tuhan bahwa Ia telah menyatakan kepadamu ketidaksempurnaan kami, supaya kamu dapat belajar menjadi lebih bijaksana daripada kami."

  • Hindari keangkuhan

  • Terakhir, sebisa mungkin hindarilah sikap angkuh. Sikap angkuh hanya akan menjadi batu sandungan bagi mereka yang mempertahankannya. Sikap angkuh sangat dibenci oleh orang lain, bahkan oleh Tuhan sendiri yang memberi kita hidup, dan sebagai gantinya jadilah rendah hati karena sikap rendah hati tidak akan pernah gagal.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Mengawali Keluarga Harmonis dari Diri Sendiri

Seburuk-buruknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi baik, begitupula sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang pasti di dalam hatinya masih memiliki sisi buruk.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr