Lidahmu Bumerangmu

Kita sering berbicara tanpa dipikir lagi, ceplas ceplos, ada kalanya dianggap lucu, tapi bisa juga menyinggung perasaan orang lain.

2,871 views   |   0 shares
  • Kita sering berbicara tanpa dipikir lagi, ceplas ceplos, ada kalanya dianggap lucu, tapi bisa juga menyinggung perasaan orang, yang paling parah dibenci semua orang karena dianggap rasialis. Di bawah ini ada beberapa contoh orang-orang seperti itu yang karena ketajaman lidahnya menjadi sengsara sendiri.

  • Paula Deen. Semula Paula hanyalah seorang pemilik restoran di daerah Selatan AS. Seorang agen mengorbitkannya sehingga dia terkenal karena tayangan masak-memasaknya di televisi yang disukai banyak orang. Walaupun dia sendiri terkena diabetes tetapi masakannya dianggap kontroversial, mengandung banyak kalori dan gula, makanan lezat yang menghibur orang stres. Misalnya membuat hamburger dengan menggunakan donat, menganjurkan anak-anak sekolah makan siang dengan kentang goreng, gelatin dan kue coklat. Begitu terkenalnya Paula sehingga dia menjadi selebriti chef keempat yang terbesar honornya, dia sempat mengeruk 17 juta dolar AS dalam setahun. Perusahaannya, Paula Deen Enterprises, dinilai mempunyai keuntungan kotor 100 juta dolar setiap tahunnya. Makanan dan barang-barang rumah tangga yang berlabel namanya dijual di toko-toko besar di AS. Buku-buku resep dan buku-buku lain karangannya terjual laris manis di Amazon.com. Tayangan televisinya bertahun-tahun ditonton begitu banyak pemirsa. Dia bahkan pernah mendapat peran di film Elizabethtown sebagai tante Orlando Bloom. Beberapa produk, antara lain Novo Nordisk pembuat insulin dari Denmark, memakainya sebagai juru bicara. Semua itu berakhir ketika pada tahun 2013 seorang mantan pegawainya menyeretnya ke pengadilan dengan tuntutan rasialis. Hakim menggagalkan tuntutan itu dengan alasan si penuntut sendiri berkulit putih. Namun ketika publik membaca tanya jawab Paula dengan pengacara si penuntut yang dilakukan di bawah sumpah, reaksinya sangat keras. Paula mengakui dulu pernah memakai kata "niger" dalam menuturkan kembali percakapan antara dua orang berkulit hitam. Langsung dia didrop dari Food Network, penjualan bukunya dicabut dari Amazon, toko-toko menolak menjual produknya, semua barang yang memakai dia sebagai jubir membatalkan kontraknya. Sampai-sampai mantan presiden AS, Jimmy Carter, menganjurkan supaya orang-orang memaafkan dia karena dia sudah menerima hukuman atas kesalahannya di masa lampau.

  • James Watson. Seorang ilmuwan Amerika, James Watson adalah perintis penemu rumusan DNA double helix yang memenangkan hadiah Nobel. Pada tahun 2007 dalam wawancaranya dengan koran Sunday Times, James menyebutkan keprihatinannya bahwa orang-orang Afrika memiliki IQ yang lebih rendah daripada orang-orang kulit putih. Semua orang mengecamnya. Undangan untuk berbicara di depan umum dibatalkan dan dia tidak lagi dipakai dalam dewan perusahaan-perusahaan. Belakangan ini dia berniat menjual medali Nobelnya untuk menyambung hidupnya dan beramal. Biro lelang Christie di London menilai medali emas itu sekitar tiga setengah juta dolar.

  • Advertisement
  • Jean-Paul Guerlain. Jean-Paul adalah pewaris House of Guerlain, Perancis, yang menjual parfum-parfum terkenal, antara lain merk Shalimar (nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti wadah cinta, yang dipakai untuk sebuah kebun bunga di Taj Mahal). Dalam wawancaranya dengan televisi Perancis, Jean-Paul menggunakan istilah yang dianggap tabu bagi orang-orang yang tidak berkulit hitam. Masyarakat marah karena sebutan ini, padahal Jean-Paul memakainya hanya untuk menggambarkan betapa kerasnya dia bekerja untuk menciptakan parfum semasa mudanya. Walaupun ada protes besar sesudah wawancara itu ditayangkan, namun kasus ini tidak membawa dampak buruk bagi produk Guerlain.

  • Ada seorang suami yang pernah dicaci rasialis ketika dia mencoba menerangkan kepada manajer apartemen siapa yang merusak pintu kecil di gerbang apartemennya. Dia menggambarkan ciri-ciri orang yang menendang-nendang pintu itu antara lain sebagai seorang yang berkulit hitam. Tanggapan manajer itu sungguh mencengangkan. Katanya "Kamu jangan rasialis, suami saya berkulit hitam." Jadi rupanya di negara yang terkenal dengan semboyannya "Bebas berbicara," orang tidak boleh menguraikan warna atau ras orang lain.

  • Dari semua contoh di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam berbicara kita harus berhati-hati dan memikirkan baik-baik apa yang akan kita ucapkan, apa lagi kalau Anda seorang yang terkenal. Pikirkanlah dua kali, bahkan seribu kali, sebelum memberi tanggapan atau uraian terhadap sesuatu hal. Bila tidak hati-hati kita bisa ditimpa nasib sial seperti para selebriti di atas, dibenci orang, dibatalkan semua usahanya, bahkan dimatikan semua penghasilannya. Ingatlah kebebasan berbicara tidak berarti Anda boleh cuap-cuap sesuka hati. Lidah Anda dapat menjadi bumerang yang mendatangkan malapetaka bagi Anda.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Lidahmu Bumerangmu

Kita sering berbicara tanpa dipikir lagi, ceplas ceplos, ada kalanya dianggap lucu, tapi bisa juga menyinggung perasaan orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr