Jangan Mengorbankan Diri

Ada banyak orang yang berusaha susah payah membuat orang lain senang sehingga kepentingannya sendiri terlupakan.

2,323 views   |   2 shares
  • Ada banyak orang yang berusaha susah payah membuat orang lain senang sehingga kepentingannya sendiri terlupakan. Orang-orang seperti itu biasanya tidak mampu menolak permintaan tolong dari orang lain. Seolah-olah kata "tidak" itu tabu, tidak ada dalam perbendaharaan katanya. Semua ini kadang-kadang menyengsarakan dirinya sendiri, karena sibuk meluangkan waktu bagi siapa saja. Bukan berarti kita tidak perlu menolong orang, tetapi segala sesuatu ada batasnya. Bagaimana menolak permintaan orang yang tidak semestinya kita penuhi untuk mengatur keseimbangan waktu kita?

  • Di tempat kerja seorang kenalan saya. Ada teman kerjanya yang tidak tahu diri sehingga membuat orang lain bekerja keras sedangkan dirinya sendiri berlenggang kangkung. Di toko tempat bekerja dulu, seorang teman kerjanya mengeluh karena seorang yang seharusnya menjadi pemimpin kelompoknya malah hanya menyibukkan diri di meja kasir padahal banyak pakaian, baju-baju wanita yang menumpuk di kamar pas dan harus dikembalikan di bagian depan. Teman ini seorang pekerja keras yang tidak pernah berleha-leha bila bekerja. Karena pemimpin kelompoknya itu orang baru mula-mula teman ini membiarkannya menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. Tetapi sesudah berbulan-bulan tetap saja begitu, teman ini jadi kurang sabar. Pemimpin kelompok di departemen lain bekerja lebih keras daripada anak buahnya, maklum mereka juga digaji lebih banyak, tetapi yang ini cuma menyuruh kanan kiri, tidak pernah mengerjakannya sendiri. Walau teman ini sudah mengadu kepada atasan mereka, tetapi si atasan tidak bertindak apa-apa karena si pemimpin kelompok pandai bermuka-muka dan bila atasan mereka bekerja dia akan berlagak sibuk. Akhirnya teman ini memutuskan bahwa dia sudah cukup bersusah payah memeras keringat, dia tidak mau lagi membanting tulang dan bekerja sepantasnya saja.

  • Dalam pergaulan. Banyak orang yang berusaha memanfaatkan teman yang baik hati mau mengantar ke sana ke mari. Teman seperti ini biasanya sulit menolak permintaan orang, dia harus meluangkan waktu, membeli bensin dengan uang sendiri, membayar ongkos pemeliharaan mobil, dan lain-lain. Akhirnya dia merasa repot juga, karena bila dia kebetulan tidak sempat mengantar, orang itu marah dan menganggapnya sombong. Di samping itu dompetnya juga menderita karena harga bensin naik terus. Ada orang yang memanfaatkan kebaikan temannya untuk selalu berhutang. Mungkin mula-mula temannya tidak keberatan tetapi lama kelamaan merasa kesal dihutangi terus menerus.

  • Advertisement
  • Dalam keluarga. Ada orang yang mempunyai ibu mertua rewel, tiba-tiba datang dengan semua barangnya untuk tinggal bersama tanpa peduli bahwa anaknya baru saja menikah dan butuh privasi. Di rumah dia selalu memanggil anaknya untuk urusan kecil-kecil maupun sekedar untuk berbicara. Dia tidak peduli keadaan keuangan anaknya yang pas-pasan, yang penting semua kebutuhannya terpenuhi. Dia menganggap dirinya ratu di rumah itu sehingga orang-orang lain merasa sengsara. Akhirnya sang menantu merasa muak dan secara terus terang mengemukakan kekesalannya kepada ibu mertuanya. Walau semula dia ingin menyenangkan hati ibu dari istrinya, tetapi lama kelamaan dia merasa diinjak-injak.

  • Dalam percintaan. Tidak jarang seorang cowo menderita karena cewe yang dicintainya memperbudak dia. Sedikit-sedikit cemberut bila keinginannya tidak terpenuhi, rengeknya "Kamu tidak sayang lagi sama akuuuuu." Terpaksa si cowo lari tunggang langgang mengejar tukang sate gara-gara cewenya bilang ingin makan sate sesudah si tukang sate menghilang di belokan jalan. Begitu sayangnya dia kepada si cewe sehingga apa saja permintaannya pasti dia turuti karena tidak ingin cewenya menarik muka asam. Cowo yang seperti ini seharusnya sadar dan tidak terlalu memanjakan pacarnya karena sesudah berumah tangga bisa-bisa dia jadi pahlawan bakiak.

  • Melihat contoh-contoh di atas, kita seharusnya mampu menarik garis batas untuk menetapkan mana yang pantas mana yang keterlaluan. Bila kepentingan dasar kita sampai terlantar karena keinginan kita menyenangkan orang lain, berarti kita harus menahan diri untuk tidak selalu mengiyakan permintaan orang. Tidak ada salahnya menolak permintaan orang asalkan itu dilakukan secara halus dan tidak sampai menyinggung perasaan orang itu.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Jangan Mengorbankan Diri

Ada banyak orang yang berusaha susah payah membuat orang lain senang sehingga kepentingannya sendiri terlupakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr