Keajaiban Rasa Percaya

Setiap orang dapat menemukan ‘rahasia’ keberhasilan atau apa saja di dalam dirinya. Jadi, tidak perlu mencari di tujuh samudera seperti Sinbad, atau harus membunuh Singa Nemeon dan 11 makhluk gaib lainnya seperti yang dilakukan Hercules.

1,751 views   |   shares
  • Seorang teman saya suka membaca. Pada suatu hari dia mampir ke perpustakaan dan kebetulan ada buku-buku tua yang dijual murah. Dia membeli beberapa. Salah satu judul buku yang menarik perhatian dia adalah, "The Magic of Believing" (Keajaiban Rasa Percaya) karya Claude M. Bristol yang diterbitkan bulan Mei tahun 1948. Pada hakikatnya buku tersebut berkata bahwa apa pun yang Anda percayai, akan terjadi dalam hidup Anda. Bagaimana kalau kita percaya bahwa kita dapat hidup makmur?

  • Siapa yang tidak ingin makmur? Semua tentu ingin makmur. Hidup berkecukupan tanpa memikirkan kembali hari ini harus makan apa, akhir bulan membayar rekening bagaimana, hutang di warung tidak bertambah terus, dan lain-lain. Hidup tanpa merisaukan hal-hal seperti itu tentu menyenangkan.

  • Namun demikian, definisi kemakmuran seseorang pasti berbeda-beda bergantung pada pilihan masing-masing. Tidak semua kemakmuran berarti memiliki banyak harta. Sebaiknya kemakmuran yang Anda pilih adalah benar-benar keluar dari keinginan sendiri dan tidak meniru kemakmuran milik orang lain.

  • Secara tidak sengaja sebenarnya teman saya ini telah mengikuti langkah-langkah yang diajarkan oleh penulis buku tersebut jauh sebelum dia membelinya. Dia mengawalinya dengan menentukan nilai yang dia cari dalam hidupnya. Dia bertanya kepada dirinya sendiri: APA YANG PALING PENTING DALAM HIDUP INI? Setelah mengalami pahitnya kegagalan, maka dia berkesimpulan bahwa yang terpenting dan yang dia butuhkan serta yang tepat untuk dia adalah: KETENANGAN dan DAMAI.

  • Dia merasa akan tenang dan damai bila semua anaknya sudah menyelesaikan kuliah mereka, semua sudah menikah dengan pasangan pilihan mereka, dan hidup mandiri. Dia sendiri sudah hidup tenang dengan makan tiga kali sehari, dapat membayar rekening setiap bulan, dan sehat, yang penting lagi dan mungkin paling penting, tidak punya hutang. Bagi orang lain mungkin itu tidak cukup, jadi, terserah kepada ambisi masing-masing asalkan siap membayar ongkos yang diminta ambisi Anda.

  • Pertanyaannya sekarang bagaimana hal tersebut terjadi? Teman saya ini bercerita bahwa dia memulai hidup dewasanya hanya berbekalkan lulusan SMA, lapangan pekerjaan waktu itu juga sama buruknya seperti sekarang. Jadi, untuk 'makmur' tentu bukan merupakan sesuatu yang mudah.

  • Dia mengawali dengan membuka toko buku dan distribusi majalah, tetapi bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Kemudian dia membuka toko kelontong tetapi rupanya kebangkrutan tetap mengikutinya. Setelah bangkrut dua kali dalam waktu yang relatif singkat, dia mencoba bekerja sebagai karyawan di toko kelontong dan kemudian di pasar, tetapi dia tidak tahan, karena sehari kerja lebih dari 12 jam, tujuh hari seminggu dengan gaji yang sangat tidak seimbang, akhirnya dia putuskan kembali ke usaha sendiri tanpa berhutang.

  • Advertisement
  • Kegagalan usahanya dalam berwiraswasta bukan karena apa-apa, tetapi karena bidang yang dia ambil memang bukan merupakan tujuannya, juga karena dia masih belum memiliki tujuan yang dia percaya akan membawanya kepada keberhasilan. Sebagai anak lulusan SMA yang memiliki tanggung jawab keluarga kecil, dia masih naif dalam bidang apa pun. Dia hanya mendengarkan 'kata orang'.

  • Setelah gagal beberapa kali, dengan putus asa dibukanya sebuah warung persewaan komik dan majalah di garasi rumah orangtuanya. Justru karena putus asa tersebut, maka pikirannya terbuka. Ada sepercik gagasan yang muncul dalam benaknya bahwa asalkan usaha tersebut dikerjakan dengan tekun dan sungguh-sungguh, maka suatu hari pasti akan ada hasilnya.

  • Beberapa kenalan orang tuanya sering mampir ke tempat usahanya dan tanpa sengaja berkata, "Kamu sudah punya keluarga, mengapa membuka usaha macam ini? Mana mungkin bisa menghidupi keluargamu." Kata-kata tersebut memang menyakitkan walaupun mereka bermaksud baik. Dalam hatinya berkata, "Memangnya kamu ikut memodali usaha ini?" dan dia tetap melanjutkan usaha kecilnya.

  • Memang akhirnya keberhasilan yang teman saya cita-citakan yaitu mencari kedamaian dan ketenangan hidup, tidak seluruhnya datang dari usaha persewaan buku, tetapi dengan memiliki tujuan dan kepercayaan, dia melihat kesempatan lain terbuka. "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik," kata Henry Ford, penemu dan pendiri perusahaan Ford.

  • Menurut buku itu, setiap orang dapat menemukan 'rahasia' keberhasilan atau apa saja di dalam dirinya. Jadi, tidak perlu mencari di tujuh samudera seperti Sinbad, atau harus membunuh Singa Nemeon dan 11 makhluk gaib lainnya seperti yang dilakukan Hercules dalam dongeng kuno Yunani.

  • Kesimpulan agar seseorang berhasil dalam hidup yang serba sulit adalah sebagai berikut:

    1. Memutuskan apa yang paling berharga dalam hidup Anda. Karena itu sesuatu yang 'paling', maka tentulah hanya ada satu atau satu kesatuan (tidak ada 'yang paling' lebih dari satu). Dalam hal tujuan teman saya ini adalah: Mencari kedamaian dan ketenangan dalam hidup.

    2. Menguraikan lebih terperinci tentang nilai yang telah Anda tentukan sehingga jelas buat Anda. Jika diuraikan menjadi: Kalau dapat bekerja dengan mengatur jadwal sendiri (walaupun kadang-kadang justru bekerja lebih lama dari orang lain), dan tidak memiliki hutang.

    3. Mempelajari bidang yang sedang Anda geluti untuk mengetahui seluk beluknya dan selanjutnya menyesuaikan diri dengan berbagai aturan dan tradisi yang berlaku dalam bidang yang Anda geluti. Dengan demikian perlahan-lahan Anda akan menjadi pengambil keputusan.

    4. Setiap tujuan yang sudah Anda tentukan selalu membawa 'risiko' atau 'ongkos' yang harus Anda bayar. Dalam hal tujuan teman saya ini yang adalah ingin hidup damai dan tenang, maka dia tidak berharap menjadi orang kaya harta.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Keajaiban Rasa Percaya

Setiap orang dapat menemukan ‘rahasia’ keberhasilan atau apa saja di dalam dirinya. Jadi, tidak perlu mencari di tujuh samudera seperti Sinbad, atau harus membunuh Singa Nemeon dan 11 makhluk gaib lainnya seperti yang dilakukan Hercules.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr