Memberi Pinjaman kepada Anggota Keluarga atau Teman

Meminjamkan uang kepada yang membutuhkan, terutama anggota keluarga dan teman memerlukan pertimbangan yang saksama.

2,776 views   |   1 shares
  • Pinjaman dari bank semakin sulit didapatkan, persyaratannya semakin rumit, dan bunga pembayarannya semakin tidak menentu. Jadi jangan heran apabila anggota keluarga atau teman menghampiri Anda dan mengajukan pertanyaan yang enggan Anda dengar itu, "Apakah saya bisa meminjam uang darimu?" Jujur saja mengapa Anda enggan mendengar pertanyaan ini. Ini adalah alasannya. Meskipun ketika meminjam uang biasanya si penerima pinjaman berniat untuk membayar kembali utangnya kepada si pemberi pinjaman, ini tidak selalu terjadi sebagaimana yang diharapkan. Meminjamkan uang kepada anggota keluarga atau teman dapat menempatkan Anda pada posisi yang tidak nyaman di mana Anda berisiko kehilangan uang Anda, dan lebih parahnya lagi, kehilangan hubungan baik dengan anggota keluarga atau teman tersebut.

  • Sebelum meminjamkan uang kepada anggota keluarga atau teman Anda, bahaslah kekhawatiran dan harapan Anda dalam urusan pinjam-meminjam ini. Anda harus merasa senyaman dan seyakin mungkin bahwa pinjaman ini akan dibayar kembali sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk memastikan Anda merasa nyaman dan yakin dalam memberikan pinjaman kepada anggota keluarga dan teman Anda.

  • Jangan menguji kemampuan keuangan Anda sendiri

  • Jangan meminjamkan uang yang sebenarnya tidak sanggup Anda pinjamkan. Anda hendaknya memberi pinjaman hanya jika Anda sudah memenuhi semua kebutuhan Anda. Pastikan semua kewajiban Anda (uang belanja, utang kartu kredit, biaya sekolah anak, transportasi, dll) sudah terbayar sebelum Anda memberikan pinjaman kepada anggota keluarga dan teman. Anda tidak ingin menemukan diri Anda berada dalam posisi yang serupa dengan anggota keluarga atau teman yang sampai perlu meminjam uang dari Anda. Jelaskan baik-baik kepadanya bahwa Anda akan memberikan pinjaman kepadanya segera setelah Anda melunasi kewajiban keuangan Anda terlebih dahulu.

  • Buatlah perjanjian tertulis

  • Jika Anda memutuskan untuk memberi pinjaman kepada seseorang, baik anggota keluarga, teman, maupun kenalan, perlakukan urusan pinjam-meminjam ini se-obyektif mungkin. Bahaslah syarat dan ketentuan perjanjian pemberian pinjaman ini dan tuangkan kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis. Perjanjian tertulis ini hendaknya berisi informasi tentang kedua belah pihak (pemberi pinjaman dan penerima pinjaman), tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, dan sanksi bagi keterlambatan pembayaran. Jangan sungkan untuk meminta pembuatan perjanjian tertulis. Ini tidak harus mahal dan diurus oleh pengacara ternama. Perjanjian tertulis ini mungkin saja menyelamatkan hubungan Anda dengan anggota keluarga dan teman ke depannya nanti. Apabila dia tidak mau masuk ke dalam perjanjian tertulis atau menganggapnya tidak penting, maka Anda sebaiknya tidak usah setuju untuk memberikan pinjaman tersebut.

  • Advertisement
  • Jangan ikut campur

  • Setelah Anda meminjamkan uang kepada anggota keluarga dan teman Anda, jangan ikut campur. Ini artinya jangan berpikir bahwa Anda berhak mengatur bagaimana dia mengelola dan menggunakan uang pinjaman tersebut. Uang tersebut sudah berpindah tangan dan bukan milik Anda lagi. Jangan juga berpikir bahwa Anda akan menerima perlakuan istimewa dari dia atau menjadi berhak menjadi 'bos'nya. Ingatlah bahwa sikap 'sok berkuasa' dapat merusak hubungan baik.

  • Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk

  • Sebelum Anda meminjamkan uang kepada anggota keluarga atau teman, pastikan bahwa Anda sudah mempertimbangkan hal-hal kurang menyenangkan yang dapat terjadi setelah Anda meminjamkan uang kepadanya. Salah satu contoh adalah apabila teman Anda telat membayar atau bahkan menghilang ketika Anda berusaha menagih utang. Pastikan Anda siap dan nyaman untuk menagih utang setiap saat dengan berbagai cara yang diperlukan. Mulailah mencatat tanggal dan jumlah cicilan pinjaman yang dibayarkan, termasuk segala panggilan telepon, pesan singkat atau kunjungan ke rumah yang Anda lakukan untuk menagih pembayaran dari orang tersebut. Pastikan Anda mencatat nomor kontak dan alamatnya. Pastikan Anda tahu orang-orang terdekatnya. Semua catatan ini adalah penting apabila Anda kelak terpaksa memproses lebih lanjut ke meja hijau atau apabila Anda ingin melaporkan ini sebagai utang yang tak terbayarkan pada laporan pajak Anda nanti.

  • Meminjamkan uang kepada yang membutuhkan, terutama anggota keluarga dan teman memerlukan pertimbangan yang saksama. Semoga saran di atas dapat membantu Anda membuat keputusan meminjamkan uang dengan lebih baik.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Memberi Pinjaman kepada Anggota Keluarga atau Teman

Meminjamkan uang kepada yang membutuhkan, terutama anggota keluarga dan teman memerlukan pertimbangan yang saksama.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr