Antara Hamburger dan Sayur Asem

Bagaimana kita dapat memilih makanan yang lebih sehat dan membiasakan diri kita menyantapnya?

997 views   |   shares
  • Banyak faktor membentuk kebiasaan makan kita, genetik dari orang tua yang mempengaruhi lidah kita, cara makan orang-orang di sekitar kita, gaya hidup dan bahkan pekerjaan kita. Kita bukannya tidak tahu apa makanan sehat yang seharusnya kita santap. Namun sulit untuk membiasakan diri makan sayur asem, karena rendang sapi atau ayam goreng terasa lebih sedap dan mantap. Makan duren Bangkok lebih menerbitkan air liur daripada makan apel, begitu seterusnya. Bagaimana kita dapat memilih makanan yang lebih sehat dan membiasakan diri kita menyantapnya?

  • Mengatur menu

  • Susunlah menu sehat untuk sebulan atau paling tidak seminggu dan ikutilah menu itu dengan patuh. Selain memudahkan kita, tidak usah pusing setiap pagi memikirkan apa yang akan kita masak, menyusun menu akan membantu kita mengikuti jadwal makanan sehat yang sudah kita tetapkan. Misalnya berapa kali dalam sebulan kita akan menghidangkan sayur pecel bersama tahu goreng, berapa kali sup ayam dan perkedel, sayur lodeh dan tempe goreng, soto ayam, ikan bakar berikut sambal terasi dan sayur lalapan, dll. Tentu saja dapat diselang-seling dengan daging seperti semur sapi, kare ayam, rendang, rawon, dll, walau sekali-kali saja. Ajarlah keluarga menikmati makanan sehat seperti yang dipaparkan dalam artikel keluarga.com/kesehatan/pedoman-dasar-makanan-sehat.

  • Jauhilah makanan kurang sehat

  • Mungkin sulit untuk sekaligus memberantas kebiasaan-kebiasaan buruk, tetapi kita dapat menguranginya satu demi satu. Misalnya kita memutuskan untuk tidak mengemil keripik kentang dan menggantinya dengan buah-buahan. Sesudah itu kita dapat menghentikan makan duren seminggu sekali, cukup dengan sebulan sekali, kemudian dua bulan sekali sampai akhirnya hanya dua-tiga kali setahun. Demikian juga dengan kebiasaan makan di restoran cepat saji, kalau biasanya seminggu bisa dua tiga-kali, kita dapat menguranginya menjadi sebulan sekali. Tidak usah melakukan semuanya itu sekaligus, melainkan satu berhasil, menyusul yang lain sampai akhirnya kita berhasil makan makanan sehat lebih banyak daripada makanan yang kurang sehat.

  • Sayur dan buah segar

  • Biasakanlah membeli sayur dan buah segar, bukan yang sudah dikemas dalam kaleng. Indonesia memiliki tanah subur yang menghasilkan sayur-sayuran serta buah-buahan secara berlimpah. Kalau ada sedikit lahan di belakang rumah, tanamlah sayur mayur serta pohon buah-buahan. Hasil kebun akan terasa lebih sedap bila diolah dan dihidangkan bagi keluarga, kita merasakan kebanggaan tersendiri. Pelajarilah cara menanam yang mungkin dapat ditemukan di YouTube, perhatikan apakah iklimnya sesuai dengan iklim di tempat kita tinggal.

  • Advertisement
  • Kacang-kacangan

  • Kacang merah, kacang tanah, kacang kedelai dan berbagai jenis kacang lainnya merupakan makanan sehat. Bila kita tidak berselera mengikuti kebiasaan orang Amerika yang menyantap sayur mentah seperti wortel, kembang kol, seledri sebagai cemilan, kita dapat menggantikannya dengan kacang rebus, kacang panggang atau kacang goreng. Popcorn alias berondong jagung juga merupakan cemilan sehat khususnya untuk orang yang kencing manis asalkan tidak mengandung banyak gula dan mentega. Kacang merah dapat kita olah menjadi sup kacang dengan menambahkan sedikit daging cincang, saos tomat, daun bawang dan bumbu-bumbu lainnya. Kacang kedelai selain dapat kita olah sendiri menjadi susu kedelai dengan jalan merendam semalaman, merebus, memblender dan menyaringnya (ampasnya dapat kita jadikan perkedel), dapat juga kita makan dalam bentuk tahu dan tempe. Kalau dulu tempe mempunyai konotasi makanan orang miskin sekarang ini bahkan dijual di toko-toko makanan sehat di Amerika, demikian pula tahu. Seorang teman yang sakit darah tinggi dianjurkan oleh dokternya untuk makan tahu. Konon ada pula penderita penyakit kanker yang sering-sering makan tahu sehingga mempercepat kesembuhannya.

  • Biji-bijian

  • Sebagai pemakan nasi bangsa kita jarang yang berlebihan berat badannya dibanding orang-orang dari negara barat, khususnya Amerika Serikat. Namun terlalu banyak makan nasi putih juga berbahaya bagi yang sakit kencing manis, karena nasi putih mengandung banyak karbohidrat yang di dalam tubuh diubah menjadi gula. Lebih sehat bila dicampur dengan nasi merah. Kita juga mempunyai umbi-umbian seperti singkong, ketela, gembili dan banyak lagi yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti nasi.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Antara Hamburger dan Sayur Asem

Bagaimana kita dapat memilih makanan yang lebih sehat dan membiasakan diri kita menyantapnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr