Percabulan

Yang satu ini adalah masalah yang paling banyak dibicarakan, dari berbisik-bisik hingga hingar bingar gegap gempita suara guntur pendeta yang berkotbah dari mimbar.

1,250 views   |   shares
  • Yang satu ini adalah masalah yang paling banyak dibicarakan, dari berbisik-bisik hingga hingar bingar gegap gempita suara guntur pendeta yang berkotbah dari mimbar. Dari masalah beristri lebih dari satu hingga masalah selingkuh selalu merupakan topik yang menarik yang dibawakan ke dalam seminar hingga ke layar perak.

  • Batas antara perilaku seksual yang sah secara hukum antara pasangan suami dan istri tiba-tiba menjadi pornografi yang dibenci kaum moralis tidak jelas. Apakah itu karena yang satu dilakukan secara diam-diam, di dalam lingkungan privasi seseorang atau yang lain direkam dan ditayangkan lewat media internet atau karena diperjualbelikan secara umum yang kemudian disebut pornografi dan dibenci?

  • Dari abad pertama seorang tokoh agama Kristen yang bernama Paulus berpendapat bahwa percabulan yang paling parah adalah didapatinya orang Kristen di kota Korintus yang "hidup dengan istri ayahnya," sehingga dia mengatakan bahwa "percabulan [semacam itu], … tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah" Saking jengkelnya, dia meminta agar mereka segera dihukum dan diserahkan kepada iblis karena perbuatan semacam itu dapat menjalar. Di zaman dulu, semua perilaku seksual tersebut sebenarnya sudah dilakukan secara terbuka sebagai hiburan orang dewasa, seperti yang terlihat pada candi-candi tua di India, lukisan dinding di kamar mandi umum romawi di Korintus, dan bahkan di negeri Cina.

  • Di zaman sekarang, kita masih tetap mendengar usaha untuk mengatasinya dari mimbar agama hingga ke seminar-seminar. Dengan bantuan teknologi internet maka percabulan tersebut menyebar lebih cepat dan kualitasnya makin baik, bukan hanya pornografi, tetapi juga layanan pelacuran terselubung dan yang sejenisnya. Itu berarti masalah ini telah hidup selama dua ribu tahun dan tidak terlihat tanda-tanda akan surut.

  • Lantas bagaimana cara mendidik anak-anak kita agar mereka tidak terjebak ke dalam percabulan tersebut? Berikut adalah uraian singkat:

  • Mendidik anak ala militer dengan meneriakkan perintah-perintah dan memberi hukuman fisik bila gagal menjalankannya hendaknya ditinggalkan. Ini hanya akan membuat anak Anda tidak dapat mengambil keputusan sendiri dan merasa tidak bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya.

  • Mendidik anak ala pengawal pribadi juga harus ditinggalkan. Karena pendidikan semacam ini hanya akan membuat anak merasa orang lain yang harus memberesi masalah mereka, sehingga mereka menggampangkan setiap masalah yang timbul.

  • Advertisement
  • Mendidik ala konsultan adalah yang paling dianjurkan, karena seperti konsultan, orangtua tidak lagi bertanggung jawab atas anjurannya dan kegagalannya atau keberhasilannya. Anak Anda akan belajar mengambil keputusan sendiri mana yang harus dilakukannya. Dengan demikian dia belajar bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Karena, setiap anak, sejak taman kanak-kanak sudah belajar untuk hidup 'keras' dan 'bersaing' dengan teman-teman sebayanya. Kadang-kadang tindakan mereka yang nampak memberontak adalah hasil dari 'budaya' yang dianutnya dari lingkungan teman-teman sebayanya. Mereka sedang belajar untuk membaur dengan lingkungan tersebut. Jika tidak belajar mengambil keputusan sendiri, maka mereka akan mencari dalih untuk membenarkan kesalahan hasil keputusannya dan hal tersebut tentu tidak akan menolongnya menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Berikut adalah dua contoh mengajar mereka mengambil keputusan sendiri.

  • Misalnya, suatu hari anak Anda berkata, "Bolehkah nanti malam aku pergi ke pesta teman?" Daripada menjawab, "ya" atau "tidak" yang mana keduanya hanya memindahkan tanggung jawab dari anak kepada orang tua, maka sebaiknya katakan, "Terserah kamu, tapi ini yang aku khawatirkan, dengan siapa kamu akan pergi ke pesta? Jam berapa pulang? Dengan siapa kamu akan pulang? Bagaimana kalau temanmu tidak dapat mengantarkan kamu pulang tepat waktu? (Dan lainnya, yang sedang Anda pikirkan)" Dengan demikian, maka sekarang dia tahu apa yang sedang terjadi dalam pikiran orang tua dan sekaligus membuatnya berpikir untuk mengambil keputusan sendiri. Biasanya anak kita sudah tahu, dan pertanyaannya itu sebenarnya tidak minta izin, tetapi ingin memindahkan tanggung jawab dari dirinya kepada orang tuanya.

  • Atau, tentang teman kencan putrinya yang berpenampilan tidak rapi dan potongan rambutnya yang aneh, daripada berkata, "Jangan berkencan dengannya" lebih baik katakan, "Ibu agak khawatir dengan teman kencan kamu yang pakaiannya tidak rapi dan rambutnya aneh." atau "Ibu khawatir teman kencan kamu akan membawa kamu kepada teman-temannya yang lebih aneh lagi, apa tidak membahayakan keselamatan kamu nanti?" Dengan demikian maka putri Anda akan membuka pikirannya dan mungkin membahasnya dengan Anda atau meminta nasihat lebih lanjut. Atau paling tidak dia tidak akan menyalahkan Anda bila sesuatu terjadi atas dirinya karena keputusan berkencan dengan anak 'aneh' adalah dia sendiri.

  • Karena percabulan adalah masalah seksual, maka penjelasan mengenai seksual tersebut harus disampaikan dengan jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman atau tidak keburu diisi dengan berbagai informasi yang salah yang mungkin datang dari pergaulannya. Sejak anak-anak hingga tumbuh menjadi dewasa, sebaiknya mereka telah diberi penjelasan tentang seks yang berkisar antara lain sebagai berikut:

  • Advertisement
  • Kita adalah makhluk seksual, artinya kita beranak pinak melalui hubungan seks, bukan cara lain seperti membelah sel tubuh misalnya. Jadi, kegiatan seksual kita adalah wajar bukan suatu kesalahan atau dosa. Namun demikian, di dalam masyarakat ada tata sosial yang harus diikuti. Misalnya, seks hanya sah bila dilakukan dalam suatu pernikahan yang sah secara hukum. Seks di luar nikah hendaknya tidak dilakukan, karena setiap perbuatan seks menyangkut tanggung jawab yang kadang-kadang lebih besar daripada yang sanggup dipikul oleh remaja.

    • Anak yang lahir di luar nikah, misalnya, beberapa negara dapat mengenakan sanksi hukum untuk menunjang anak tersebut hingga usia 18 tahun.

    • Hubungan seks di bawah umur adalah suatu pemerkosaan secara undang-undang (statutory rape) dalam beberapa negara.

    • Penyakit kelamin bukan saja mahal biaya pengobatannya, juga berbahaya. Penyakit tersebut bukan saja merusak organ reproduksi manusia, tetapi juga dapat menyerang fungsi syaraf dan bahkan otak manusia, sehingga merusak masa depan seseorang.

    • Pornografi dapat menyebabkan seseorang kecanduan dan merusak hubungan antara pasangan hidup. Seperti semua kecanduan, maka penggemar pornografi akan melupakan segala sesuatu bahkan pekerjaan hanya untuk dapat menikmatinya.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Percabulan

Yang satu ini adalah masalah yang paling banyak dibicarakan, dari berbisik-bisik hingga hingar bingar gegap gempita suara guntur pendeta yang berkotbah dari mimbar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr