Bahagia dalam Bekerja

Orang yang tidak bahagia dalam bekerja memiliki 1001 macam alasan. Dari pekerjaan yang membosankan hingga tidak memperoleh kompensasi yang memuaskan.

1,766 views   |   1 shares
  • Menurut kartunis Scott Adams yang mengarang kartun Dilbert, makin tidak bahagia pegawai sebuah perusahaan, makin meningkatkan harga jual saham. Keadaan yang tidak membuat bahagia pekerja adalah: pelangsingan perusahaan, mengurangi tunjangan kesejahteraan, tidak ada upah lembur, menambah beban pekerjaan. Semua hal tesebut menunjang kenaikan harga jual saham ("The Joy of Work, Dilbert's Guide to Finding Happiness at the Expense of Your Co-workers" 3). Tetapi, itu semua hanya membahagiakan para pemegang saham perusahaan. Ada benarnya, meskipun itu adalah sekadar guyonan seorang kartunis.

  • Tetapi dalam dunia nyata, memang ada pekerjaan yang membosankan. Anda bosan:

    • Apabila melakukan hal yang sama dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dan bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun hingga puluhan tahun.

    • Apabila melakukan sesuatu yang Anda kira tidak ada nilainya.

    • Apabila tidak ada orang yang menghargainya, menanggapinya, atau hasilnya abstrak.

  • Berikut adalah cerita klasik yang sering digunakan untuk memotivasi pekerja yang bosan:

  • Ada tiga tukang batu yang sedang membangun sebuah gedung. Tukang batu pertama ditanya, "Apa yang sedang Anda kerjakan?"

  • Jawabnya dengan menggerutu, "Menyemen batu bata."

  • Orang kedua ditanya, "Apa yang sedang Anda kerjakan pak?"

  • Jawab orang kedua, "Sedang membangun tembok."

  • Orang ketiga ditanya, "Apa yang sedang Anda kerjakan pak?"

  • Orang ketiga berkata dengan wajah bersemangat, "Oh, saya sedang membangun sebuah katedral!"

  • Tiga orang melakukan pekerjaan yang sama, orang pertama dan kedua merasa bosan dengan pekerjaannya, tetapi orang ketiga bersemangat sekali, mengapa? Karena sebenarnya tidak ada pekerjaan yang membuat seseorang bahagia. Setiap pekerjaan pasti ada bagian yang menyenangkan dan yang tidak. Tetapi sikap orang tersebut terhadap pekerjaannyalah yang menentukan bahagia atau tidaknya seseorang dalam menjalankan tugasnya.

  • Sikap kita terhadap pekerjaan kita lahir dari kemampuan kita melihat gambaran besar atau masa depan apa pun yang sedang kita kerjakan.

  • Membesarkan anak mungkin menjadi pekerjaan yang membosankan juga. Coba kalau Anda tahu bahwa anak Anda kelak menjadi Steve Jobs, pendiri perusahaan Apel yang akan mengubah dunia telekomunikasi dan komputer, tentu Anda akan lebih bersemangat lagi dan hati-hati, agar dia mencapai apa yang diharapkannya.

  • Mengajar dapat menjadi pekerjaan yang membosankan. Anda akan mudah terjebak ke dalam penilaian bahwa Anda sedang tidak mengerjakan sesuatu yang penting, karena hasil yang sedang Anda lakukan tidak akan segera terlihat. Hasil tersebut mungkin baru terlihat puluhan tahun di depan kita atau bahkan Anda tidak tahu apa yang terjadi dengan murid-murid Anda, karena mereka telah lama pindah atau merantau dan alasan lain-lain.

  • Advertisement
  • Mungkin Anda tidak dapat menemukan sesuatu yang menolong Anda menyalahkan kebosanan Anda. Bila Anda memiliki keluarga di rumah yang bergantung sama sekali pada penghasilan yang Anda bawa pulang dari pekerjaan tersebut, maka Anda masih memiliki alasan untuk tidak merasa bosan dengan pekerjaan Anda, karena dari pekerjaan yang membosankan itulah anak-anak Anda memiliki masa depan, mereka dapat bersekolah dan dibesarkan dalam keluarga dengan nyaman.

  • Sebenarnya yang membuat seorang pekerja lebih bahagia dalam menjalankan tugasnya bukan hanya kompensasi materi yang Anda terima. Ada dua unsur penting yang ikut menunjang kebahagiaan seseorang dalam bekerja:

  • Kepercayaan: Anda akan lebih bersemangat bekerja bila diberi kepercayaan. Orang yang dipercaya, suaranya selalu didengar, walaupun belum tentu diikuti. Oleh karena itu, usahakan Anda dapat membangun saling mempercayai dengan rekan kerja dan bos.

  • Bila bos Anda mempercayai Anda dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada Anda, tentu Anda akan berusaha untuk menjaga kepercayaan tersebut, karena hal tersebut sekaligus menjaga reputasi Anda, bukan?

  • Kehormatan: Saling menghormati atau menghargai adalah penting. Bos yang secara tulus berterima kasih kepada bawahannya atas apapun yang positif yang dikerjakan oleh bawahannya akan memiliki pegawai yang bekerja dengan semangat, dan sering kali hal tersebut juga mendatangkan keuntungan buat perusahaan.

  • Kalau Anda sedang mengerjakan usaha sendiri, dan bekerja sendirian di toko atau bengkel Anda, agar tidak bosan dengan pekerjaan yang Anda lakukan, di samping hal-hal yang saya sebutkan di atas, juga jauhilah kebiasaan untuk mengeluh kepada pelanggan atau diri sendiri seperti yang sering dilakukan pedagang di sebelah yang berkata, "Wah, mana boleh bu, ini saja sudah tidak ada untungnya." ketika ditawar oleh pelanggan Anda. Memang maksudnya adalah agar ibu pelanggan tersebut tidak merasa tersinggung ditolak penawarannya, tetapi juga secara psikologis mempengaruhi Anda sendiri. Lama-lama Anda sendiri percaya bahwa apa yang sedang Anda jual itu memang tidak membuat Anda untung. Dengan sendirinya kalau melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan keuntungan tentu akan membuat Anda bosan setengah mati, apalagi kalau Anda tidak dapat beralih usaha maka akhirnya Anda menderita tekanan darah tinggi atau penyakit gula atau penyakit degenerasi yang lain, paling sedikit menderita stres sendiri.

Baca, hidupkan, bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Bahagia dalam Bekerja

Orang yang tidak bahagia dalam bekerja memiliki 1001 macam alasan. Dari pekerjaan yang membosankan hingga tidak memperoleh kompensasi yang memuaskan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr