Sifat-sifat Seorang Pemenang

Karya ini diilhami oleh buku yang berjudul “Rebounders, How Winners Pivot From Setback to Success” oleh Rick Newman.

3,571 views   |   5 shares
  • Karya ini diilhami oleh buku yang berjudul "Rebounders, How Winners Pivot From Setback to Success" oleh Rick Newman. Beliau adalah seorang Kepala Bagian Wartawan Business US News & World Report dan seorang Komentator MSNBC, CNN, Fox, NPR, dan jaringan TV lain serta radio. Menurutnya seorang pemenang memiliki paling sedikit tujuh sifat penting berikut ini:

  • Mereka menerima kegagalan

  • Sama seperti setiap orang tentu tidak ingin gagal, demikian pula dengan seorang pemenang. Tetapi mereka sadar bahwa kadang-kadang kegagalan tidak dapat dihindari. Kegagalan bisa saja terjadi karena kurang pengetahuan, atau membuat sesuatu yang justru tidak diinginkan orang lain dan seterusnya. Namun, yang dilakukan seorang pemenang adalah bahwa dia tidak pernah menyerah. Dia akan mencoba lagi, belajar lagi, dan minta nasihat atau tolong orang yang berpengalaman, dan seterusnya sehingga akhirnya mereka akan keluar sebagai pemenang.

  • Tentu Anda semua kenal Soichiro Honda, pendiri Honda Motor di Jepang yang jutaan kendaraannya sekarang kita lihat ada di mana-mana di setiap pelosok kota dan desa di Indonesia. Sebelum mendirikan perusahaan tersebut, beliau pernah mendirikan sebuah perusahaan kecil yang bernama Tokai Seiki yang memproduksi ring piston untuk Toyota. Selama beberapa tahun beliau merasa bahwa produk ring pistonnya gampang patah. Oleh karena itu, beliau kembali ke bangku kuliah hanya khusus mempelajari bagaimana membuat baja agar tidak mudah patah.

  • Mereka memilah emosi

  • Kesedihan, merasa bersalah, malu, marah dan perasaan lain mungkin menyurutkan seseorang untuk sementara, tetapi apabila kita tidak tinggal di dalamnya, maka kita tidak akan hanyut terlalu lama. Kekalahan kita terhadap sesuatu yang di luar kendali seperti kematian seseorang yang kita kasihi, apalagi bila dia adalah sumber kehidupan dan nafkah kita, maka kita mungkin akan sangat sedih. Tetapi, jangan terlalu lama, karena kemungkinan di depan kita ada 'serendip' yang justru membawa kita kepada keberhasilan.

  • Zaman dulu di kota Serendip, ada seorang petani yang memiliki kuda dan anak lelaki. Suatu hari kudanya lari entah ke mana, kemudian anak lelakinya jatuh hingga kakinya patah. Tentu saja petani tersebut sedih. Pada hari yang sama maka raja mengumumkan perang kepada kerajaan tetangga, semua lelaki muda diminta untuk menjadi tentara dan setiap kuda akan diminta untuk alat perang. Anak lelakinya tentu tidak dapat dikirim karena sedang patah kaki. Setelah perang berakhir, ternyata semua pemuda yang dikirim ke medan perang gugur.

  • Advertisement
  • Tak lama setelah damai, maka pulanglah kudanya ke kandangnya dan anak lelakinya sembuh dari patah tulang. Pikir petani, "Untunglah waktu itu kuda saya lari, dan anak saya patah tulang kakinya (sama seperti bernasib sial), sehingga sekarang saya masih memiliki keduanya."

  • Bila menghadapi musibah, pikirkan kata 'serendip'.

  • Mereka selalu bertindak

  • Seorang veteran perang Irak, Tammy Duckworth, adalah seorang pilot helikopter. Suatu hari dalam tugasnya, sebuah RPG menghajar helikopternya dan dia kehilangan kedua kakinya. Tentu saja dia berhak sedih. Tetapi untuk seorang pemenang seperti ibu Tammy Duckworth, dunianya tidak berakhir di situ meskipun dia telah kehilangan sesuatu yang tidak dapat digantikan, dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk itu. Oleh karena itu, dia tidak memikirkan dan menangisi nasibnya. Dia hanya berpikir apa yang dapat dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki kedua kaki. Setelah melewati saat-saat yang sangat menyakitkan selama rehabilitasi, beliau kemudian mengambil keputusan untuk terjun ke dalam dunia politik tetapi gagal, karena kurang pengalaman. Ketika ditawari jabatan sebagai Direktur Urusan Veteran (2009), beliau segera menerimanya. Kemudian beliau diangkat oleh Presiden Obama menjadi Asisten Menteri Departemen Urursan Veteran dan sekarang beliau telah menjadi seorang anggota Kongres sejak tahun 2012.

  • Mereka kadang-kadang mengubah tujuannya

  • Mungkin saja seorang pemenang itu memiliki cita-cita, kalau tidak, maka dia tidak memiliki tujuan. Namun demikian, apabila cita-cita tersebut kandas di tengah jalan, sedangkan ada lapangan lain terbuka untuknya, seorang pemenang tidak segan-segan mengambil peluang tersebut untuk melanjutkan tujuannya. Seperti contoh ibu Duckworth di atas, dari seorang pilot ingin jadi politisi tetapi gagal, beliau tidak ngotot, karena menyadari masih butuh pengalaman lebih banyak. Setelah menduduki jabatan sebagai Asisten Menteri, maka beliau sekarang benar-benar menjadi politisi sesuai dengan cita-citanya setelah kehilangan kedua kakinya.

  • Mereka selalu siap untuk segala sesuatu yang salah

  • Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, seorang pemenang selalu membayangkan apa yang akan dilakukannya, sehingga bila hal itu benar-benar terjadi, maka dia akan siap dan paling tidak 50% dia telah melakukan apa yang diperkirakan akan terjadi dan apa yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan sebagian atau seluruhnya bila sanggup.

  • Seperti pemeo para wirausaha, 'jangan menempatkan semua telur dalam satu keranjang', bila keranjang itu jatuh maka musnahlah seluruh telurnya, demikian pula sifat seorang pemenang, dia selalu memiliki strategi untuk keluar dari kesulitan.

  • Advertisement
  • Mereka nyaman dengan ketidaknyamanan

  • Untuk meraih bintang yang tinggi di angkasa, kadang-kadang seseorang harus sanggup meninggalkan zona aman dan masuk serta tinggal di zona yang tidak nyaman untuk jangka waktu yang lama. Dia akan mampu memodifikasi keadaan yang tidak nyaman tersebut untuk keuntungannya.

  • Ada pepatah yang mengatakan, "Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik menyalakan lilin". Seorang pemenang selalu memiliki sikap mental seperti itu. Tinggal dalam kegelapan memang tidak enak, tetapi lebih tidak enak lagi kalau kita tidak memanfaatkan apa yang ada di tangan kita.

  • Suatu hari seorang tokoh agama yang bernama LeGrand Richard yang sudah berusia 98 tahun sedang berjalan dengan tongkatnya tertatih-tatih untuk menerima uang agunan asuransi jiwanya. Kata agen asuransi kepadanya, "Menurut catatan saya, bapak sudah meninggal dunia. Tapi yang mengherankan saya adalah kemampuan bapak menahan sakit dan tetap memberitakan kabar gembira. Apa resepnya?"

  • Jawabnya, "Kalau Anda tahu ada cara untuk menyembuhkan penyakit Anda, segera cari cara itu dan obatnya. Tetapi kalau tidak ada cara dan obatnya, lupakanlah!"

  • Mereka siap menunggu

  • Keberhasilan tidak terjadi dalam semalam. Hal tersebut disadari sepenuhnya, sehingga seorang pemenang tidak gampang putus asa, menyerah, atau kecewa. Dia akan berjuang terus dan waktu yang akan menentukan kapan kemenangan tersebut dapat diraihnya.

  • Sebenarnya Thomas A. Edison dan Graham Bell sama-sama menemukan pesawat telepon, tetapi orang pertama yang memproduksi pesawat telepon adalah Graham Bell. Namun demikian, pesawat teleponnya memiliki kelemahan: alat tersebut tidak dapat digunakan untuk berbicara jarak jauh.

  • Bapak Edison tidak tergesa-gesa untuk menyempurnakan penemuannya sebelum pesawatnya dapat digunakan untuk berbicara jarak jauh dan harganya terjangkau. Karena itulah, ketika akhirnya pesawatnya diproduksi, maka orang membeli produk miliknya daripada milik Bell.

Baca, hidupkan, bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Sifat-sifat Seorang Pemenang

Karya ini diilhami oleh buku yang berjudul “Rebounders, How Winners Pivot From Setback to Success” oleh Rick Newman.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr