Mari Mengenal Lebih Dekat “Undesensus Testikulorum” (UDT)

Undesensus Testikulorum atau Kriptorkidismus, adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya testis atau buah pelir di dalam skrotum.

19,152 views   |   57 shares
  • Sebagai orang awam istilah "Undesensus Testikulorum" atau yang biasa disingkat dengan UDT, pasti belum banyak diketahui oleh orang. Ada terlalu banyak istilah kedokteran saat ini yang merujuk ke suatu gejala penyakit tertentu atau gangguan tubuh yang tidak dapat kita pahami satu persatu. Oleh karena itu, supaya tidak sampai terjadi kesalahan tafsir, kemudian berusaha melakukan pengobatan sendiri yang akhirnya justru membahayakan diri sendiri dan orang lain, maka mari kita mengenal istilah UDT tersebut dengan lebih dekat.

  • Menurut jurnal kesehatan yang ditulis oleh K. Neil. Undescended. Medline Plus – 2012, Undesensus Testikulorum atau Kriptorkidismus, adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya testis atau buah pelir di dalam skrotum. Kondisi testis tidak turun ke dalam skrotum ini biasanya mengenai salah satu sisi testis, namun juga dapat mengenai keduanya dan umumnya menyerang pada bayi yang baru dilahirkan secara prematur atau pada bayi yang memiliki berat badan rendah. Pada kasus normal, testis terbentuk pada rongga perut bayi dan akan turun ke dalam skrotum dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

  • Pada kasus UDT penyebabnya sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, bisa diakibatkan oleh kombinasi fakor genetik, kesehatan ibu atau faktor lingkungan, sehingga menyebabkan gangguan pada hormon yang mempengaruhi bentuk fisik serta saraf sehingga perkembangan testis menjadi tidak maksimal. Meskipun kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya serta tidak menyebabkan nyeri, akan tetapi untuk penanganan biasanya dilakukan dengan cara operasi untuk mengembalikan testis pada posisi yang semestinya dan tindakan ini harus dilakukan secepatnya untuk menghindarkan si pasien mengalami gangguan kesuburan ketika yang bersangkutan sudah dewasa nanti.

  • Karena umumnya UDT tidak berbahaya dan menyebabkan nyeri pada si pasien, gejala khas yang dapat diamati secara langsung adalah ketika diraba testis tidak ada di dalam rongga skrotum. Testis yang tidak ada di dalam skrotum bisa karena terpelintir di dalam perut atau tertinggal di sekitar selangkangan, dan bila tidak segera mendapatkan penanganan secara serius, maka UDT dapat meningkatkan resiko hernia atau kanker testis pada si pasien.

  • Diagnosa yang tepat akan dapat memudahkan proses pengembalian testis pada tempat semestinya. Ada 2 cara yang umumnya digunakan oleh para dokter untuk mengembalikan testis pada tempatnya. Pertama, yaitu pembedahan Laparoskopi, adalah dengan memasukkan selang kecil yang memiliki kamera di ujungnya, dengan terlebih dahulu membuat sayatan kecil pada perut pasien. Laparoskopi ini dilakukan untuk mengetahui posisi testis, Laparoskopi juga dapat menentukan apakah terdapat testis atau tidak di dalam tubuh pasien. Kedua, yaitu Bedah Terbuka, adalah operasi langsung pada perut pasien atau di daerah sekitar selangkangan dengan membuat sayatan besar untuk mengembalikan testis pada tempatnya, pada beberapa kasus tindakan pengangkatan juga kerap dilakukan apabila testis sudah tidak berfungsi lagi karena berukuran terlalu kecil.

  • Advertisement
  • Pada kasus bayi normal, testis akan turun dengan sendirinya pada usia 1 tahun, namun apabila testis tetap tidak turun, maka dokter dapat memberikan suntikan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk merangsang testis turun ke dalam skrotum. Pembedahan yang dilakukan sejak dini ketika kasus UDT baru diketemukan akan dapat mencegah terjadi kerusakan testis yang lebih parah. Oleh karena itu, bila ditengarai ada sanak saudara Anda atau anak Anda sendiri menunjukkan gejala mengalami UDT, maka sebaiknya segera periksakan secara menyeluruh supaya bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dapat dimulai dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainnya seperti USG dan MRI mungkin juga sangat diperlukan. Pada anak-anak, usia yang ideal untuk bisa dilakukan operasi adalah 2 tahun, namun pada kasus tertentu bila UDT sampai menyebabkan nyeri yang hebat, maka ada baiknya Anda segera membahasnya dengan dokter yang akan menanganinya.

  • Sekali lagi UDT atau Undesensus Testikulorum, adalah kondisi di mana testis tidak turun ke dalam skrotum, pada orang dewasa yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat ketika yang bersangkutan masih kecil, maka dipastikan hal tersebut dapat mempengaruhi kesuburannya, dan apabila sampai terjadi komplikasi, maka UDT dapat menjadi penyebab munculnya kanker testis. Oleh karena itu, segeralah periksakan diri Anda, dan keluarga Anda apabila mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, supaya UDT dapat segera ditangani dengan tepat sehingga testis dapat segera berfungsi dan berada di tempat semestinya.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Mari Mengenal Lebih Dekat “Undesensus Testikulorum” (UDT)

Undesensus Testikulorum atau Kriptorkidismus, adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya testis atau buah pelir di dalam skrotum.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr