Karunia Sebuah Pertahanan dalam Hidup Fana

Kalau ayam jantan diberi taji untuk mempertahankan hidupnya terhadap lawan-lawannya, harimau diberi taring dan cakar yang kuat, gajah diberi gading dan belalai dan badan yang kuat, maka manusia diberi karunia untuk mempertahankan hidupnya.

1,032 views   |   shares
  • Pengantar

  • Karunia adalah perangkat yang sangat penting untuk mempertahankan diri di atas dunia fana ini. Kalau ayam jantan diberi taji untuk mempertahankan hidupnya terhadap lawan-lawannya, harimau diberi taring dan cakar yang kuat, gajah diberi gading dan belalai dan badan yang kuat, dan seterusnya, maka manusia yang tidak memiliki perangkat seperti itu diberi karunia untuk mempertahankan diri dan hidup bahagia.

  • Karunia Adalah Cuma-Cuma

  • Sama seperti 'senjata' kepada binatang itu tadi, maka karunia yang diberikan kepada manusia itu juga gratis, mereka disertakan waktu kita lahir. Ini sama seperti kalau kita diberi piano secara cuma-cuma. Selanjutnya bergantung kepada kita sendiri, apakah kita akan menjual piano tersebut kemudian berfoya-foya dengan teman-teman, menghabiskan uang penjualan piano itu kemudian lapar untuk waktu yang lama sekali sampai kita mati, atau kita akan belajar memainkannya sehingga kita menjadi semahir Richard Clayderman. Usaha menjual piano yang diberi secara gratis jauh lebih mudah dibandingkan belajar memainkannya.

  • Jadi yang menentukan seseorang berhasil atau tidak berhasil adalah sikap orang itu terhadap karunianya. Orang yang selalu mengeluh dan merasa diperlakukan tidak adil oleh keadaan, kurangnya kemampuan, dan menyalahkan orang lain tidak akan berhasil, karena mereka mencari yang tidak dimilikinya tetapi tidak pernah bersyukur terhadap apa yang dimilikinya.

  • Karunia dan Bakat

  • Karunia untuk bertahan dalam hidup fana ini sering juga disebut bakat (baca L Tom Perry [veteran perang dunia II], CR 99, "Youth of the Nobel Birthright").

  • Contoh yang paling jelas adalah ratu kecantikan. Dia terlahir sebagai anak yang cantik. Bahan dasar itu harus ada di sana. Setelah karunia itu ada, di situ sekarang giliran gadis itu bagaimana dia mengembangkan kecantikannya itu agar dia bisa mempertahankan hidup fananya dengan lebih baik dengan kecantikannya. Kalau kecantikan itu tidak dirawat, dia membiarkan dirinya malas dan makan sebanyak-banyaknya, misalnya, maka kesempatan dia memperoleh gelar ratu kecantikan akan hilang.

  • Gadis usia 10-11 tahun Jackie Evancho (America's Got Talent) adalah contoh yang kita saksikan di TV (2010), tentang karunia tersebut. Dia dikarunia kemampuan vokal sedemikian rupa sehingga dia dapat mencetak rekaman platinum di usia belia. Namun demikian, jangan dikira keberhasilannya tersebut tanpa kerja keras.

  • Peter Vidmar bocah usia belasan tahun ini tahu bahwa dia memiliki karunia untuk bersenam. Oleh karena itu, dia melatih diri selama 6 jam setiap hari, 6 hari seminggu sehingga dia memenangkan medali emas di Olimpiade tahun 1995 (baca CR 1995, "Perssuing Excellence Proper Perspective on Goals.")

  • Advertisement
  • Ada yang bergurau kalau karunia yang dimilikinya adalah makan. Well, mungkin dia tidak salah. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengembangkan karunianya itu agar ada orang yang mau membelinya, sehingga benda bukan ekonomi (karunia suka makan) menjadi benda ekonomi.

  • Pendiri pabrik Aqua (Bapak Tirto Utomo) itu dulu kerja di Pertamina. Dia melihat orang-orang ekspat itu sangat menaruh perhatian terhadap air yang diminumnya, sehingga timbul gagasan bagaimana memasarkan air (benda bukan ekonomi yang sangat murah) itu menjadi benda ekonomi. Dia menggunakan karunia berwiraswasta itu untuk mempertahankan hidup fananya.

  • Ada seorang ibu yang menjual kue brownies di Bandung yang dulu adalah seorang ibu rumah tangga yang suka membuat kue di rumah. Ketika suaminya meninggal, dia membuat karunia yang dimilikinya menjadi benda ekonomi untuk mempertahankan hidup fananya. Kesenangannya membuat kue brownies di rumah diubahnya menjadi sebuah perusahaan kue brownies terkenal di Bandung.

  • Pendiri rumah makan Ponyo dulunya adalah seorang tukang loper koran. Dia selalu antri nunggu agen koran membagi-bagikan koran di pagi buta. Dia melihat bahwa banyak loper seperti dia yang menunggu berjam-jam sambil kelaparan. Timbul ide untuk meminta istrinya yang pintar masak membuat nasi bungkus dan memasarkan di tempat dia menunggu koran. Akhirnya sekarang menjadi restoran Ponyo yang besar dan banyak jumlahnya.

  • Itu tadi adalah kisah orang-orang yang menggunakan karunianya untuk mempertahankan hidupnya di atas dunia fana ini. Bagaimana dengan kita?

  • Orang-orang yang berhasil di dunia ini selalu memanfaatkan karunia cuma-cuma itu. Kita pun memiliki karunia itu, mengapa kita tidak memanfaatkannya? Mungkin Anda bertanya apa yang mesti kita lakukan?

  • Cita-Cita

  • Setiap remaja tentu memiliki cita-cita. Mereka ingin menjadi sesuatu. Kadang-kadang cita-cita itu demikian tinggi sehingga dianggap muluk-muluk oleh orang dewasa, sebab orang dewasa, terutama orang tua mereka sendiri terlalu banyak dibayangi oleh 'hantu kenyataan'. Dengarkan kisah ini:

  • Di suatu bukit kecil di desa kecil tinggal sebuah rumah kayu sempit. Bapak dan ibunya kerja sebagai pencari kayu. Anaknya yang tinggi dan kurus dengan wajah yang suram diajar membelah kayu. Semua orang menduga anak itu akan menjadi pembelah kayu seperti bapaknya, melihat kenyataan bahwa mereka miskin tidak sanggup menyekolahkan anaknya. Tetapi pada usia 21 anak itu bertekad belajar. Dia membaca buku-buku di bawah lilin. Pada usia 23 dia mendaftarkan diri menjadi calon legislatif; tentu saja kalah. Pada usia 27 tahun dia berhasil lulus sarjana hukum. Buka praktik hukum dan bangkrut. Hutangnya baru lunas 16 tahun kemudian. Pada umur 33 dia menikah, tetapi keluarganya berantakan karena istrinya yang suka marah. Pada umur 35 dia mencalonkan diri kembali menjadi anggota legislatif dan kalah. Tapi kemudian dia dicalonkan menjadi wakil Presiden pada umur 47 dan kalah. Dua tahun kemudian dicalonkan menjadi anggota Senat dan kalah.

  • Advertisement
  • Melihat kenyataan ini mungkin kita akan berkata kepadanya "Sudahlah nak, cari kerjaan lain saja." Sekali lagi 'hantu kenyataan' mengatakan bahwa dia pastilah seorang pecundang.

  • Pada umur 55 dia justru terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Dialah Abraham Lincoln yang terkenal itu. (baca "Make A Life, Not Just a Living," hal. 93-4).

  • Saya rasa tidak ada pecundang lebih hebat daripada Abraham Lincoln, juga tidak ada orang yang paling dipuja-puja di dunia selain dia atas jasanya mempersatukan negara Amerika yang sedang dilanda perpecahan perang saudara.

  • Cita-Cita Lawan Karunia

  • Namun demikian, bila cita-cita itu kadang-kadang harus berhadapan dengan karunia, maka karunia itu harus dimenangkan. Marilah kita sekarang melihat contoh tersebut:

  • Sewaktu bapak Jeffrey R. Holland (mantan Rektor Universitas Brigham Young, Provo) masih baru pulang dari misi gereja dan baru menikah, dia memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Maka masuklah dia ke sekolah kedokteran yang biayanya sangat mahal itu. Karena mereka bukan anak orang mampu, maka mereka harus berjuang untuk membiayai sekolah dan hidup mereka. Bapak Holland bekerja sebagai guru seminari paruh waktu di samping pekerjaan lainnya. Ketika dia mengajar itulah dia menyadari bahwa dia memperoleh suka cita. Setelah merenungkannya, maka berbicaralah dia dengan istrinya tentang rencananya untuk berhenti sebagai mahasiswa kedokteran dan masuk ke sekolah jurusan pendidikan. Istrinya menjawabnya bahwa sebagai guru dia tidak akan memiliki penghasilan lebih banyak daripada seorang dokter. Tetapi dia bilang kalau istrinya setuju hidup dengan seorang guru maka dia tidak ragu-ragu menjadi guru. Selanjutnya, dia menjadi guru seminari, dan karier dia menanjak sampai dia menjadi seorang Commisioner CES (jabatan tertinggi dalam CES), dan Rektor BYU Provo.

  • Sama seperti bapak Holland, bagi Anda yang belum mengetahui karunianya, bisa melakukan beberapa percobaan dengan menggunakan cita-cita sebagai pembuka jalan. Cita-cita itu, betapa muluknya jangan diremehkan. Orang tua, harap tidak mencegah cita-cita anak Anda dengan menghadapkannya pada 'hantu kenyataan'. Ingat kisah Abraham Lincoln, siapa pernah mengira anak seorang pencari kayu di hutan bisa menjadi presiden terkenal Amerika Serikat.

  • Ciri-ciri sebuah karunia itu adalah sebagai berikut:

    • Anda senang melakukannya seolah-olah tidak ada beban bila sedang melakukannya. Meskipun Anda sudah melakukan pekerjaan yang sama selama puluhan tahun, walaupun tidak banyak orang yang menghargainya, tetapi Anda tidak bosan-bosan mengerjakannya. Ada teman saya yang kerjanya memimpin tur untuk agen perjalanan selama lebih dari 20 tahun. Saya sendiri sudah pernah melakukan perjalanan selama 20 tahun meskipun tidak seintens seperti dia, tetapi saya sudah bosan, jenuh, dan setiap kali ada undangan ke luar negeri atau dalam negeri, saya sudah bosan sekadar membayangkan perjalanan. Berarti karunia saya bukan di bidang perjalanan, itu hanya sebagian dari pekerjaan saya.

    • Bila dalam menjalankan kegiatan tersebut banyak ide-ide baru yang muncul yang menolong Anda lebih bersemangat melakukannya.

  • Advertisement
  • Karunia dan Kekayaan

  • Pertanyaan lain yang muncul adalah akankah seseorang yang mengembangkan karunianya menjadi kaya? Jawabnya tidak harus. Contoh yang jelas adalah para seniman. Mungkin Anda tidak kenal dia, tetapi Van Gough yang terkenal itu yang lukisannya sekarang nilainya jutaan dollar, hidupnya justru bergantung sama saudaranya yang memiliki galeri dan hasil lukisannya yang dipamerkan di galeri itu hanya laku satu dua buah saja. Dia pun meninggal bunuh diri. Tetapi selama hidupnya dia menekuni melukis itu sebagai curahan hatinya terhadap kaum miskin di gua-gua pertambangan batu bara.

  • Kesimpulan dan Nasihat

  • Jadi, ketika Anda sudah berhasil mengembangkan karunia Anda dan merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan dengan itu, bersyukurlah. Jangan sekali-kali mengatakan atau memikirkan bahwa orang lain memiliki karunia lebih baik daripada milik Anda.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Karunia Sebuah Pertahanan dalam Hidup Fana

Kalau ayam jantan diberi taji untuk mempertahankan hidupnya terhadap lawan-lawannya, harimau diberi taring dan cakar yang kuat, gajah diberi gading dan belalai dan badan yang kuat, maka manusia diberi karunia untuk mempertahankan hidupnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr