Bertahan Sampai Akhir dalam Menghadapi Cobaan Hidup

Kenakanlah selalu jaket keselamatan yaitu firman Tuhan dan peganglah dengan teguh supaya kita semua boleh diperkuatkan, hingga kita berhasil mencapai garis akhir kehidupan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

4,360 views   |   2 shares
  • Kisah berikut ini diadaptasi dari pengalaman pribadi salah seorang pemimpin spiritual di Amerika, M. Russell Ballard yang menasihati kita akan pentingnya bertahan sampai akhir dalam menghadapi berbagai macam cobaan hidup.

  • ..Baru-baru ini, salah seorang teman saya mengajak anak laki-lakinya melakukan perjalanan ke sungai Colorado melewati ngarai terjal yang letaknya di Utah bagian tenggara. Ngarai tersebut terkenal karena aliran derasnya sepanjang 23 km yang sangat berbahaya. Untuk memulai mempersiapkan petualangan tersebut, mereka pertama-tama perlu meninjau terlebih dahulu website resmi taman nasional, tujuannya untuk memperoleh informasi-informasi penting tentang persiapan pribadi dan untuk mengetahui daerah-daerah berbahaya yang letaknya tersembunyi.

  • Pada awal perjalanan, salah seorang pemandu yang berpengalaman menyampaikan petunjuk keamanan, menekankan tiga peraturan dasar untuk memastikan keamanan perjalanan kelompok ketika melewati arus yang deras. "Peraturan pertama: Tetap berada di dalam perahu! Peraturan kedua: Selalu kenakan jaket keselamatan! Peraturan ketiga: Selalu berpegangan dengan kedua tangan!" Kemudian dia mengatakan lagi, "Yang lebih penting dari kesemuanya, selalu ingat untuk tetap berada di dalam perahu!"

  • Petualang tersebut mengingatkan saya pada perjalanan kehidupan fana kita di bumi. Sebagian besar dari kita mengalami masa dalam kehidupan kita di mana air tenang kehidupan patut dihargai. Pada kesempatan lain, kita menghadapi arus kehidupan yang deras yang sebanding seperti yang ditemukan ketika melewati ngarai yang terjal sepanjang 23 km tersebut – tantangan bisa berupa masalah kesehatan fisik dan mental, kematian orang yang paling dicintai, mimpi dan harapan yang sirna, dan beberapa bahkan krisis keimanan ketika menghadapi masalah hidup, pertanyaan-pertanyaan, serta keraguan-keraguan.

  • Jika kita tetap fokus kepada Tuhan, kita dijanjikan sebuah berkat di luar yang bisa kita bayangkan. Tantangan yang setiap dari kita akan hadapi dalam kehidupan ini tidak pernah dijanjikan mudah untuk diatasi, namun Tuhan dalam kebaikan-Nya telah memberikan bantuan, termasuk sebuah perahu, perlengkapan penting seperti jaket keselamatan, dan pemandu sungai yang berpengalaman yang akan memberikan petunjuk-petunjuk untuk membantu kita melakukan perjalanan melewati sungai kehidupan menuju ke tujuan akhir dengan selamat. Oleh karena itu, untuk bisa menikmati berkat yang telah dijanjikan tersebut setiap dari kita diminta untuk mampu bertahan sampai akhir dalam menghadapi cobaan hidup, jangan pernah menyerah, dan berputus asa. Mari pikirkan tentang ketiga nasehat pemandu tersebut, yaitu:

  • Advertisement
  • 1. Tetap berada di dalam perahu

  • Perumpamaan apakah yang dimaksudkan dengan perahu di dalam cerita tersebut? Setiap dari kita boleh memiliki anggapan yang berbeda-beda, namun perahu disini bisa diartikan sebuah keluarga atau kepercayaan yang masing-masing kita anut. Tetaplah berada dengan keluarga Anda, karena ketika kehidupan kita memiliki banyak masalah keluarga dapat menguatkan kita, dapat membantu kita dalam menyelesaikan setiap persoalan. Peganglah teguh kepercayaan kita karena setiap kepercayaan yang kita anut, bila kita mengamalkan setiap nilai-nilai luhur yang ada di dalamnya, maka itu akan dapat menyelamatkan kita dari godaan-godaan yang dapat menjerumuskan kita jatuh ke dalam dosa.

  • 2. Jaket keselamatan

  • Ketika melewati aliran sungai kehidupan ini, kita tidak pernah tahu kapan datangnya masa-masa sulit ketika arus deras datang menghadang kita. Oleh karena itu, selalu kenakan "jaket keselamatan", jaket keselamatan di sini bisa berupa keimanan kita, tulisan-tulisan suci dari agama yang kita anut yang dapat menguatkan keimanan kita serta ajaran-ajaran dari para pemimpin kita. Selidikilah perkataan-perkataan Tuhan yang tertuang dalam kitab-kitab suci kita, terapkan apa yang ingin Dia inginkan untuk kita lakukan, patuhi perintah serta petunjuk-Nya, agar kita boleh diselamatkan ketika menghadapi cobaan hidup.

  • 3. Berpegangan dengan kedua tangan

  • Jangan pernah sekalipun mengabaikan Tuhan dalam kehidupan ini, peganglah dengan sekuat tenaga keyakinan kita, terapkanlah dengan sebaik mungkin setiap ajaran dalam kehidupan kita, jangan pernah mencobai Tuhan kita, sehingga kita tidak akan goyah ketika masalah demi masalah datang mendera kehidupan kita.

  • Masing-masing dari kita memiliki masalah yang berbeda-beda, kemampuan kita dalam bertahan juga berbeda-beda, ada yang berhasil melewati derasnya aliran sungai kehidupan, namun tak sedkit pula yang akhirnya justru jatuh dan tenggelam. Bertahan sampai akhir adalah tugas setiap individu, namun bila kita mampu tetap berada di dalam perahu yang sama, maka kita bisa bahu-membahu membantu satu sama lain, supaya beban serta rintangan yang kita hadapi boleh dihadapi bersama, sehingga akan terasa jauh lebih ringan. Kenakanlah selalu jaket keselamatan yaitu firman Tuhan dan peganglah dengan teguh supaya kita semua boleh diperkuatkan, hingga kita berhasil mencapai garis akhir kehidupan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Bertahan Sampai Akhir dalam Menghadapi Cobaan Hidup

Kenakanlah selalu jaket keselamatan yaitu firman Tuhan dan peganglah dengan teguh supaya kita semua boleh diperkuatkan, hingga kita berhasil mencapai garis akhir kehidupan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr