10 Cara Meminimalisir Dampak Perceraian pada Anak

Ketahuilah bahwa perceraian Anda tidak berhak merampas hak-haknya untuk tetap memperoleh kasih sayang serta perhatian dari Anda berdua.

5,493 views   |   18 shares
  • Ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun anak mengharapkan orang tuanya berpisah, namun bila kenyataan yang ada mengharuskannya untuk menghadapi itu, maka tanggung jawab Anda sebagai orang tuanya adalah bagaimana mencari cara untuk meminimalisir dampak perceraian yang akan dia hadapi. Dikutip dari beberapa majalah ibu dan anak, berikut ini ada 10 cara meminimalisir dampak perceraian, supaya tidak sampai menghancurkan masa depan anak-anak:

  • 1. Tidak memperkeruh suasana

  • Dalam proses perceraian biasanya kedua belah pihak yang saling bersitegang, yaitu suami-istri, menunjukkan sikap saling bermusuhan. Oleh karena itu, jangan tunjukkan sikap saling bermusuhan Anda di hadapan anak-anak secara langsung. Anak-anak sesungguhnya tidak berhak mengalami ini semua, namun bila Anda berdua telah sepakat untuk berpisah, meskipun Anda kini telah begitu saling membenci, jangan benci anak-anak Anda. Jangan memperkeruh suasana, apalagi bila sampai melibatkan anak-anak dalam kasus perceraian Anda, tetaplah berprilaku selayaknya orang dewasa, meskipun kini Anda telah berpisah, bila di hadapan anak-anak Anda. Anda harus tetap menunjukkan sikap bahwa Anda berdua adalah masih orang tua mereka.

  • 2. Memantau kebutuhan anak baik jasmani maupun rohani

  • Meskipun kini Anda telah bercerai, namun tanggung jawab Anda berdua kepada anak-anak Anda tidak boleh berhenti. Terus pantau kebutuhan jasmani serta rohani mereka, supaya mereka tetap dapat tumbuh secara normal dan tidak sampai mengalami krisis keteladanan yang dapat membahayakan masa depannya.

  • 3. Tidak menghilangkan kebersamaan orang tua dan anak

  • Anak-anak tentunya sangat sedih mendapati orang tuanya telah berpisah, perasaan kecewa pasti mereka rasakan, meskipun mereka tidak menunjukkannya secara langsung kepada Anda. Ketahuilah bahwa perceraian Anda tidak berhak merampas hak-haknya untuk tetap memperoleh kasih sayang serta perhatian dari Anda berdua. Oleh karena itu, jangan hilangkan kebersamaan anak-anak bersama orang tuanya, luangkanlah waktu Anda untuk tetap berkumpul bersama, meskipun kini Anda tidak lagi hidup serumah dengan mantan pasangan Anda.

  • 4. Beri kesempatan kepada anak untuk mengutarakan pendapat

  • Bila anak Anda telah cukup besar dan mengerti bahwa orang tuanya akan bercerai, maka libatkanlah dia untuk mengutarakan pendapatnya. Anda berdua sama sekali tidak diizinkan untuk mempengaruhinya, bahwa perceraian ini semua terjadi akibat kesalahan salah satu pihak. Jelaskan tujuan Anda berpisah serta yakinkan dia bahwa perceraian Anda adalah jalan terbaik, yang tidak akan mempengaruhi perhatian Anda berdua kepadanya.

  • Advertisement
  • 5. Bersikap dewasa

  • Sebagai orang tua Anda berdua adalah orang yang paling diharapkan mampu menunjukkan teladan kedewasaan dalam mengambil sikap, berpikir serta bertindak kepada anak-anak Anda. Ketika dihadapkan pada kasus perceraian jagalah sikap Anda, janganlah bersikap kekanak-kanakan. Hadapilah itu semua dengan kedewasaan Anda, sehingga anak-anak Anda tetap bisa mengambil sisi positif dari keputusan Anda untuk berpisah dari pasangan.

  • 6. Berpikir secara logis

  • Berpikirlah kembali secara logis sebelum memutuskan untuk berpisah, pertimbangkan kembali dampak yang akan terjadi pada diri Anda, pasangan Anda dan terlebih pada anak-anak Anda. Bila perceraian tidak bisa dihindarkan, meskipun kini Anda sedang bersedih jangan tunjukkan itu di hadapan anak-anak Anda. Tetaplah bersemangat sehingga mereka juga memiliki kekuatan untuk menghadapinya.

  • 7. Tidak bertengkar di hadapan anak Anda

  • Sama seperti pada poin pertama "tidak memperkeruh suasana", pada poin ketujuh usahakan untuk tidak bertengkar di hadapan anak-anak Anda, Anda perlu menyadari bahwa pertengkaran demi pertengkaran yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, bila disaksikan langsung oleh anak-anak hal tersebut dapat sangat melukai perasaan mereka.

  • 8. Tidak melakukan kekerasan fisik

  • Jangan pernah melakukan kekerasan fisik kepada pasangan Anda, bila sampai anak-anak menyaksikannya, maka Anda telah menunjukkan teladan yang salah kepada mereka, dan Anda tidak akan pernah tahu dampak yang akan terjadi bagi pertumbuhan mereka kelak di kemudian hari.

  • 9. Jangan egois

  • Pikirkan kembali bahwa dalam setiap perceraian ada anak-anak yang secara tidak langsung ikut terlibat, akan lain ceritanya bila Anda berdua belum memiliki anak, namun bila Anda telah memiliki anak jangan egois dan mementingkan diri sendiri dalam memutuskan untuk bercerai.

  • 10. Menghormati satu sama lain

  • Meskipun kini Anda berdua telah resmi berpisah, namun tetap tunjukkan rasa hormat kepada satu sama lain. Tetaplah mengasihi mantan pasangan Anda dengan hati yang tulus dan tanpa dibuat-buat.

  • Dalam setiap kasus perceraian anak-anak selalu menjadi pihak yang paling dirugikan. Anak-anak tidak pernah memiliki persiapan, bahkan kekuatan untuk menghadapi perceraian orang tuanya. Semua pihak, tak terkecuali anak-anak Anda, akan terkena imbas dari perceraian tersebut. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali keputusan Anda, pertimbangkan kembali masak-masak segala risiko yang dihadapi oleh anak-anak Anda.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

10 Cara Meminimalisir Dampak Perceraian pada Anak

Ketahuilah bahwa perceraian Anda tidak berhak merampas hak-haknya untuk tetap memperoleh kasih sayang serta perhatian dari Anda berdua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr