12 Cara Meredakan Konflik Rumah Tangga

Tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai bila ada kemauan serta keinginan yang tulus dari kedua belah pihak yang bertikai untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam hubungan sebagai anggota keluarga.

11,772 views   |   1 shares
  • Bila diperhatikan secara saksama, kehidupan sebuah keluarga tak ubahnya kehidupan sebuah negara, tentunya dalam konteks skala yang lebih kecil. Oleh karena itu, pasti akan ada masa di mana perjalanan hidup menghadapi tantangan serta hambatan yang berasal dari dalam maupun dari luar dan berbagai upaya pasti akan dilakukan demi menjaga keutuhannya.

  • Ada yang menarik di sini, karena keluarga tak ubahnya kehidupan sebuah negara, bila suatu saat terjadi perselisihan, upaya-upaya yang biasa dilakukan oleh sebuah negara ternyata juga dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, dan upaya-upaya tersebut biasa disebut dengan istilah "akomodasi".

  • Secara harafiah pengertian "akomodasi" sendiri adalah, "Usaha manusia untuk meredakan pertikaian atau konflik untuk mencapai kestabilan." Pihak-pihak terkait yang sedang bertikai kemudian saling bertemu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada dan kemudian saling bekerjasama demi menciptakan kembali kehidupan yang harmonis. Nah, bila suatu negara yang sedang bertikai saja bisa kembali akur melalui upaya akomodasi, bagaimana dengan "negara" yang lebih kecil yaitu keluarga? Tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai bila ada kemauan serta keinginan yang tulus dari kedua belah pihak yang bertikai untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam hubungan sebagai anggota keluarga. Ada 12 upaya akomodasi yang dapat dilakukan guna meredakan konflik yang sedang terjadi, dan ke-12 upaya tersebut adalah:

  • 1. Gencatan senjata

  • Pasangan yang sedang bertikai atau dua keluarga yang sedang bertikai dapat sejenak melakukan "gencatan senjata", untuk jangka waktu tertentu yang tidak boleh diganggu, untuk mencari solusi bagaimana cara yang tepat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

  • 2. Arbitrasi

  • Adalah penyelesaian masalah yang melibatkan pihak ketiga sebagai pemberi keputusan yang harus ditaati serta diterima oleh kedua belah pihak yang sedang bertikai, dan sebagai pihak penengah bisa dilakukan oleh orang tua, saudara, atau hakim.

  • 3. Mediasi

  • Penghentian sejenak pertikaian oleh pihak ketiga, namun tidak memberikan keputusan yang mengikat. Sebagai contoh, mediasi dilakukan kepada pasangan yang sedang bertikai dengan tujuan untuk mencari jalan tengah yang dapat disepakati bersama oleh kedua pihak yang tengah bertikai supaya dapat bersatu kembali.

  • 4. Konsiliasi

  • Yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan masing-masing pihak yang sedang bertikai sehingga tercapai persetujuan bersama.

  • Advertisement
  • 5. Stalemate

  • Yaitu keadaan dimana kedua belah pihak yang sedang bertikai memiliki kekuatan yang sama, kemudian terjadi kebuntuan "tidak bisa maju atau mundur", stalemate biasanya dapat terjadi pada kasus perebutan hak asuh anak, atau perebutan harta warisan dan harta gono-gini.

  • 6. Adjudikasi

  • Adalah cara menyelesaikan masalah ketika terjadi sengketa di pengadilan.

  • 7. Eliminasi

  • Pengunduran diri salah satu pihak yang sedang bertikai yang biasanya ditandai dengan sikap mengalah.

  • 8. Subjugasi atau dominasi

  • Yaitu keadaan dimana salah satu pihak memiliki kekuatan yang lebih besar atau mendominasi, untuk memaksa pihak lain mematuhinya. Cara demikian tidak dianjurkan untuk menyelesaikan masalah karena pasti akan merugikan pihak lain.

  • 9._Majority rule_

  • Peraturan mayoritas, biasanya dilakukan dengan cara melakukan voting untuk mengambil keputusan, dan suara terbanyaklah yang harus ditaati bersama.

  • 10

  • _Minority consent_

  • Yaitu, kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan lapang dada oleh kelompok minoritas, namun dalam hal ini kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan atau dirugikan dan sepakat untuk melakukan kerjasama dengan kelompok mayoritas.

  • 11. Kompromi

  • Yaitu, usaha untuk mencari jalan tengah yang nantinya wajib dipatuhi oleh pihak-pihak yang sedang terlibat konflik.

  • 12. Integrasi

  • Yaitu, Usaha menyelesaikan masalah dengan cara mendiskusikan, menelaah, serta mempertimbangkan kembali pendapat dari setiap pihak terkait guna memperoleh keputusan yang memaksa semua pihak yang sedang bertikai untuk mematuhinya.

  • Di dalam kehidupan rumah tangga saling berbeda pendapat adalah hal yang biasa terjadi, namun bila suatu hari nanti terjadi konflik usahakan jangan membiarkannya berlangsung berlarut-larut. Dibutuhkan sikap kerendahan hati serta panjang sabar, sehingga keharmonisan akan senantiasa dapat Anda rasakan bersama pasangan Anda dalam satu kesatuan keluarga yang utuh dan bahagia.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

12 Cara Meredakan Konflik Rumah Tangga

Tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai bila ada kemauan serta keinginan yang tulus dari kedua belah pihak yang bertikai untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam hubungan sebagai anggota keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr