Tanyakan Kepada Ahli Terapi: Berhentilah Jadi Rekan yang Membisu

Jika teman-teman dan keluarga saya tahu perasaan saya, mereka akan kaget. Lebih kaget lagi jika suami saya tahu.

836 views   |   shares
  • Pertanyaan: Saya tidak puas dengan pernikahan saya walau semua tampaknya baik-baik saja di permukaannya. Kami menjalankan peran sebagai orang tua dengan baik, bergaul dengan teman-teman beberapa kali sebulan, mengerjakan hal-hal bersama, kehidupan seks kami sehat, dan tidak pernah bertengkar sengit. Jika teman-teman dan keluarga saya tahu perasaan saya, mereka akan kaget. Lebih kaget lagi jika suami saya tahu.

  • Saya merasa kurang senang dengan perilakunya yang tidak banyak membantu di rumah dan kurang mengurus anak-anak. Dia bukan pendengar yang baik dan kurang peduli dengan perasaan saya serta apa yang terjadi atas diri saya. Selalu yang dibicarakannya adalah dirinya, pekerjaannya dan minatnya. Dengan kata lain dia tidaklah terlalu buruk, jadi apa masalahnya? Saya memendam perasaan saya karena saya tidak mau ada pertikaian atau perasaan marah yang akan mempengaruhi keluarga.

  • Apakah saya terlalu peka, menuntut terlalu banyak atau menciptakan persoalan padahal tidak ada apa-apa? Tolong beri saya tanggapan atau nasihat.

  • Halo Rekan yang Membisu,

  • Nama yang Anda pilih menyebutkan persoalan Anda dengan tepat. Anda memendam pikiran dan perasaan, namun tidak berusaha mengutarakannya dengan tujuan memecahkan persoalan sehingga Anda berdua dapat memenuhi kebutuhan Anda. Seperti kebanyakan pria, suami Anda mengira bila Anda tidak mempunyai keluhan berarti semuanya baik-baik saja. Saya sering menjumpai ini pada pasangan-pasangan yang saya tangani dan banyak suami yang kaget, bahkan marah bila istrinya menyampaikan perasaan negatifnya ketika konsultasi.

  • Hindari perangkap yang menyatakan "Jika dia sungguh-sungguh mencintaiku, dia akan tahu perasaanku."

  • Tidak ada orang yang bisa membaca pikiran, terutama pria yang biasanya kurang punya naluri, dan jarang bisa membaca perasaan yang tidak diutarakan dibanding wanita. Ini masalah perbedaan antara pria dan wanita, bukan tentang siapa yang salah. Ironisnya, perbedaan ini merupakan daya tarik di antara banyak pasangan, namun dapat menyebabkan frustrasi nantinya bila kita tidak dapat menjembatani perbedaan ini.

  • Penting untuk mengutarakan masalah ini ketika muncul

  • Misalnya Anda merasa kewalahan dengan tugas mengurus anak-anak di suatu hari tertentu, beritahu pasangan Anda saat itu juga. Gunakan pernyataan yang dimulai dengan "saya" seperti "Saya merasa kewalahan dengan anak-anak hari ini, saya berharap engkau bisa membantu." Lalu sebutkan secara khusus supaya dia mengantar anak-anak pagi itu, mengerjakan tugas di luar rumah, menyelesaikan urusan lewat telpon, dan membeli atau menyiapkan makan malam. Anda hendaknya mengetahui apa yang bisa dia kerjakan sesuai dengan jadwalnya sehingga ucapan Anda terdengar sungguh-sungguh sebagai permintaan tolong, bukan sekedar ledakan amarah yang tertuju kepadanya.

  • Advertisement
  • Anda hendaknya juga melakukan ini bila Anda ingin dia mendengarkan, atau menawarkan bantuan. Katakan saja apa yang sebenarnya Anda perlukan dan mintalah waktu serta perhatian yang Anda inginkan dari dia. Jika Anda melakukan ini dengan hati terbuka dan sikap yang menyatakan bahwa Anda menghargai dia dan perlu perhatiannya, dia akan sulit menolak.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "Ask a Therapist: Stop Being a Silent Partner" karya Toni Coleman.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Toni Coleman, LCSW, is a licensed psychotherapist. She is a well-known relationship expert and author, working with publications, TV, and radio programs. Toni writes for HopeAfterDivorce.org, FamilyShare and LAFamily. Follow her on Twitter @CoachToni

Tanyakan Kepada Ahli Terapi: Berhentilah Jadi Rekan yang Membisu

Jika teman-teman dan keluarga saya tahu perasaan saya, mereka akan kaget. Lebih kaget lagi jika suami saya tahu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr