Hidup Menjanda

Ada yang pernah mengatakan bahwa menjadi seorang janda di masyarakat umum adalah seperti berjalan dengan satu sepatu, tidak nyaman dan dicibir semua orang.

10,438 views   |   35 shares
  • Ketika seorang wanita mendapati dirinya tak bersuami lagi, dia tidak tahu apa yang harus diharapkan. Dunia seperti berubah dan bahkan runtuh. Apakah itu karena perceraian atau karena ditinggal mati suami, seorang wanita akan merasa bagaikan sebuah pohon yang tercabut akarnya. Perubahan internal ini sudah cukup membebani pikiran, tetapi tekanan eksternal juga semakin memperparah keadaan pikiran seorang janda. Ada yang pernah mengatakan bahwa menjadi seorang janda di masyarakat umum adalah seperti berjalan dengan satu sepatu, tidak nyaman dan dicibir semua orang.

  • Belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan besar dalam kehidupan, seperti menjanda, akan membantu Anda melalui masa-masa sulit ini. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui untuk membantu Anda bertahan dan bertumbuh dalam kehidupan baru Anda sebagai seorang janda:

  • 1. Orang-orang akan mengatakan hal-hal aneh kepada Anda

  • Seperti, "Jangan khawatir, Anda masih muda. Anda akan menemukan penggantinya." Siapa yang ingin segera menikah kembali setelah ditinggal mati suami tercinta? Apalagi setelah terpaksa memutuskan untuk hidup menjanda karena perceraian. Berikan janda waktu untuk menikmati hidup melajang kembali dan mencintai diri sendiri.

  • 2. Anda akan merasa seperti tidak masuk ke dalam kelompok masyarakat mana pun

  • Misalnya, dengan kelompok ibu-ibu rumah tangga, Anda akan merasa tertinggal ketika mereka saling bertukar cerita tentang kebiasaan-kebiasaan suami mereka. Tetapi dengan kelompok orang lajang, Anda akan merasa lebih berpengalaman dalam hal berkencan dan kehidupan pernikahan, sementara mereka masih berandai-andai apa yang terjadi setelah upacara pernikahan.

  • 3. Anda akan merasa teman-teman Anda menghindari Anda

  • Ini bukan karena Anda menjadi hina di mata mereka (jika ada yang demikian, berarti orang tersebut tidak layak menjadi teman Anda). Teman-teman Anda akan sangat ingin menghibur Anda, tetapi mereka juga takut tidak sengaja menyinggung perasaan Anda, misalnya dengan membicarakan tentang hal-hal atau peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan Anda sebelum menjanda. Pada awalnya mereka hanya tidak tahu bagaimana cara menghibur Anda. Namun, ingatlah bahwa ini hanyalah sementara. Teman-teman sejati Anda akan segera kembali kepada Anda.

  • Advertisement
  • 4. Anda akan memiliki cara pandang yang berbeda

  • Anda akan tertawa lebih banyak. Anda akan berkenalan dengan lebih banyak orang. Bagi yang belum pernah bekerja, Anda akan menikmati dunia pekerja dan bertumbuh di dalamnya. Anda akan lebih rendah hati dan tidak menghakimi situasi orang lain karena Anda sendiri pernah mengalami dunia Anda dijungkirbalikkan oleh hal-hal di luar kendali Anda. Anda akan lebih menyayangi diri Anda sendiri dan orang-orang terdekat Anda yang selama ini selalu berada di sisi Anda. Dan terutama, Anda akan semakin mendekat kepada Sang Pencipta. Kehidupan Anda mengalami perubahan besar dan ini akan sangat memengaruhi cara pandang Anda dalam menjalani kehidupan. Mudah-mudahan Anda akan menjadi lebih bijaksana dan lebih peduli terhadap sesama alih-alih menjadi beban dan selalu menyalahkan orang lain.

  • 5. Anda akan merasa sendirian dan tidak ada yang memahami penderitaan Anda

  • Beban hidup seorang janda, apalagi seorang ibu tunggal, adalah sangat berat. Anda harus menafkahi dan membesarkan anak-anak seorang diri. Anda harus menangkis gosip dan gunjingan tetangga. Anda harus menolak atau menerima pria-pria yang mulai mendekati Anda. Terkadang, bahkan ketika keluarga dan teman, bahkan sesama janda berkomentar, "Iya, saya memahami penderitaan Anda." sebenarnya mereka tidak memahaminya. Setiap orang memiliki masalah dan beban hidup masing-masing. Kesedihan dan kesepian sangat bersifat pribadi. Seperti sidik jari, tidak ada yang menanggung penderitaan yang sama. Bersiaplah untuk membuat banyak kesalahan, tetapi belajarlah dari kesalahan-kesalahan tersebut.

  • 6. Anda akan harus memaafkan

  • Anda akan dituntut untuk menjadi sangat rendah hati dan berpikiran positif agar dapat memaafkan keadaan, orang lain, dan terutama diri sendiri. Orang-orang akan bergunjing. Keluarga akan secara tidak sengaja menyakiti perasaan Anda. Anak-anak akan menanyakan mengapa mereka tidak memiliki ayah. Teman dan kenalan akan mulai meragukan kepribadian Anda. Kesemuanya ini akan membuat Anda selalu merasa kurang atau di bawah manusia pada umumnya. Seperti seolah-olah Anda tidak layak hidup normal dan bahagia bersama seorang pasangan hidup. Tetapi ini tentunya salah. Anda adalah makhluk yang teramat sangat istimewa dan kuat dan tabah dan layak dijadikan teladan hidup bagi orang-orang di sekitar Anda.

  • Masih banyak hal lainnya yang harus Anda ingat ketika Anda hidup menjanda, misalnya bagaimana mulai membuka diri kepada pria atau menentukan kualitas apa dari seorang pria yang layak menjadi pasangan hidup Anda. Atau bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup Anda sebagai seorang janda, misalnya dengan berkuliah kembali atau mengambil kursus-kursus keterampilan. Jadi, ada begitu banyak hal di luar sana yang dapat Anda lakukan untuk secara perlahan tapi pasti melupakan kesedihan Anda serta untuk bertahan hidup dan bertumbuh di masyarakat.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Hidup Menjanda

Ada yang pernah mengatakan bahwa menjadi seorang janda di masyarakat umum adalah seperti berjalan dengan satu sepatu, tidak nyaman dan dicibir semua orang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr