5 Cara Cerdas untuk Mengendalikan Belanja Impulsif

Semua orang, baik yang terbiasa hidup hemat maupun yang baru mulai belajar menabung atau baru terbebas dari beban utang, pada suatu waktu dalam hidupnya akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan dorongan belanja secara impulsif.

5,115 views   |   shares
  • Semua orang, baik yang terbiasa hidup hemat maupun yang baru mulai belajar menabung atau baru terbebas dari beban utang, pada suatu waktu dalam hidupnya akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan dorongan belanja secara impulsif. Apakah Anda pernah membeli televisi baru berukuran besar dan paling canggih padahal Anda tahu Anda sebenarnya tidak terlalu membutuhkan televisi baru itu? Atau apakah Anda pernah membeli pakaian mahal hanya karena itu sedang diskon padahal Anda tahu Anda akan sangat jarang mengenakannya? Apakah hal-hal seperti ini terjadi dalam kehidupan Anda sehari-hari?

  • Mengatasi dorongan untuk belanja secara impulsif sangatlah sulit, apalagi ketika Anda melihat diskon besar-besaran atau teman Anda mengenakan sesuatu yang membuat Anda sangat iri. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan dorongan ini. Ada lima cara cerdas yang tidak hanya akan membantu menciptakan perilaku sehat tentang belanja, tetapi juga membantu Anda mengendalikan kebiasaan belanja secara impulsif, antara lain:

  • 1. Tunda sebelum membeli

  • Apakah Anda tahu bahwa Anda bisa mencegah pembelian barang apa pun hanya dengan menunda selama sehari (atau 24 jam) sebelum menyelesaikan transaksi pembelian ini. Ini tidak hanya berlaku untuk barang yang Anda lihat di mall, tetapi juga untuk barang yang dijual online. Dengan menunda, Anda menanamkan ide di otak Anda bahwa Anda sebenarnya tidak terlalu membutuhkan barang yang ingin Anda beli tersebut.

  • 2. Hindari situasi yang memicu hasrat belanja impulsif

  • Kebanyakan hasrat untuk belanja secara impulsif berasal dari situasi yang menguji pengendalian diri. Anda dapat menghindari ini dengan memberlakukan aturan baru, seperti lebih sering menghabiskan waktu luang di rumah daripada di luar. Ketika Anda sudah nyaman di rumah, Anda akan merasa malas pergi ke mall yang selanjutnya akan menghindarkan Anda dari melihat barang-barang yang dapat memicu hasrat belanja Anda. Rencanakan waktu belanja Anda menjadi seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Untuk mengendalikan belanja online secara impulsif, Anda dapat berhenti berlangganan (unsubscribe) semua surel penawaran dari situs web belanja online kesayangan Anda.

  • 3. Biasakan membuat daftar

  • Ini tidak hanya membuat daftar belanjaan untuk kegiatan belanja mingguan atau bulanan Anda, tetapi juga membuat daftar barang yang Anda inginkan untuk jangka panjang. Misalnya untuk kado ulang tahun, tanyakan kepada anggota keluarga Anda apa yang mereka inginkan untuk ulang tahun mereka. Doronglah setiap anggota keluarga untuk merencanakan dan menabung untuk perayaan atau kado ulang tahun mereka masing-masing. Ini juga dapat diterapkan untuk rencana liburan keluarga atau rencana renovasi rumah. Anda perlu mengingat bahwa belanja bukanlah kebiasaan buruk, tetapi Anda hanya perlu melakukannya dengan pertimbangan yang matang.

  • Advertisement
  • 4. Berikan uang jajan kepada diri Anda sendiri

  • Setelah Anda membayar semua kewajiban keuangan Anda, seperti uang sekolah anak, tagihan kartu kredit, uang bensin, dll, berikan uang jajan kepada diri Anda sendiri sebagai upah atas jerih payah Anda selama sebulan. Ini tidak harus sejumlah besar uang, misalnya cukup dengan menyisihkan Rp 100-200 ribu tiap bulannya yang dapat Anda gunakan untuk membeli apa saja, misalnya jika Anda hobi membaca, Anda dapat membeli novel dengan uang jajan ini. Intinya adalah Anda sudah merencanakan pembelanjaan seperti ini, dan ketika uang jajan itu sudah terpakai, Anda harus menunggu sampai gajian yang akan datang untuk uang jajan Anda selanjutnya.

  • 5. Mengembangkan rasa berpuas diri

  • Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa semakin banyak kepemilikan atau kekayaan seseorang, tidak menjamin kepuasan atau kebahagiaan pribadi orang tersebut. Anda perlu mengingat bahwa kepuasan diri berasal dari rasa syukur atas apa yang kita miliki, bukan apa yang ingin kita miliki. Anda dapat menikmati waktu berharga bersama keluarga dan teman-teman setia. Anda dapat bersyukur atas berkat dari Tuhan atau kebaikan dari orang lain yang tidak Anda sangka-sangka. Semua ini dapat membantu Anda mengembangkan mana yang lebih penting dalam hidup dan dapat membantu Anda merasakan kepuasan diri.

  • Ingatlah bahwa Anda yang mengendalikan pengeluaran Anda, bukan sebaliknya. Temukan kelemahan Anda, kemudian buatlah rencana aksi untuk mengendalikannya. Anda pasti bisa mengendalikan hasrat belanja impulsif Anda.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

5 Cara Cerdas untuk Mengendalikan Belanja Impulsif

Semua orang, baik yang terbiasa hidup hemat maupun yang baru mulai belajar menabung atau baru terbebas dari beban utang, pada suatu waktu dalam hidupnya akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan dorongan belanja secara impulsif.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr