Makhluk Kimiawi

Tanpa kesadaran bahwa kita masih tetap makhluk kimiawi, kita akan merasa tak terkalahkan atau merasa ‘saya tidak mungkin kecanduan seperti yang lain’.

1,119 views   |   1 shares
  • Boleh jadi kita, sebagai manusia, merasa paling agung dibandingkan dengan primata lain, paling cerdas dari semua makluk mamalia lain, tetapi, kita perlu mengakui bahwa sebenarnya manusia adalah masih tetap makhluk kimia. Tanpa kesadaran seperti itu, kita akan merasa tak terkalahkan atau merasa 'saya tidak mungkin kecanduan seperti yang lain'.

  • Berikut ini adalah 12 unsur kimia yang membuat manusia menjadi makhluk hidup:

    1. Oksigen (65%). Masuk akal kalau jumlah oksigen dalam tubuh kita paling banyak, sebab 60% tubuh kita terdiri dari senyawa H2 dan O, alias air. Di samping itu Oksigen digunakan agar terjadi pembakaran dalam tubuh sehingga kita menghasilkan kalori dan energi.

    2. Karbon (18%). Unsur kimia ini jatuh di nomor dua, karena semua makhluk hidup terdiri dari karbon, yang tinggal dalam protein, lemak, karbohidrat, dan asam amino lainnya.

    3. Hidrogen (10%), atau air digunakan oleh tubuh untuk membawa nutrisi dan mengeluarkan 'sampah' dari dalam tubuh seseorang. Hidrogen juga melumasi persendian dan menjaga agar temperatur tubuh tetap sama, dan seterusnya.

    4. Nitrogen (3%), mungkin kita tak pernah menduga bahwa tubuh kita sebenarnya memproduksi nitrogen yang digunakan oleh molekul asam nukleus. Belakangan ini diketahui bahwa nitrogen bertanggung jawab untuk menjaga dinding pembuluh darah kita tetap elastis.

    5. Kalsium (1.5%). Ini mungkin yang paling banyak dikenal karena tulang dan gigi kita terdiri dari kalsium. Kekurangan kalsium dalam tulang kita menyebabkan tulang kita keropos dan tentu saja gampang patah.

    6. Fosfor (1.0%). Dalam tubuh seseorang, unsur ini merupakan energi molekul yang sering dikenal sebagai ATP yang berguna untuk (1) kekuatan bergerak (2) transportasi ion dan molekul dalam sel, (3) berguna untuk proses sintesis dan pembelahan sel.

    7. Potasium (0.35%), digunakan tubuh seseorang untuk menghasilkan elektrolit atau arus listrik untuk menggerakkan otot. Yang paling dikenal adalah di jantung. Jantung seseorang dapat berdetak 24/7 dan 365 hari setahun tanpa berhenti karena unsur kimia ini.

    8. Sulfur (0.25%) adalah komponen penting dalam protein yang membangun kulit, rambut dan kuku dan menolong sel tubuh kita memanfaatkan oksigen untuk bernafas.

    9. Sodium (0.15%) juga komponen yang menghasilkan elektrolit dan dibutuhkan untuk menghantarkan pesan dalam saraf seseorang.

    10. Magnesium (0.05%) penting untuk seperangkat reaksi biokimia yang membantu detak jantung, tekanan darah, jumlah gula darah dan untuk metabolisme tubuh seseorang. Dengan demikian ikut menunjang kekebalan tubuh, merawat otot, dan menenangkan saraf.

  • Advertisement
  • Berikut adalah komponen kimiawi lainnya:

    1. Copper, Zinc, Selenium, Molybdenum, Fluorine, Chlorine, Iodine, Manganese, Cobalt, Iron (0.70%)

    2. Lithium, Strontium, Aluminum, Silicon, Lead, Vanadium, Arsenic, Bromine (sumber: www.about.com )

  • Jadi, kalau kita memasukkan zat kimia lain yang berlawanan dengan atau menyebabkan kelebihan atau kekurangan kimia tersebut, atau secara singkat menyebabkan tubuh kita 'bingung', atau tidak seimbang, maka tubuh kita akan membuat reaksi. Reaksi tersebut dapat menyebabkan kita menderita secara jasmani atau mental, sakit bahkan mati.

  • Contoh yang paling gampang dan dapat dicoba sendiri di lapangan terbuka adalah Diet Coke yang diisi dengan sebungkus Mentos, maka Diet Coke akan membuat reaksi menyemburkan seluruh isi Coke tersebut setinggi 10 meter. Mengapa? Bukan sulap atau ajaib tetapi secara singkat dapat dijelaskan, karena senyawa kimiawi dalam cairan Coke 'terganggu' dengan senyawa kimiawi Mentos. Senyawa kimiawi keduanya membuat reaksi kimiawi yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam botol Coke, dengan demikian maka cairan Coke menyembur keluar sampai tekanan dalam botol dan di luar botol sama.

  • Eksperimen yang lebih sederhana adalah mencampurkan 1 sendok makan baking soda (sodium bicarbonate atau rumus kimianya adalah: NaHCO3) dengan secangkir cuka (yang rumus kimianya adalah C2H4O2), maka cuka segera akan berbusa dan meluap keluar dari cangkir tersebut.

  • Bayangkan kalau yang dikonsumsi adalah narkoba. Senyawa kimiawi dalam narkoba akan bergabung dengan senyawa kimiawi dalam tubuh kita. Sama seperti cairan dalam Diet Coke (atau secangkir cuka), maka senyawa kimiawi dalam tubuh kita akan membuat reaksi. Dengan demikian, maka tubuh seseorang akan menerjemahkan reaksi kimiawi dalam tubuh tersebut secara bermacam-macam. Ada yang menyebabkan orang tripping atau 'mabuk', ada yang menimbulkan halusinasi, melihat 'surga', 'malaikat', atau roh orang-orang yang telah meninggal dan dapat berbicara kembali kepadanya, dan seterusnya.

  • Setelah senyawa kimiawi keduanya mencapai keseimbangan, maka seseorang akan merasa 'normal' kembali, atau merasa kelelahan dan sakit. Tetapi sisa senyawa kimiawi narkoba akan mengendap dalam diri seseorang sampai tubuh kita mampu memprosesnya dan mengeluarkannya. Sementara proses berlangsung senyawa kimiawi tertentu tubuh seseorang menjadi terlalu banyak atau terlalu sedikit, jarang terjadi bahwa kimiawi seseorang tersebut kembali normal begitu berhenti menggunakan narkoba. Itulah yang menyebabkan seseorang kecanduan secara jasmani. Misalnya, simpul dendrite otak seseorang yang menerima stimuli berlebihan sehingga memproduksi transmitter dopamine yang rumus kimiawinya adalah C8H15NO2, sebenarnya adalah senyawa kimia yang mengandung nitrogen dioksida yang disebut crystal meth atau ekstasi yang bahan dasarnya adalah MDMA atau rumus kimiawinya adalah C11H15NO2. Kalau ingin tahu lebih banyak, tanyakan kepada ahli kimia apa akibatnya bila keduanya digabungkan jadi satu ditambah dengan semua kimiawi yang mengalir dalam tubuh seseorang. Tentu ada unsur yang berlebih atau tertinggal atau menjadi 'ganas' yang tidak ada gunanya yang akan mengganggu susunan kimiawi tubuh seseorang.

  • Advertisement
  • Jadi, sebenarnya tidak ada seorang pun akan kebal dari kecanduan narkoba atau menyalah gunakan obat-obatan resep dokter yang mengandung narkotik atau anabolik steroid, karena setiap makluk hidup adalah makluk kimia. Jangan karena kesenangan seketika dan sesaat kita kemudian merusak struktur kimiawi tubuh kita yang kerusakannya mungkin tak dapat diperbaiki lagi.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Makhluk Kimiawi

Tanpa kesadaran bahwa kita masih tetap makhluk kimiawi, kita akan merasa tak terkalahkan atau merasa ‘saya tidak mungkin kecanduan seperti yang lain’.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr