Gaya Belajar Anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yang para pakar pendidikan kategorikan ke dalam tiga gaya belajar, antara lain auditori, visual, dan kinestetik.

3,161 views   |   5 shares
  • Memahami bagaimana anak Anda belajar dapat menjadikan pendidikan di sekolah sebagai pengalaman yang indah dan berharga baginya. Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yang para pakar pendidikan kategorikan ke dalam tiga gaya belajar, antara lain auditori, visual, dan kinestetik.

  • Ketika orang tua tahu gaya belajar yang paling tepat untuk anak mereka, maka mereka akan dapat membantu anak mereka belajar secara lebih efektif. Yang patut diingat adalah penting bagi orang tua untuk memahami gaya belajar mereka sendiri, karena kita cenderung akan memiliki gaya mengajar yang sama dengan gaya belajar kita.

  • Menurut Fiona Baker dalam artikelnya "Learning Styles in Children", untuk mengetahui apa gaya belajar anak Anda, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari ketiga gaya belajar tersebut di atas:

  • Gaya belajar auditori

  • Gaya belajar ini disebut juga gaya belajar mendengar dan berbicara, artinya seseorang belajar melalui mendengarkan apa yang orang lain bicarakan dan selanjutnya membicarakan apa yang telah mereka dengar. Ciri-ciri yang dimiliki oleh anak dengan gaya belajar auditori, antara lain:

    • Mengingat informasi dengan melafalkan kembali.

    • Lebih suka jika menerima penjelasan oral.

    • Kesulitan mengikuti instruksi tertulis.

    • Menikmati diskusi kelompok.

    • Sering berbicara atau menjelaskan kepada diri sendiri ketika belajar hal yang baru.

    • Anak yang gaya belajarnya auditori cenderung akan terlihat tidak memerhatikan guru, tetapi ini tidak benar. Dia sebenarnya sangat memerhatikan, dengan telinganya bukan dengan matanya.

  • Advertisement
  • Gaya belajar visual

  • Seseorang yang memiliki gaya belajar visual dapat belajar dengan paling baik melalui melihat atau memperhatikan apa yang diajarkan. Anak yang memiliki gaya belajar visual harus melihat, membayangkan dan mengilustrasikan pengetahuan, keterampilan dan konsep mereka agar dapat belajar secara optimal. Gaya pengajaran visual merupakan gaya pengajaran paling dominan di seluruh belahan dunia. Ini dapat kita lihat dari situasi ruang kelas di mana siswa-siswa duduk dan melihat atau memperhatikan guru yang menyampaikan pelajaran di depan kelas dengan alat bantu papan tulis. Ciri-ciri yang dimiliki oleh seseorang yang memiliki gaya belajar visual, antara lain:

    • Mampu mengingat detail visual.

    • Lebih suka melihat apa yang dipelajari.

    • Gemar mencatat dan membaca.

    • Gemar menggambar konsep yang dipelajari (doodling). Bagi orang lain, ini mungkin terlihat seperti coret-coret yang tidak jelas, tetapi bagi dia, coret-coret ini sangat masuk akal dan berguna.

    • Lebih mudah mengerti pelajaran jika melihat peragaan atau presentasi.

    • Terkadang anak tidak mampu memahami apa yang harus dilakukan hanya dengan mendengarkan instruksi. Dia harus melihat contohnya terlebih dahulu.

  • Gaya belajar kinestetik

  • Seseorang yang memiliki gaya belajar kinestetik cenderung ingin terlibat dalam proses belajar. Dia akan belajar paling baik dengan melakukan aktivitas dan praktik langsung. Seorang anak yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak dapat duduk diam dan sering kali dianggap sebagai pembuat onar atau pencari perhatian padahal yang dia inginkan hanyalah untuk belajar dan memahami hal-hal di sekitarnya. Bagi mereka, dunia adalah tempat bermain yang luas yang penuh dengan hal-hal luar biasa yang harus mereka temukan dan jelajahi. Ciri-ciri yang dimiliki oleh anak yang memiliki gaya belajar kinestetik antara lain:

    • Senang mengutak-atik mainannya, bahkan sampai rusak, hanya untuk mencari tahu bagaimana cara kerja mainan tersebut.

    • Cepat tanggap dan cepat menyerap pelajaran yang diberikan.

    • Mampu menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari. Keterampilan ini sangat bagus karena anak akan memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami proses dan prosedur yang rumit.

    • Gemar melakukan eksperimen.

    • Berbakat dalam bidang teknik, misalnya mencari tahu cara kerja mesin atau alur suatu proses.

    • Selalu ingin mempraktikkan apa yang telah dipelajari.

    • Belajar sambil mondar-mandir atau sambil beraktivitas.

    • Sering kali menggerak-gerakkan tangan ketika berbicara.

    • Suka menyentuh barang-barang yang diminatinya.

    • Mampu mengingat hal-hal dengan mengenang apa yang dilakukan orang lain bukan apa yang diucapkan orang itu.

  • Advertisement
  • Sebagai orang tua, Anda harus mengamati dan memahami gaya belajar anak Anda. Apapun gaya belajar anak, baik auditori, visual, maupun kinestetik, Anda harus membantunya agar mereka dapat belajar secara optimal.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Gaya Belajar Anak

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda yang para pakar pendidikan kategorikan ke dalam tiga gaya belajar, antara lain auditori, visual, dan kinestetik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr