Bayi yang Lahir Sebagai Pecandu

Ibu-ibu yang menyalahgunakan obat-obatan yang diresepkan dokter untuk tujuan rekreasi untuk mencari kenikmatan dan kesenangan sesaat akan membuat bayi yang dikandungnya langsung kecanduan narkoba.

2,232 views   |   3 shares
  • Sewaktu masih kuliah di Hawaii (1989), saya tinggal di semacam asrama untuk orang yang sudah berkeluarga. 'Rumah' kami sebenarnya adalah apartemen kecil yang hanya dipisahkan oleh satu tembok dari tetangga sebelah. Salah satu tetangga saya adalah seorang janda yang memiliki dua anak. Yang besar adalah anak lelaki yang sebenarnya adalah anak angkat dan yang kedua adalah anak kandung. Saya sempat melihat foto anak lelakinya sewaktu masih bayi dan kecil. Dia terlihat normal dan manis. Tetapi, sewaktu tinggal di kompleks apartemen tersebut, dia memperlihatkan gejala-gejala melakukan tindak kekerasan bila sedang marah. Meskipun usianya masih di usia SD, tetapi karena tubuhnya sudah seperti orang dewasa, tinggi besar (menurut ibu angkatnya, orang tuanya memang tinggi besar), maka dia dapat membahayakan keselamatan orang lain. Semula saya kira dia memang seperti itu sejak lahir, ternyata dia terlahir dari orang tua yang menggunakan alkohol dan narkoba.

  • Itu di zaman 'dulu', sekarang dengan makin canggihnya bentuk narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan resep dokter, maka keadaan bayi-bayi yang lahir dari ibu pecandu obat-obatan yang diresepkan dokter makin parah. Bukan hanya bayi-bayi tersebut akan menjadi pecandu sewaktu dewasa, tetapi mereka sudah kecanduan sejak mereka masih janin.

  • Kita harus tahu bahwa seorang bayi yang masih dalam kandungan ibunya 'makan' dan 'bernafas' lewat darah ibunya yang disalurkan melalui tali pusarnya (umbilical cord). Di dalam darah ibu (atau setiap orang) selalu mengalir oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh ibu tersebut. Jadi, bila ibu mengonsumsi opium yang diambil dari oxycodone misalnya, maka bayi tersebut juga ikut menikmati zat tersebut.

  • Banyak orang kecanduan obat-obatan yang diresepkan dokter terutama pil penahan sakit (painkiller), seperti oxycodone, hydrocodone, vicodin, oxycontin dan yang sejenisnya, bukan karena mereka menelan pil tersebut. Ramuan dasar dalam pil penahan sakit tersebut biasanya adalah campuran antara narkotika (opium atau candu) dan analgesik seperti acetaminophen, anti inflamasi seperti ibuprofen, inhibitor seperti celecoxib. Para penyalahguna pil penahan sakit tersebut menumbuk pil sehingga menjadi serbuk halus, kemudian dicampur dengan air dan dengan alat suntik, dimasukkan langsung ke dalam pembuluh darah atau di bawah kulit, sehingga mereka seperti menggunakan opium atau candu secara langsung. Efek yang ditimbulkan juga sama seperti pengguna opium:

    • Merasa segar dan gembira (rush) untuk sementara seperti semua beban pikiran dan masalah hilang dari hadapan seseorang.

    • Tetapi setelah merasa uforia tersebut reda, seseorang akan kelelahan (crash), dan kadang-kadang malah kesakitan dan gelisah, sehingga memaksanya untuk mencari asupan lagi.

    • Kecanduannya bisa berupa ketergantungan secara jasmani dan mental.

  • Advertisement
  • Ibu-ibu yang menyalahgunakan obat-obatan yang diresepkan dokter untuk tujuan rekreasi untuk mencari kenikmatan dan kesenangan sesaat akan membuat bayi yang dikandungnya langsung kecanduan narkoba. Bahkan janin dalam perut sudah mulai merasakan sakau (withdrawal) bila terlambat mendapatkan asupan. Selama dalam kandungan, janin tersebut akan 'memberontak' dan 'gelisah' sampai ibunya memasukkan narkoba yang dibutuhkannya lewat suntikan atau dengan cara lainnya.

  • Bayi-bayi yang lahir dari ibu pengguna obat-obatan yang diresepkan dokter untuk tujuan rekreasi akan membutuhkan asupan narkoba jenis yang sama. Bila tidak diberi asupan tersebut, maka bayi-bayi tersebut juga akan mengalami sakau (withdrawal) dengan gejala-gejala: gelisah, menangis terus, tidak mau minum, diare, kesakitan dan tanpa asupan narkoba kemungkinan dapat fatal. Namun demikian, dokter atau perawat yang memberikan narkoba harus tahu jumlah yang dibutuhkan. Terlalu sedikit bayi tersebut akan tetap sakau (withdrawal), terlalu banyak, maka dapat berakibat kematian.

  • Bila saat-saat sakau tersebut dapat dilewati dan bayi tersebut sempat tumbuh, maka dia juga harus melewati saat-saat seperti rehabilitasi orang dewasa yang ingin dibebaskan dari kecanduannya. Risiko yang dikhawatirkan yang ditimbulkan dari kecanduan sejak janin tersebut adalah cacat otak. Bila itu yang terjadi, maka bayi tersebut akan tumbuh menjadi seperti anak angkat tetangga saya di Hawaii itu. Jadi, masa depan seorang bayi sebenarnya ditentukan oleh ibu yang mengandungnya. Kalau sudah demikian, maka 'nasi telah menjadi bubur', waktu tidak mungkin diputar kembali. Penyesalan mungkin sudah tidak ada gunanya. Oleh karena itu, tindakan yang positif dan konstruktif untuk menolong anak tersebut agar memiliki masa depan yang baik dan mandiri harus diambil.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Bayi yang Lahir Sebagai Pecandu

Ibu-ibu yang menyalahgunakan obat-obatan yang diresepkan dokter untuk tujuan rekreasi untuk mencari kenikmatan dan kesenangan sesaat akan membuat bayi yang dikandungnya langsung kecanduan narkoba.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr