Wanita: Menikah atau Tidak Menikah?

Begitu banyak yang ingin dicapai wanita sekarang. Apakah masih ada waktu luang untuk memikirkan rumah tangga?

9,332 views   |   1 shares
  • Persoalan ini kian merebak di zaman sekarang dengan semakin majunya kaum wanita di bidang apa pun dalam masyarakat. Nenek moyang kita dulu menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah membina keluarga, membesarkan anak-anak, melayani suami dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Sementara wanita zaman sekarang meniti karir, memberikan suara dalam pemilu bahkan mencalonkan diri menjadi pemimpin negara dan menuntut persamaan hak dalam pekerjaan. Begitu banyak yang ingin dicapai wanita sekarang. Apakah masih ada waktu luang untuk memikirkan rumah tangga? Apa saja yang menjadi kendala bagi wanita yang berkarir untuk menikah?

  • Keluarga

  • Biasanya orang tua berharap anak-anaknya menikah dan bahagia seperti mereka. Setiap kali bertemu mereka bertanya, "Kapan menikah, sudah ada calon?" Mereka menganggap janggal bagi wanita untuk menikah di usia kepala tiga. Ada pula yang berusaha mencarikan jodoh bagi anaknya. Tekanan dari keluarga ini sering membuat pusing kepala yang mendengarnya.

  • Teman-teman

  • Walau tidak seberat tekanan dari keluarga, teman-teman ikut mengambil peranan dalam memberi desakan. Mereka berusaha memperkenalkan si wanita lajang kepada seseorang yang mereka anggap cocok. Mereka mengatur pertemuan blind date bagi keduanya, dan banyak cara lainnya.

  • Pandangan masyarakat

  • Umumnya orang akan mencap wanita yang belum menikah di usia tiga puluhan sebagai perawan tua. Sedangkan pria yang berusia kepala tiga dan belum menikah cuma dibilang playboy. Bahkan pernikahan bagi wanita dipandang sebagai keberhasilan di mata masyarakat pada umumnya. Tidak saja di mata orang Timur namun juga di mata orang Barat.

  • Prasangka

  • Wanita karir yang berhasil menjadi kaya raya makin sulit memilih jodoh karena dia berprasangka bahwa pria yang menaksir dia hanyalah karena menginginkan kekayaannya. Pria tua kaya yang menggandeng istri muda dianggap lumrah, paling-paling istrinya dicap gold digger, tukang morot. Tetapi bila istri lebih kaya daripada suami dan apa lagi jika suami lebih muda, maka orang pasti berpendapat bahwa dia hanya menginginkan harta istrinya.

  • Kemandirian

  • Karena terbiasa mandiri, wanita merasa tidak memerlukan pendamping untuk berhasil dalam hidup ini. Bahkan dalam soal anak, tidak jarang mereka yang lajang mengadopsi anak atau melahirkan anak tanpa status menikah. Istilah suami digantikan dengan istilah ayah anakku. Di negara-negara barat sudah bukan hal yang tabu untuk tinggal bersama pacar dan memiliki anak di luar nikah, contohnya Angelina Jolie, bintang tenar Hollywood. Sebelum tinggal bersama Brad Pitt dia sudah mengadopsi dua orang anak, kemudian dia sendiri melahirkan beberapa anak dan mengadopsi seorang anak lagi. Sesudah anak mereka banyak, barulah keduanya menikah.

  • Advertisement
  • Status

  • Betapa pun berhasilnya seorang wanita, bila dia tidak menikah masyarakat masih mencap dia tidak lengkap. Dalam pergaulan sosial wanita lajang ditakuti wanita lain yang berkeluarga, takut dia akan merebut suaminya. Status janda juga menyebabkan sebagian orang mengernyitkan dahi, seolah-olah sudah pasti dia yang bersalah dalam runtuhnya pernikahannya. Walau terkadang berita para selebriti mendukung prasangka yang keliru itu. Mendiang Elizabeth Taylor, salah satu bintang film tercantik di dunia, merebut Eddie Fisher, suami Debbie Reynolds, sementara mereka menghibur Elizabeth yang baru saja kehilangan suaminya dalam kecelakaan pesawat terbang.

  • Kebiasaan

  • Karena terbiasa melajang dan mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, wanita tidak merasa memerlukan orang lain dalam hidupnya. Mereka menganggap orang lain hanya akan mengganggu jadwal hidupnya. Menyesuaikan kehidupannya untuk orang lain bukanlah sesuatu yang disukainya, kadang-kadang mereka tidak menginginkan anak karena anak kecil akan mengusik kedamaian hidupnya.

  • Peluang

  • Terutama di negeri Timur, wanita diharapkan untuk bersikap pasif, sedangkan pria lebih dianggap pantas untuk bersikap agresif dalam berburu jodoh. Pemikiran ini membuat wanita bersikap menunggu sampai seorang pria mengambil tindakan untuk mendekatinya. Usia juga tidak membantu dalam hal ini. Wanita yang berusia tiga puluhan umumnya segan untuk menjalin hubungan dengan pria yang jauh lebih muda. Selain masalah umur, pendidikan, karir dan keuangan menyebabkan mereka mundur bila bertemu dengan pria yang tidak sejajar. Berbeda dengan pria yang terbuka untuk menjalin hubungan dengan wanita yang jauh lebih muda, yang pendidikan, karir maupun keuangannya tidak setara dengan mereka.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Wanita: Menikah atau Tidak Menikah?

Begitu banyak yang ingin dicapai wanita sekarang. Apakah masih ada waktu luang untuk memikirkan rumah tangga?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr