Membuat Pilihan Bijaksana

Seorang pemimpin keagamaan yang bernama Dallin H. Oaks mengimbau kita untuk mampu membedakan mana yang “baik, lebih baik, dan terbaik”, yaitu memilih cara-cara yang efektif untuk mengevaluasi pilihan dan prioritas hidup.

1,234 views   |   shares
  • Dalam kehidupan, sering kali kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang semuanya terlihat baik dan bermanfaat. Namun, kita perlu mengingat bahwa pilihan-pilihan yang kita buat harus sesuai dengan apa yang pada awalnya kita cita-citakan. Seorang pemimpin keagamaan yang bernama Dallin H. Oaks mengimbau kita untuk mampu membedakan mana yang "baik, lebih baik, dan terbaik", yaitu memilih cara-cara yang efektif untuk mengevaluasi pilihan dan prioritas hidup. Seorang pemimpin keagamaan lainnya, Quentin L. Cook, menambahkan bahwa ada banyak pilihan yang pada dasarnya tidak buruk atau merugikan tetapi jika pilihan-pilihan tersebut menyita seluruh waktu dan energi kita, bahkan menghalangi kita dari membuat dan menjalankan pilihan terbaik, maka pilihan-pilihan tersebut dapat merugikan dan membahayakan kita.

  • Sebagai ilustrasi, ada kisah nyata tentang seorang ibu tunggal yang bekerja di siang hari dan berkuliah di malam hari. Dia bekerja untuk menafkahi dirinya dan anak-anaknya. Dia berkuliah untuk mengembangkan kualifikasinya agar dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Kedua aktivitas ini adalah prioritas utamanya dan sudah cukup banyak menyita waktu dan tenaga.

  • Namun, karena pada awalnya dia merasa mampu, ibu ini menambahkan bebannya dengan mengambil pekerjaan sampingan, kursus bahasa asing, dan pelayanan keagamaan yang dia lakukan di setiap waktu senggangnya bahkan di akhir pekan. Tidak terelakkan lagi, ibu ini pun menjadi kewalahan dengan begitu banyak tanggung jawab yang harus dilakukannya sehingga sering kali dia merasa tidak dapat melakukan tanggung jawab utamanya dengan baik, yaitu menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya. Lebih parahnya lagi, ibu ini pun kemudian selalu merasa lelah, emosional dan sering kali menangis sendirian karena tubuh dan pikirannya sudah menyerah padahal pekerjaannya belum selesai.

  • Semua aktivitas yang ibu tunggal ini lakukan adalah hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang terkasihnya, tetapi yang seharusnya dia ingat adalah bahwa dia hanyalah seorang manusia yang hanya memiliki sekian banyak waktu dan energi untuk melakukan tanggung jawabnya. Selanjutnya, yang seharusnya dia ingat adalah walaupun dia seorang wanita super, dia tetap harus mengatur prioritasnya dengan baik yaitu menjamin kesehatan dan kebahagiaan lahir dan batin dirinya sendiri dan anak-anaknya. Aktivitas lainnya hanyalah pilihan-pilihan baik tetapi bukan pilihan yang terbaik baginya. Aktivitas-aktivitas tambahan ini dapat dia lakukan jika itu tidak mengganggu prioritas utamanya.

  • Advertisement
  • Quentin L. Cook dengan tepat menyampaikan bahwa aktivitas-aktivitas yang bermanfaat, seperti pekerjaan sampingan atau pelayanan kemanusiaan, perlu dievaluasi untuk menentukan apakah aktivitas tersebut menjadi gangguan dari mencapai tujuan terbaik. Dia kemudian berbagi pengalaman pribadinya ketika remaja. Ayahnya tidak merasa yakin Quentin remaja cukup fokus atau siap bagi tujuan-tujuan penting jangka panjang, seperti pekerjaan dan keluarga. Ayahnya memahami bahwa aktivitas-aktivitas ekstrakulikuler seperti organisasi siswa dapat bermanfaat dan berkaitan erat dengan pekerjaan masa depannya. Namun, ayahnya kurang yakin tentang aktivitas olahraga Quentin remaja yang terlalu banyak antara lain bola basket, bisbol, lari dan sepak bola Amerika (American football). Walaupun olahraga sangat bermanfaat untuk membangun kekuatan, daya tahan dan kerjasama tim yang baik, ayahnya menyarankan kepada Quentin untuk berkonsentrasi pada satu olahraga saja. Dalam pandangan ayahnya yang bijaksana, olahraga adalah baik, tetapi bukan yang terbaik bagi Quentin remaja. Yang terbaik bagi dia adalah nilai akademis yang baik yang dapat membawa Quentin remaja masuk ke universitas yang baik. Ini adalah pilihan yang terbaik bagi Quentin remaja untuk mencapai tujuan terbaik jangka panjangnya, yaitu pekerjaan yang baik yang dapat menafkahi keluarganya di masa depan.

  • Nasihat di atas bukan ditujukan untuk mematahkan semangat berpartisipasi dalam aktivitas olahraga atau pelayanan kemanusiaan atau aktivitas-aktivitas bermanfaat lainnya. Namun, penting untuk mengingat bahwa aktivitas-aktivitas ini bukanlah tujuan akhir Anda, kecuali Anda seorang atlit atau bekerja di bidang kemanusiaan. Aktivitas-aktivitas ini memerlukan pengendalian diri, keseimbangan dan kebijaksanaan yang tidak mengorbankan tujuan akhir Anda. Dan ketika dilakukan secara bijaksana, aktivitas-aktivitas ini akan memperkaya kehidupan kita dan orang-orang terkasih kita.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Natalia Sagita is a mother, a professional translator and editor, a teacher, and an International Relations student in Jakarta, Indonesia.

Membuat Pilihan Bijaksana

Seorang pemimpin keagamaan yang bernama Dallin H. Oaks mengimbau kita untuk mampu membedakan mana yang “baik, lebih baik, dan terbaik”, yaitu memilih cara-cara yang efektif untuk mengevaluasi pilihan dan prioritas hidup.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr