Mendengarkan Mozart Membuat Anak Cerdas?

Tanpa musik, hidup ini suatu kesalahan, kata filsuf Jerman Friedrich Nieche.

1,901 views   |   shares
  • "Jang, coba dikecilin radionya, kuping Emak bisa budeg dengerin gedebag gedebug begitu," celoteh Mpok Ribut yang bising mendengar lagu dari boombox anaknya di kamar sebelah. "Yah, Mak, kaya nggak tau aje, ini kan namanya musik disko," sahut si Ujang sembari joget kaya di film yang semalam ditontonnya di layar tancep. Tanpa musik, hidup ini suatu kesalahan, kata Friedrich Nieche. Ada banyak macam ragam musik, dari klasik, pop, sampai rap dan hip hop, masing-masing mempunyai penggemarnya sendiri. Musik mempengaruhi pendengarnya, membuat suasana hati berubah, bahkan tidak jarang membentuk karakter penggemarnya. Dalam hal apa saja musik dapat mempengaruhi kehidupan ini?

  • Kecerdasan

  • Konon bayi dalam kandungan yang dibiarkan ibunya mendengarkan musik klasik dapat menjadi lebih cerdas. Pada tahun 1998 Zell Miller, gubernur negara bagian Georgia, AS waktu itu, mengusulkan untuk memberi setiap bayi sebuah CD berisi musik klasik. Namun menurut penelitian selanjutnya di tahun 2000, orang tidak akan bertambah cerdas hanya dengan mendengarkan musik klasik. Dr. Patel dalam penelitiannya menyatakan bahwa memainkan alat musik dapat menambah kemampuan berpikir. Anak-anak yang mendapat latihan memainkan alat musik selama tiga tahun atau lebih akan bertambah keterampilan motorik halusnya dan kemampuan membedakan dalam pendengarannya.

  • Emosi

  • Musik pop mudah dicerna karena itu disukai banyak orang. Dengan mendengarkan musik kita dapat memahami emosi yang terkandung di dalamnya tanpa benar-benar merasakannya. Karena itulah kita menikmati lagu-lagu yang bertema sedih tanpa merasa depresi. Bahkan ketika sedang patah hati manusia cenderung menyukai balada tentang putus cinta karena mereka merasa si penyanyi memahami kesedihannya.

  • Olahraga

  • Kita akan terdorong untuk melakukan senam atau lari dengan lebih bersemangat bila kita mendengarkan musik. Badan kita yang semestinya mengirim sinyal ke otak bila lelah, akan mengabaikan perasaan itu karena menikmati musik. Tentu saja hal ini hanya berlaku pada olahraga ringan, bukan olahraga yang berat. Menurut penelitian yang diadakan pada tahun 2012 para pembalap sepeda yang mendengarkan musik menggunakan oksigen lebih efisien. Mereka yang tidak mendengarkan musik membutuhkan oksigen 7% lebih banyak.

  • Belanja

  • Di AS banyak toko yang memasang musik cukup keras, konon secara psikologi hal itu menyebabkan para pembeli tidak mampu berpikir dengan jernih dan mendorong mereka berbelanja mengikuti dorongan hati bukan menurut akal sehat yang mempertimbangkan anggaran belanja. Namun hal ini juga tidak merupakan rintangan besar bagi pembeli, karena mereka selalu dapat mengembalikan barang-barang yang sudah dibeli.

  • Advertisement
  • Mengendarai mobil

  • Sebuah riset dilakukan di antara para remaja dan orang dewasa untuk mengetahui dampak musik ketika mereka mengemudi. Ternyata para pengemudi yang tidak mendengarkan musik sama sekali dan yang mendengarkan musik menurut pilihannya cenderung kurang hati-hati dan membuat lebih banyak kesalahan daripada bila mereka mendengarkan musik yang dipilih para peneliti atau musik yang tidak mereka kenal.

  • Dalam film

  • Kita merasa damai ketika menonton film seperti Sound of Music walau ada sedikit adegan tegang dalam film itu. Lagu-lagu yang dilantunkan Julie Andrews dalam film itu membawa kita menikmati hijaunya lembah dan harumnya edelweis di pegunungan Alpen. Sementara itu kita merasa tercekam rasa takut bila menonton film yang tegang atau horor. Semua itu karena pengaruh musik yang dimainkan untuk mengiringi film tersebut. Perasaan kita dipermainkan oleh gesekan biola dalam film Psycho ketika Norman Bates mendekati korbannya di kamar mandi sambil membawa pisau. Seandainya tidak ada musik dalam film, para penonton tidak akan terhanyut ke alam khayal yang diciptakan para pembuat film.

  • Seperti apa pun yang ada dalam hidup ini, musik dapat memberi pengaruh baik, namun dapat juga memberi pengaruh buruk. Banyak lagu yang kata-katanya kurang baik dan membuat pendengarnya terbiasa mendengarkan hal-hal seperti itu. Kita sebagai pendengar mempunyai hak untuk memilih apakah kita mau membiarkan sesuatu yang buruk mengotori benak kita.

Bantu kami menyebarkan

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mendengarkan Mozart Membuat Anak Cerdas?

Tanpa musik, hidup ini suatu kesalahan, kata filsuf Jerman Friedrich Nieche.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr