Tips Mengatasi Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak

Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) adalah salah satu penyakit gangguan konsentrasi pada anak. Gejalanya anak tidak mampu memusatkan perhatian pada suatu tugas tertentu, selalu gelisah dan tidak dapat duduk dengan tenang.

9,074 views   |   29 shares
  • Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) adalah salah satu penyakit gangguan konsentrasi pada anak. Gejalanya anak tidak mampu memusatkan perhatian pada suatu tugas tertentu, selalu gelisah dan tidak dapat duduk dengan tenang. Ada beberapa studi yang dilakukan oleh para pakar bahwa anak GPP disebabkan kekurang cairan di otak. Sebuah laporan yang di tulis pada tahun 1987 dalam Kongres Amerika Serikat yang disiapkan oleh Inter-Agency Committee of Learning Disabilities menerangkan, bahwa sebab-sebab GPP ada kaitannya dengan gangguan fungsi neurologis khususnya gangguan di dalam biokimia otak yang mencakup aspek neurologis dari neurotransmitter. Namun, para peneliti kurang mengerti dengan jelas mekanisme khusus mengenai bahan kimia neurotransmitter ini. Ternyata neurotransmitter dapat mempengaruhi perhatian, pengendalian impuls, dan tingkat aktivitas anak.

  • Apabila anak Anda seorang penderita Gangguan Pemusatan Perhatian, gejalanya dapat dilihat ketika anak tidak dapat duduk diam atau tenang. Penderita GPP biasanya merupakan anak-anak yang berusia 3-10 tahun. Seorang anak yang menderita GPP biasanya perhatiannya hanya mampu bertahan beberapa saat saja sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal lainnya. Biasanya anak-anak yang menderita GPP sulit berkonsentrasi dengan pelajaran di sekolah ataupun kegiatan di luar sekolah.

  • Anda dapat melakukan tes sederhana untuk mengetahui apakah anak Anda seorang penderita GPP atau tidak dengan cara menyuruh anak merentangkan tangan sejajar dengan bahu sambil memegang kertas dan berjalan setapak demi setapak di mana telapak kaki kiri bertemu dengan ibu jari kaki kanan secara bergantian sambil merentangkan kedua tangan sejajar dengan bahu dan meletakkan kertas di atas jari-jari tangan tersebut. Anda dapat melihat keseimbangan anak yang menderita GPP biasanya kertas akan jatuh karena jalan tidak dapat stabil. Anda juga dapat menyuruh anak Anda merentangkan tangan ke samping dan menyuruhnya melompat dengan satu kaki diangkat. Jika anak tersebut tidak dapat melakukannya, berarti anak itu mengalami gejala GPP karena tidak dapat stabil.

  • Dalam mengatasi gangguan pemusatan perhatian, Anda dapat mekalukan beberapa tips di bawah ini :

    1. Mengajarkan tehnik relaksasi sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam dan membayangkan bahwa si anak dapat duduk tenang di kelas dan mampu menahan diri untuk berjalan-jalan. Dengan latihan ini menolong Anak Anda diarahkan kepada perilaku nyatanya.

    2. Melatih anak dengan permainan memori dan konsentrasi misalnya game komputer.

    3. Memberikan kegiatan yang mampu mengontrol diri serta membantu syaraf motorik anak misalnya bermain sepak bola, berenang, karate serta permainan lain yang melatih anak menggunakan pikiran dan tubuh.

    4. Memberikan teka-teki silang untuk meningkatkan perhatiannya serta membacakan cerita anak. Saat ini baik bagi anak untuk mengenalkan permainan dengan menggunakan bahasa asing untuk melatih kemampuan anak menyerap bahasa tersebut.

    5. Memberikan kursus musik agar mereka dapat belajar konsentrasi dengan menggunakan kemampuannya dan juga karena musik dapat membentuk jiwa anak.

    6. Jangan menyalakan televisi ketika anak sedang belajar karena perhatian anak mudah terganggu acara di televisi.

    7. Jika anak mengalami masalah di sekolah, Anda dapat bekerja sama dengan gurunya dengan meminta guru untuk mengarahkan anak duduk di bagian depan agar anak dapat berkonsentrasi dengan baik dan sering menanyakan keadaan anak Anda di kelas.

    8. Jika anak Anda tidak dapat diatasi dengan cara-cara di atas, Anda sebaiknya mengunjungi seorang dokter Ahli Jiwa Anak agar anak Anda mendapatkan pengobatan yang dapat menolong anak untuk berkonsentrasi dalam melakukan aktivitas secara normal.

  • Advertisement
  • Keluarga kami juga memiliki seorang anak penderita Gangguan Pemusatan Perhatian. Sewaktu dia masih kecil, kami merasa ada sesuatu yang kurang dari anak kami karena dia sedikit berbeda dengan teman-teman di sekitarnya. Ketika kami menyadari gejala-gejala tersebut, kami membawanya ke seorang dokter Ahli Jiwa Anak pada usia 5 tahun. Pada saat itu dilakukan tes kepadanya dan didapati bahwa dia menderita GPP. Dokter memutuskan bahwa anak kami memerlukan pengobatan guna mengatasi GPP yang dideritanya. Dengan bantuan obat yang diminum, akhirnya dia dapat belajar dengan konsentrasi yang baik dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

  • Sebagai orang tua, Anda dapat menolong anak Anda yang menderita Gangguan Pemusatan Perhatian dengan mengenali gejala anak sejak dini dan melakukan tips-tips di atas, serta memberikan bimbingan sehingga pertumbuhan anak Anda tidak terhambat dan anak Anda dapat berhasil mengejar cita-cita bagi masa depannya kelak.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Tips Mengatasi Gangguan Pemusatan Perhatian pada Anak

Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) adalah salah satu penyakit gangguan konsentrasi pada anak. Gejalanya anak tidak mampu memusatkan perhatian pada suatu tugas tertentu, selalu gelisah dan tidak dapat duduk dengan tenang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr