Belajar Dari Pengalaman Buruk Sid Vicious

Tidak ada salahnya seseorang belajar dari pengalaman buruk orang lain sehingga tidak membuat kesalahan yang sama atau lebih parah.

2,736 views   |   shares
  • Sid Vicious adalah nama julukan yang diberikan teman-temannya kelompok band Sex Pistol di London, Inggris. Dia adalah salah satu tokoh pemain band punk rock di zamannya. Terlahir sebagai John Simon Ritchie di tahun 1957. Dia dibesarkan oleh ibu pecandu narkoba. Oleh karena itu, sejak kecil dia sudah mengenal dunia narkoba.

  • Sewaktu bergabung dengan band Sex Pistol, dia berkenalan dengan groupie band yang bernama Nancy Spungen yang juga pecandu narkoba. Ketika band Sex Pistol bubar, mereka berdua saling bergantung dan mendukung kebiasaan menggunakan narkoba.

  • Suatu hari mereka mencoba mengadu nasib di Amerika. Mereka pindah ke kota New York, Manhattan. Kebiasaan narkoba mereka berdua membuat mereka sering teler di kamar hotel mereka. Suatu ketika, Nancy kedapatan mati bersimbah darah dengan pisau lipat milik Sid Vicious tertancap di perutnya. Dengan sendirinya polisi menjadikan Sid Vicious sebagai tersangka utama, karena dia tidak memiliki alibi dan tidak tahu apa-apa ketika polisi menginterogasinya, karena dia masih teler dengan narkoba.

  • Setelah keluar dari rumah tahanan dengan uang jaminan, hal pertama yang dicarinya adalah narkoba. Ibunya yang terbang ke Amerika mencoba mencarikan narkoba buat anaknya, tetapi, karena dia tidak memahami pasar narkoba di Amerika, maka yang didapatkan adalah narkoba palsu, sehingga tidak membuatnya teler, malah jengkel.

  • Malam itu, Sid Vicious pesta dengan teman-temannya dan salah satu temannya membelikan narkoba untuknya. Dia mengingatkan Sid agar hati-hati, karena dia sudah lama tidak menggunakan narkoba selama di penjara, dan biasanya harus mulai dari sedikit-sedikit sebelum menggunakan dosis penuh. Tetapi, rupanya dia sudah tidak tahan lagi, maka dia jatuh pingsan sewaktu menggunakan narkoba dosis yang dikiranya sanggup diambilnya. Untunglah teman-temannya berhasil menyadarkan dia kembali.

  • Sebelum pulang sekitar pukul 2.00 pagi, temannya itu berpesan kepada ibunya, agar jangan diberi banyak-banyak, karena dia sudah seperti pemula dalam dunia narkoba. Pagi itu, Sid terbangun dan butuh asupan narkoba. Pacar barunya tidak mau membantunya, maka ibunya yang tinggal serumah dengan mereka dibangunkan. Ibunya masuk ke kamar Sid, dan tak lama kemudian, maka Sid dinyatakan meninggal dunia (dalam usia 21) karena dosis narkoba yang berlebihan.

  • Beberapa tahun kemudian, sewaktu ibu Sid sedang sekarat, dia mengakui bahwa dia sengaja memberi Sid, anaknya sendiri, jumlah dosis yang berlebihan. Rupanya, dia tidak melihat masa depan anaknya yang kecanduan narkoba tersebut, ditambah lagi dengan perkara pembunuhan Nancy serta segudang permasalahan yang akan dihadapinya selama dalam penjara kelak. 'Insting' ibu mendorongnya agar penderitaan anaknya diakhiri saja.

  • Advertisement
  • Kita belajar pola kebiasaan seorang pecandu yang saya ringkas sebagai berikut:

    • Tidak saja kebiasaan menggunakan narkoba mempengaruhi dirinya, tetapi juga keluarganya, terutama anak-anak mereka atau sanak keluarga mereka yang lebih muda.

    • Lingkungan mempengaruhi penggunaan narkoba. Kalau kita dibesarkan dalam keluarga pengguna narkoba dan lingkungan kita (seperti group band dan anak-anak sebaya sepergaulan) adalah pengguna narkoba, maka kita memiliki penunjang kuat untuk menjadi pecandu narkoba.

    • Pecandu narkoba bergantung sepenuhnya dari kebiasaannya tersebut. Dia tidak dapat hidup tanpa asupan narkoba, kadang-kadang bahkan setiap jam seseorang harus menggunakan bahan norkotik tersebut bila sudah parah benar.

    • Namanya ketagihan, berarti dosis yang diasupnya makin lama makin besar dan frekuensinya juga makin sering setiap kali ingin mencapai sensasi yang sama.

    • Kalau sedang teler, apapun dapat terjadi pada dirinya atau orang di sekitarnya. Misalnya, untuk kasus Sid tersebut, dia membunuh pacarnya tanpa disadarinya. Yang sering terjadi adalah menjadi hamil tanpa mengetahui siapa yang menghamilinya.

    • Masa depan pecandu itu benar-benar suram atau sudah habis. Untuk mengakhirinya dan memulai hidup baru, kemungkinan hanya melalui jalan kematian.

    • Usia pecandu narkoba cenderung pendek, kalau bukan karena kelebihan dosis melainkan juga karena kecelakaan fatal (kecelakaan kendaraan atau apa saja dari terlibat perkelahian hingga sekadar jatuh terpeleset).

    • Tidak ada pecandu yang senang menjadi pecandu dan mengalami kesakitan (kalau tidak salah mereka sebut 'sakau') karena 'withdrawal'. Awalnya selalu ingin mencoba atau mencari kenikmatan, lama-lama menjadi kebiasaan. Sekadar pengetahuan, untuk menjadikan sesuatu (apa saja, termasuk olahraga) menjadi kebiasaan dibutuhkan hanya 66 hari. Selama 66 hari (kurang lebih 3 bulan) tersebut, bila suatu tindakan diulang-ulang, maka setelah lewat 3 bulan telah menjadi kebiasaan.

    • Semua pecandu tahu bahwa kebiasaannya tersebut adalah jelek, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk keluar dari belenggu ketagihan narkotik tersebut, sehingga mereka cenderung menjadi rendah diri di masyarakat kecuali bersama teman sesama pecandu. Mereka cenderung mengisolasi diri. Mereka sebenarnya memenjarakan diri dalam dunia narkoba.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Belajar Dari Pengalaman Buruk Sid Vicious

Tidak ada salahnya seseorang belajar dari pengalaman buruk orang lain sehingga tidak membuat kesalahan yang sama atau lebih parah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr