Apakah Anda Terobsesi untuk Menikah?

Pernikahan adalah momen terpenting dalam hidup yang dapat kita atur. Kita tidak dapat mengatur kelahiran kita di dunia ini dan jarang ada orang yang mengatur kematiannya. Namun, apakah Anda merencanakan pernikahan Anda untuk alasan yang tepat?

5,622 views   |   1 shares
  • Pernikahan adalah salah satu momen terpenting dalam hidup yang dapat kita atur. Kita tidak dapat mengatur kelahiran kita di dunia ini dan jarang ada orang yang mengatur hari kematiannya. Namun, apakah Anda merencanakan pernikahan Anda untuk alasan yang tepat? Atau apakah Anda terobsesi untuk menikah dan melakukannya dengan alasan yang salah sehingga pernikahan Anda mungkin tidak akan bertahan lama? Di bawah ini ada 8 pertanyaan dari Dr. Phil, seorang pakar pernikahan, yang dapat Anda ajukan kepada diri Anda sebelum Anda merencanakan hari pernikahan Anda untuk mengetahui apakah alasan Anda benar.

  • 1. Fokus

  • Apakah yang menjadi fokus Anda? Apakah Anda, terutama para gadis, memimpikan sebuah pesta pernikahan yang sangat megah dan meriah seperti dalam cerita dongeng di mana Anda adalah putri Cinderellanya? Ingatlah dongeng indah tidak bertahan lama, cuma berlangsung sekejap, berapa lama pesta pernikahan berlangsung? Anda seharusnya memusatkan perhatian kepada kehidupan perkawinan yang akan Anda jalani bersama teman hidup Anda. Bagaimana Anda dapat membuat bahtera rumah tangga Anda berlayar di lautan yang teduh.

  • 2. Mimpi

  • Apakah Anda sudah merinci apa saja yang akan Anda lakukan dalam pesta pernikahan Anda padahal Anda belum memiliki pacar? Anda bermimpi dengan mempersiapkan segala sesuatunya, seorang pria idaman akan muncul secara tiba-tiba dalam hidup Anda. Kenyataannya tidak begitu, Anda harus membina hubungan dengan seorang pria yang cocok, barulah Anda dapat mempersiapkan pernikahan Anda.

  • 3. Bahasa tubuh

  • Jika Anda begitu terobsesi untuk menikah, Anda akan membuat teman pria Anda takut. Komunikasi kita terdiri dari 7% pembicaraan dan 93% bahasa tubuh. Bahasa tubuh Anda menyampaikan pesan yang bagaimana? Mungkin tanpa sadar Anda akan bersikap terlalu mesra padahal dia tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Anda.

  • 4. Tujuan

  • Dalam obsesi Anda untuk menikah, apakah Anda mempunyai tujuan yang bermakna atau apakah Anda cuma lari dari keadaan. Misalnya Anda sudah siap untuk membentuk rumah tangga, melahirkan dan membesarkan anak-anak karena itu Anda ingin menikah. Atau apakah Anda hanya kesepian dan ingin lari dari kenyataan itu. Bisa juga Anda tidak bahagia tinggal bersama orang tua Anda dan Anda berpikir bahwa dengan menikah Anda dapat meninggalkan rumah. Sebelum Anda mengikat janji, Anda harus memiliki tujuan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia bersama pacar Anda, bukannya sekadar melarikan diri dari keadaan yang kurang Anda sukai.

  • Advertisement
  • 5. Pelengkap belaka

  • Apakah Anda ingin menikah hanya karena Anda merasa kurang lengkap? Ketahuilah bahwa pernikahan tidaklah membuat Anda lengkap. Anda tidak perlu menjadi setengah dari sepasang suami istri untuk menjadi utuh. Anda harus mencari jati diri Anda dan menjadi manusia seutuhnya tanpa orang lain. Rumah tangga tidak dibangun dari dua orang yang setengah lengkap, melainkan dua orang yang mempunyai kepribadian masing-masing namun mempunyai tujuan sama untuk membina kehidupan bersama.

  • 6. Sekadar berontak

  • Apakah orang tua atau wali Anda keberatan terhadap pernikahan ini dan apakah Anda menikah hanya karena ingin memberontak kepada orang tua? Pertimbangkan hal-hal ini jika Anda cukup umur untuk menikah, dan jika Anda tidak perlu minta izin untuk menikah, apakah manfaat pemberontakan ini?

  • 7. Rencana matang

  • Jika Anda sudah mempunyai calon yang tetap dan mantap, apakah Anda berdua sudah membahas tentang agama, pekerjaan, karir, anak-anak, di mana Anda akan tinggal dan seterusnya? Jika belum, bagaimana Anda berdua dapat berharap membentuk rumah tangga yang berhasil mempersatukan dua orang dengan kepribadian yang berbeda? Bila Anda belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit ini, berarti Anda belum siap menikah.

  • 8. Tekanan sosial

  • Apakah Anda merasakan tekanan sosial untuk segera menikah? Mungkin sejak kecil Anda diberitahu bahwa pernikahan adalah upacara yang harus dijalankan untuk menjadi lebih dewasa. Ingatlah bahwa tekanan sosial ini, baik hanya dalam bayangan Anda atau kenyataan, adalah tidak benar.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Apakah Anda Terobsesi untuk Menikah?

Pernikahan adalah momen terpenting dalam hidup yang dapat kita atur. Kita tidak dapat mengatur kelahiran kita di dunia ini dan jarang ada orang yang mengatur kematiannya. Namun, apakah Anda merencanakan pernikahan Anda untuk alasan yang tepat?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr