Bila Cuci Darah Menjadi Solusi Terakhir Anda

Beberapa hal yang anggota keluarga perlu ketahui ketika salah satu dari mereka harus menjalani proses cuci darah.

26,034 views   |   81 shares
  • Peran ginjal di dalam kehidupan kita sangat vital karena tugas utamanya adalah menjaring produk-produk (sisa makanan) yang tidak terpakai, garam, serta air yang tersisa dari tubuh dalam bentuk urine. Ketika ginjal seseorang sudah tidak berfungsi lagi atau yang disebut juga gagal ginjal, maka diperlukan bantuan suatu alat untuk mengganti fungsi ginjal tersebut.

  • Hemodialisa (Alat Cuci Darah)

  • Hemodialisa adalah proses membersihkan kotoran yang mestinya dibersihkan setiap waktu dengan ginjal normal. Pada saat ginjal sudah tidak berfungsi, kotoran-kotoran tersebut (dan cairan) bertumpuk-tumpuk seperti sampah di jalanan yang belum dibersihkan. Tubuh secara terpaksa akan beradaptasi dengan kotoran-kotoran tersebut. Dalam bahasa awamnya adalah alat cuci darah sama seperti kita mencuci pakaian yang kena noda misalnya, darah diambil dan dicuci (diobok-obok) kemudian dengan beberapa selang kecil dimasukkan kembali ke dalam tubuh kita. Pada saat cuci darah, biasanya ada perawat/suster yang menolong memasang beberapa selang dari tubuh penderita untuk masuk ke dalam mesin pencuci darah.

  • Prinsipnya, darah (kotor) dikeluarkan dan dimasukkan lagi ke tubuh jika sudah bersih, yang dikerjakan secara bertahap, tetes demi tetes hingga tidak bersisa. Proses ini, normalnya dilakukan setiap saat oleh ginjal. Namun karena ginjal pada penderita sudah tidak berfungsi lagi, perkerjaan tersebut digantikan oleh suatu alat Hemodialisa. Alat seperti itu saat ini belum ada yang kecil yang bisa diimplan dalam tubuh mereka yang menderita gagal ginjal, yang bisa bekerja terus menerus seperti alat pacu jantung misalnya. Alat hemodialisa yang ada di rumah sakit besar sekali dan mahal harganya. Oleh karena itu, para penderita gagal ginjal harus cuci darah di sentra-sentra hemodialisa.

  • Ketika seseorang mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah, diperlukan waktu 12 jam per minggu, yang menggantikan fungsi ginjal normal hanya 30% saja. Hasil yang paling baik seharusnya 3 x per minggu selama 8 jam perkali atau dengan total 24 jam per minggu. Tetapi keadaan yang ada hanya bisa 2 x per minggu selama 5 jam perkali cuci darah karena keterbatasan alat yang ada harus bergantian dengan pasien yang lain. Biaya cuci darah yang mahal kadang kala menjadi kendala untuk cuci darah sehingga banyak penderita gagal ginjal tidak dapat melakukannya, tetapi ada juga yang tidak kuat badannya dan tidak dapat cuci darah.

  • Bila Si Penderita Gagal Ginjal Mengurangi Cuci Darahnya

  • Waktu atau frekuensi untuk mencuci darah tidak bisa dikurangi, karena akan terjadi penumpukan zat-zat atau racun yang mestinya dikeluarkan. Dalam jangka pendek hal ini tidak terlalu terasa, namun untuk jangka panjang bisa berakibat fatal karena penumpukan racun tersebut dalam tubuh si penderita. Selain itu, si penderita akan lebih rentan terhadap anemia serta gangguan dan pembesaran jantung.

  • Advertisement
  • Hal-Hal yang Dilakukan Keluarga dan Si Penderita yang Menjalani Cuci Darah

    1. Persiapkan mental si penderita gagal ginjal yang akan cuci darah karena dia akan melakukan sesuatu yang baru dalam kehidupannya. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan kekuatan. Ada baiknya diadakan kegiatan doa keluarga untuk menguatkan si penderita tersebut.

    2. Bila si penderita mempunyai sakit darah tinggi, konsultasi ke dokter untuk mendapat obat darah tinggi maupun penyakit yang lainnya. Semua harus dikonsultasikan ke dokter yang bertugas di rumah sakit tempat cuci darah.

    3. Perhatikan diet/asupan protein makanan yang harus dia makan selama menjalani cuci darah. Sebaiknya makanan bergizi tinggi seperti putih telur sangat baik untuk dikonsumsi. Ada jenis protein lain seperti daging dan ikan yang juga sangat baik. Konsultasikan dengan ahli gizi tentang berapa banyak asupan protein yang diperlukan.

    4. Air yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh berlebihan. Kandungan mineral kalium harus dibatasi. Kesemuanya ini terdapat dalam buah dan sayur.

    5. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak fosfor seperti susu, keju, kacang-kacangan dan minuman ringan bersoda.

    6. Kalori yang diperlukan harus cukup misalnya permen, selai dan sebagainya bila tidak diabetes.

    7. Biasanya penderita ginjal akan lebih sensitif karena mengalami banyak ketidaknyaman dalam tubuhnya.

    8. Siapkan kebutuhan sewaktu akan menjalani cuci darah, seperti handuk kecil, pakaian, dan makanan seperti kue dan roti.

    9. Si penderita ada kalanya mudah lelah dan tidak memiliki cukup energi setelah cuci darah. Tubuh terasa lemas dan pusing selama kurang lebih 4 jam setelah itu akan menjadi normal kembali.

  • Setiap orang mempunyai perbedaan dalam pemulihan tubuh setelah cuci darah. Yang terbaik adalah istirahat yang cukup untuk menjalani kehidupan hari demi hari selama menjalani proses cuci darah. Kuncinya adalah tetap tegar dan bersemangat serta tawakal berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalani kehidupan ini dengan baik.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

My motto in life is to "Never give up, and life must go on".

Bila Cuci Darah Menjadi Solusi Terakhir Anda

Beberapa hal yang anggota keluarga perlu ketahui ketika salah satu dari mereka harus menjalani proses cuci darah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr