Saling Mengasihi dan Hidup Damai dengan Perbedaan

Sikap saling menghormati hendaknya tidak hanya dijadikan slogan belaka, tetapi harus mampu diterapkan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-harinya.

4,955 views   |   12 shares
  • Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia harus mampu bersosialisasi dengan sesamanya supaya kehidupannya dapat berjalan dengan baik. Kenyataannya, dalam hidup berdampingan dengan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam watak, karakter serta latar belakang manusia yang berbeda-beda terkadang membuatnya tidak mudah untuk dijalani. Gesekan-gesekan bisa terjadi kapan saja dan bila kita tidak mampu menjaga diri, perkataan serta tindakan maka konflik tidak mustahil terjadi.

  • Seorang pemimpin keagamaan, Dallin H. Oaks, menyatakan dengan tepat, "Kita harus mengasihi semua orang, menjadi pendengar yang baik, dan menunjukkan kepedulian terhadap keyakinan tulus mereka. Meskipun mungkin kita tidak setuju, kita tidak boleh bersikap tidak menyenangkan. Pendirian kita dan cara kita berkomunikasi tentang topik-topik yang sensitif dan kontroversial seharusnya tidak untuk diperdebatkan."

  • Sudah menjadi tugas serta kewajiban setiap orang sebagai anggota masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keharmonisan yang telah ada, dan supaya tetap bisa mempertahankannya, maka setiap individu harus bisa mengesampingkan segala bentuk ego pribadi dan berusaha untuk lebih mengasihi orang lain dengan lebih tulus. Oleh karena itu, demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tentram serta harmonis, berikut ini ada 5 hal yang harus setiap orang pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • 1. Saling menghormati

  • Bangsa Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama. Sangat rawan untuk terjadinya konflik bila setiap orang tidak mampu untuk saling menghormati. Sikap saling menghormati hendaknya tidak hanya dijadikan slogan belaka, tetapi harus mampu diterapkan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu, marilah bersama-sama dimulai dari dalam diri kita masing-masing, untuk bersedia menghormati orang lain sehingga kedamaian, keamanan serta keharmonisan senantiasa dapat terjaga.

  • 2. Tidak memaksakan kehendak

  • Pemaksaan kehendak adalah wujud dari tidak adanya sikap toleransi terhadap perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Pemaksaan kehendak mengebiri hak orang lain untuk menjalankan apa yang diyakininya, membatasi ruang geraknya dan memasung harga dirinya untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik. Oleh karena itu, sikap memaksakan kehendak tidak boleh dibiarkan tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat. Bagi mereka yang mampu berpikir luas dan terbuka perbedaan yang ada tidak akan pernah dianggap sebagai sebuah batu sandungan tetapi justru dijadikan sebagai kekayaan yang patut dijaga serta dilestarikan bersama.

  • Advertisement
  • 3. Tidak menyinggung perasaan

  • Konflik dalam masyarakat sering kali terjadi akibat ketersinggungan akan suatu masalah. Oleh karena itu, bila setiap orang sadar dan ingin berpartisipasi dalam menjaga keharmonisan yang telah terbentuk, maka sebisa mungkin hindarilah mengungkit suatu masalah sensitif yang dapat memicu ketersinggungan.

  • 4. Mendahulukan musyawarah untuk mufakat

  • Dalam proses menyelesaikan suatu masalah yang terjadi, maka musyawarah untuk mencapai mufakat haruslah yang diutamakan. Mufakat tidak boleh ditentukan oleh kelompok atau golongan mayoritas dan mengesampingkan golongan minoritas. Karena bila hal ini dilakukan atau diakui, hal tersebut dapat menumbuhkan rasa ketidakpuasan dari golongan minoritas yang akhirnya justru menghambat proses penyelesaian masalah tersebut.

  • 5. Tidak main hakim sendiri

  • Siapakah yang berhak menghakimi sesama kita? Sesungguhnya tidak ada seorang pun manusia yang berhak menghakimi sesamanya, kecuali Tuhan Yang Maha Kuasa sendiri. Namun, di dalam kehidupan fana ini sebagai wakil Tuhan dalam memutuskan suatu perkara, hukum negaralah yang paling berhak. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan dan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan baik secara hukum agama maupun di hadapan hukum negara. Bila terjadi suatu kasus di dalam masyarakat, kita sebagai bagian dalam masyarakat hendaknya menyerahkan seluruhnya kepada negara, biarlah negara yang menentukan hukuman apa yang patut diberikan.

  • Konflik bisa terjadi kapan dan di mana saja. Di dalam keluarga pun yang seharusnya menjadi pusat keharmonisan, konflik juga sering terjadi. Dalam menyelesaikan suatu perkara, kelima hal di atas tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, namun juga di dalam kehidupan keluarga kita. Akhir kata semoga setiap dari kita diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian kapan pun dan di mana pun kita berada, sehingga bumi ini dapat menjadi tempat tinggal yang lebih baik setiap harinya.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Saling Mengasihi dan Hidup Damai dengan Perbedaan

Sikap saling menghormati hendaknya tidak hanya dijadikan slogan belaka, tetapi harus mampu diterapkan oleh setiap individu dalam kehidupan sehari-harinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr