Apakah Anak Anda Introvert? Kenali Ciri dan Cara Menanganinya

Jumlah teman yang dimiliki seorang anak dapat menjadi petunjuk apakah anak tersebut termasuk introvert atau bukan, karena bila teman-temannya banyak, maka dapat dipastikan dia tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain.

14,724 views   |   33 shares
  • Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap menjumpai kepribadian manusia yang bermacam-macam, hal tersebut sangat wajar karena masing-masing dari kita dilahirkan serta dibesarkan oleh orang tua, keluarga serta lingkungan yang berbeda-beda satu sama lain. Salah satu dari sekian banyak kepribadian manusia adalah introvert, nah istilah apalagi ini? Di masyarakat, kata introvert sendiri lebih sering dikenal sebagai kepribadian yang tertutup, tidak mau bersosialisasi, tidak memiliki kawan, pendiam, minder dan suka menyendiri. Kebanyakan orang menganggap bahwa mereka yang memiliki kepribadian introvert ini adalah orang yang aneh, sombong, penakut, dan sebagainya.

  • Para psikolog sering menguraikan bahwa kepribadian seseorang adalah bawaan dari lahir, namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sesungguhnya kepribadian seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor dalam kehidupan sehari-harinya, diantaranya adalah dari pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar dimana orang tersebut tinggal. Sehingga, sangat tidak bijaksana bila ada saudara, teman atau tetangga kita yang memiliki karakter introvert kemudian secara sepihak kita menganggapnya sombong, penakut, dan sebagainya.

  • Tidak selamanya orang yang memiliki kepribadian introvert adalah orang yang sombong, penakut, kuper, atau sebutan buruk lainnya. Kepribadian introvert pada seseorang sebenarnya sudah dapat dikenali sejak orang tersebut masih kanak-kanak. Oleh karena itu, sebelum karakter atau kepribadian introvert ini melekat pada diri seseorang, ada baiknya bila para orang tua yang mengalami beberapa tanda atau perilaku yang tidak biasa pada buah hatinya berikut ini dapat segera mencarikan solusi, sehingga anak-anak mereka kelak dapat tumbuh menjadi seseorang yang ekstrovert:

  • 1. Pendiam

  • Coba perhatikan anak-anak kita ketika mereka bermain, apakah dia lebih suka bermain sendiri atau ramai-ramai bersama teman-teman sebayanya? Dari sini anak yang lebih suka menyendiri atau tiba-tiba menghindari orang lain dapat dijadikan sebagai sinyal pertanda bahwa anak tersebut sedang mengalami pergolakan batin yang membuatnya kesulitan atau merasa tidak nyaman untuk bersosialisasi. Ada banyak faktor penyebab mengapa anak menjadi pendiam, apakah mungkin malu karena kondisi ekonomi orang tuanya, baru pindah rumah, baru mengalami kekerasan fisik dan seksual, kondisi cacat fisik, dan sebagainya. Sebelum sifat pendiam ini menjadi bagian dalam diri anak kita, kita dapat membantunya dengan cara membangun komunikasi yang baik dengannya, memintanya untuk jujur dan terbuka kepada kita, kemudian secara bertahap kita bisa menanamkan kembali rasa percaya dirinya dengan cara melibatkan dia dalam urusan rumah tangga serta mengikutsertakannya dalam kegiatan-kegiatan di luar rumah.

  • Advertisement
  • 2. Cengeng

  • Kenalilah apa yang membuat anak kita mudah sekali menangis, apakah pola asuh kita yang salah karena terlalu memanjakannya atau ada penyebab lain seperti sering diejek oleh teman-temannya. Luangkanlah waktu ketika dia bermain bersama teman-temannya dan bila perlu jadilah sahabat mereka. Bila ternyata benar ada salah satu dari temannya yang jahil, maka kita sebagai orang dewasa dapat menasihatinya untuk tidak melakukannya lagi.

  • 3. Betah berada di rumah

  • Bila umumnya anak-anak paling suka bermain di luar rumah, apakah anak kita justru kebalikannya meskipun sudah kita minta dia untuk bermain di luar? Sebenaranya pengaruh dari permainan modern saat ini seperti video game dapat menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, bila memang video game adalah biang keladinya, maka kita dapat membuatkan jadwal kapan boleh dan tidak boleh memainkan permainan tersebut, dan bila ada penyebab lain, maka harus segera dicari tahu akar masalahnya.

  • 4. Stress bila berada di tempat ramai

  • Tidak menyukai keramaian seperti di pasar, angkutan umum, wahana permainan, dan sebagainya dengan ditandai dengan munculnya gejala stress seperti gemetaran, jantung berdebar, keringat dingin, dan sebagainya. Bila hal ini terjadi pada anak kita, maka kita tidak boleh mengabaikannya. Kita dapat membantunya untuk mengatasi dengan selalu menemaninya dan memberi dukungan supaya percaya diri bahwa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan ketika berada di tempat umum.

  • 5. Sedikit memiliki teman

  • Kita dapat memperhatikan siapa saja yang selama ini berkawan dengan anak kita, apa kawan-kawannya banyak atau hanya anak-anak itu saja. Jumlah teman yang dimiliki seorang anak dapat menjadi petunjuk apakah anak tersebut termasuk introvert atau bukan, karena bila teman-temannya banyak, maka dapat dipastikan dia tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain.

  • Demikianlah beberapa ciri bagaimana mengenali tanda-tanda apakah anak kita termasuk orang yang introvert atau bukan. Sekali lagi, seseorang yang memiliki kepribadian introvert jangan langsung divonis bahwa orang tersebut sombong atau tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, tidak semua orang yang introvert adalah orang-orang yang disebutkan tadi, bisa jadi karena memang karakter dia adalah orang yang menyukai ketenangan tapi tetap bisa bersosialisasi secara baik dengan orang lain.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Apakah Anak Anda Introvert? Kenali Ciri dan Cara Menanganinya

Jumlah teman yang dimiliki seorang anak dapat menjadi petunjuk apakah anak tersebut termasuk introvert atau bukan, karena bila teman-temannya banyak, maka dapat dipastikan dia tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr