Berhadapan Langsung dengan Pecandu Narkoba dan Alkohol

Narkoba dan minuman beralkohol adalah bahan yang sangat berbahaya, karena bahan-bahan tersebut mengubah dan mengacaukan susunan kimiawi otak seseorang. Cacat yang ditimbulkan sukar bahkan tidak mungkin dipulihkan kembali.

1,366 views   |   shares
  • Sewaktu saya masih memiliki sebuah persewaan buku kecil (tahun 1970-an), salah seorang pelanggan saya adalah pengguna narkoba. Dia seorang lelaki muda siswa sekolah menengah atas dan berasal dari keluarga kelas menengah. Rupanya orangtuanya tidak tahan dengan perilakunya di rumah, maka dikirimlah dia ke kota Malang. Selama di luar kota, dia tinggal di rumah pondokan di depan 'toko' saya itu.

  • Dari penampilan dan perilakunya, anak itu seperti remaja biasa seusianya, bahkan cenderung rapi karena selalu mengenakan kemeja lengan panjang, sampai suatu hari secara tidak sengaja dia menyingsingkan lengan bajunya dan terlihat plester di beberapa tempat di lengannya. Ketika saya tanyakan, teman-temannya menjelaskan, "Pak, dia itu kecanduan. Kalau kiriman uang orangtuanya belum datang, maka disayatinya lengannya, dan diminumnya darahnya, dan dari situ dia masih dapat 'stoned'."

  • Rupanya anak tersebut pengguna narkoba jenis yang disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darahnya. Di tahun itu saya kira belum ada jenis ekstasi dan serbuk yang dapat dihirup lewat hidung, atau yang dibakar di atas foil kemudian asapnya dihirup agar dapat 'high' atau 'stoned'.

  • Pengalaman yang lain adalah sewaktu saya menjabat sebagai pemimpin keagamaan di gereja saya (1985-89). Para misionaris gereja saya direkrut dari kalangan remaja dewasa usia 19 tahun ke atas. Salah satunya adalah seorang remaja yang kecanduan minuman keras. Karena percaya bahwa suasana pekerjaan misionaris gereja itu sama seperti sebuah biara, maka diharapkan dia akan mendapatkan media yang tidak menunjang kebiasaannya tersebut. Itu memang benar, tetapi di kemudian hari saya baru tahu bahwa itu hanya sebagian kecil dari faktor yang akan membantunya menghilangkan kebiasaannya tersebut.

  • Suatu hari ketika kami sedang istirahat dari seminar untuk para misionaris dan untuk mengendorkan ketegangan, saya ajak mereka ke Puncak, Bogor untuk makan siang bersama. Walaupun udara di Puncak cukup sejuk, tetapi saya kira tidak sedingin itu sehingga membuat seseorang menggigil, hari pun sudah siang pula. Anak yang kecanduan alkohol tersebut terlihat menggigil kedinginan di dalam mobil yang tertutup, bahkan masih menggigil sewaktu oleh rekan-rekannya dikenakan sebuah jaket. Dia terlihat pucat dan kesakitan serta muntah-muntah. Waktu itu saya hanya menduga bahwa dia terserang flu atau masuk angin. Baru beberapa tahun kemudian saya belajar bahwa seseorang yang kecanduan, bila tidak mendapatkan asupan yang dibutuhkannya, akan menderita apa yang disebut 'withdrawal'.

  • Advertisement
  • Tanda-tanda dan gejala suatu 'withdrawal' ada di dalam pusat sistem syaraf alias otak. Salah satu gejalanya sama seperti yang diperlihatkan oleh calon misionaris saya tersebut. Keadaan tersebut sudah tidak dapat lagi ditangani oleh orang awam karena tingkatannya bisa berupa gejala ringan hingga yang membahayakan jiwa seseorang. Berikut adalah beberapa gejala withdrawal yang saya ambil dari "Alcohol Withdrawal Syndrome" (dari Ask.com):

    • Gejalanya muncul setelah 6 - 24 jam berhenti minum minuman beralkohol terakhir.

    • Halusinasi: Mendengar suara-suara (audio) atau melihat sesuatu (visi)

    • Kejang-kejang: Bisa terjadi setelah 48 jam berhenti menggunakan minuman beralkohol. Bisa terjadi berkali-kali atau berlangsung lama.

    • Menggigil seperti demam, muntah-muntah, tangan gemetaran, dan tidak dapat memusatkan perhatian.

  • Kedua-duanya, baik pengguna minuman beralkohol dan narkoba cenderung menjadi kompulsif, atau menjadi gelisah bila bahan-bahan tersebut tidak tersedia. Mereka akan mencari jalan keluar dengan cara halal maupun tidak. Mereka akan melakukan perbuatan apa pun misalnya meminjam uang, meskipun tak sanggup mengembalikan, hingga mencuri dan membunuh.

  • Kembali kepada pelanggan saya itu. Narkoba dapat dibagi menjadi dua bagian: depresan dan stimulan. Depresan itu membuat seseorang merasa tenang dan mengantuk. Stimulan membuat seseorang terpacu untuk melakukan sesuatu atau menjadi luar biasa bahagianya. Keduanya akan membuat seseorang mengalami halusinasi dan paranoid. Halusinasi adalah pengalaman mendengar atau melihat sesuatu yang seharusnya tidak ada seperti melihat banyak orang bergerombol di tengah sawah yang kosong. Paranoid kadang-kadang merasa dikejar-kejar sesuatu, seseorang atau oleh binatang buas atau ketakutan tanpa sebab. Keduanya itu sama seperti bermimpi buruk sewaktu seseorang sedang terjaga.

  • Di tahun 70-an itu, kebanyakan pengguna narkoba adalah menggunakan depresan. Kebanyakan yang beredar adalah heroin yang kalau diinjeksikan ke dalam tubuh seseorang akan berubah menjadi morphine, yang memiliki efek antara lain: menghilangkan rasa sakit, membuat orang tenang dan mengantuk serta efek halusinasi. Oleh karena itu, narkoba menjadi populer di kalangan pemusik agar mereka dapat menjadi lebih 'kreatif'. Yang membuat kecanduan adalah sensasi yang ditimbulkan dari narkoba jenis ini tidak dapat diganti oleh apa pun di dunia ini, sehingga orang cenderung untuk kembali kepadanya.

  • Advertisement
  • Untuk mengatasinya adalah: Jangan pernah mencobanya. Sekali mencoba maka Anda tidak akan dapat keluar. Memang untuk heroin atau morphine, sekarang ada cara untuk menyembuhkannya, tetapi harus dilakukan oleh dokter spesialis yang berpengalaman dengan narkoba dan tentunya biaya untuk itu tidak sedikit. Di samping itu, kecanduan apa pun, alkohol atau heroin, cenderung untuk kambuh kembali bila keadaan kondusif untuk kembali kepada kebiasaan lama. Sekali seseorang kecanduan, seumur hidup menjadi rentan untuk kembali ke kebiasaan lama.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Berhadapan Langsung dengan Pecandu Narkoba dan Alkohol

Narkoba dan minuman beralkohol adalah bahan yang sangat berbahaya, karena bahan-bahan tersebut mengubah dan mengacaukan susunan kimiawi otak seseorang. Cacat yang ditimbulkan sukar bahkan tidak mungkin dipulihkan kembali.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr